4 Obat Tetes Telinga untuk Mengeluarkan Kotoran
ยทwaktu baca 5 menit

Obat tetes telinga adalah obat berbentuk cairan atau larutan yang digunakan untuk membersihkan kotoran, meredakan peradangan, serta menangani infeksi pada telinga. Obat tetes telinga umumnya memiliki kandungan antibiotik, steroid, atau antijamur.
Penggunaan obat tetes telinga umumnya diberikan untuk mengeluarkan serumen atau kotoran telinga yang sudah mengganggu fungsi pendengaran. Sebab, kotoran telinga pada dasarnya memiliki manfaat sebagai pelumas untuk melindungi area telinga.
Kotoran telinga terdiri dari zat lemak yang menyerupai lilin dan berfungsi sebagai pelindung gendang telinga terhadap debu maupun jenis kotoran lainnya. Kotoran telinga ini sebaiknya tidak perlu dikeluarkan terlalu sering, cukup dibersihkan secara teratur setiap bulan.
Mengutip jurnal Self-Ear Cleaning Practices and the Associated Risk of Ear Injuries and Ear-related Symptoms in a Group of University Students oleh Nasim Banu Khan, dkk., kotoran telinga juga membantu mengurangi risiko infeksi telinga karena memiliki sifat antibakteri.
Meski begitu, kotoran telinga tetap harus dibersihkan. Kotoran telinga dapat mengering, mengeras, dan menyumbat liang telinga apabila tidak dikeluarkan dalam waktu yang lama. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan fungsi pendengaran dan memicu infeksi bakteri.
Sumbatan pada telinga akibat kotoran yang mengeras tersebut dapat menekan saraf setempat dan menimbulkan rasa nyeri. Untuk mengeluarkan sumbatan ini, ada beberapa obat tetes telinga untuk mengeluarkan kotoran yang bisa digunakan.
Obat Tetes Telinga untuk Mengeluarkan Kotoran
Pada dasarnya, penggunaan obat tetes telinga untuk mengeluarkan kotoran bekerja dengan cara melunakkan kotoran yang sudah mengeras di dalam telinga. Berikut beberapa obat tetes telinga untuk mengeluarkan kotoran yang bisa digunakan.
1. Hidrogen Peroksida
Hidrogen peroksida adalah obat tetes telinga yang digunakan untuk melembutkan atau membantu mengeluarkan kotoran telinga. Menurut American Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery Foundation, obat tetes yang digunakan untuk menghilangkan kotoran telinga adalah hidrogen peroksida 3%.
Cara penggunaan hidrogen peroksida sebagai obat tetes telinga adalah dengan meneteskan 5-10 tetes hidrogen peroksida ke dalam telinga. Tunggu selama sekitar 5 menit kemudian bersihkan dengan alat pembersih telinga.
2. Natrium Dokusat
Selain hidrogen peroksida, natrium dokusat adalah obat tetes lainnya yang bisa digunakan untuk melunakkan dan mengeluarkan kotoran telinga. Obat ini dapat mengencerkan kotoran pada telinga, sehingga membuat telinga kembali bersih. Contoh merek obat ini adalah Forumen Ear Drops.
Cara penggunaan natrium dokusat mirip seperti hidrogen peroksida, yaitu dengan meneteskan obat tersebut ke salah satu lubang telinga sebanyak 3-5 tetes. Kemudian, pertahankan posisi kepada miring agar obat yang baru diteteskan tidak mudah keluar.
3. Karbogliserin
Karbogliserin adalah obat tetes telinga yang dapat digunakan untuk membersihkan kotoran telinga. Menurut Center for Hearing and Speech, obat ini bekerja dengan cara melunakkan kotoran telinga sehingga kotoran yang telah menumpuk dapat lebih mudah dikeluarkan. Contoh merek obat ini adalah Phenol Glycerol 10%.
Karbogliserin dapat melunakkan kotoran tanpa mengubah komponen kimia dari kotoran itu sendiri, menipiskan lapisan kotoran, dan membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan dari saluran telinga.
Selain itu, obat ini juga dapat meredakan peradangan, membunuh kuman sebagai antiseptik telinga luar, dan menghilangkan rasa nyeri yang ditimbulkan oleh peradangan atau penekanan kotoran telinga yang sudah menumpuk.
4. Asam Asetat
Asam asetat adalah obat tetes telinga yang memiliki kandungan antibiotik di dalamnya. Apabila kotoran telinga yang sudah mengeras memicu infeksi bakteri, obat ini mampu menangani bagian telinga yang mengalami infeksi tersebut.
Mengutip jurnal Role of Acetic Acid Irrigation in Medical Management of Chronic Suppurative Otitis Media: A Comparative Study oleh Chhavi Gupta, dkk., asam asetat juga digunakan untuk mengatasi infeksi saluran telinga bagian luar (otitis eksterna). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan, pembengkakan, dan rasa nyeri yang ditimbulkan.
Bagaimana Cara Mengeluarkan Kotoran Telinga yang Sudah Keras?
Pada dasarnya, cara mengeluarkan kotoran telinga yang sudah keras bisa dilakukan dengan menggunakan obat tetes telinga. Namun, penggunaan obat tetes telinga harus dilakukan dengan mengikuti instruksi pada kemasan obat dengan benar.
Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sangat dianjurkan untuk mengetahui apakah kotoran telinga yang mengeras tersebut mengalami infeksi atau peradangan.
Dokter umumnya akan merekomendasikan penggunaan obat tetes telinga sebanyak 3-4 kali sehari. Pemberian obat ini bisa dilakukan di rumah sesuai petunjuk dokter.
Beberapa obat tetes telinga yang mungkin direkomendasikan dokter adalah obat pelunak kotoran yang berbahan dasar air dan memiliki kandungan hidrogen peroksida, natrium dokusat, karbogliserin, atau asam asetat.
Adapun cara menggunakan obat tetes telinga telinga untuk mengeluarkan kotoran yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.
Pertama-tama, cucilah tangan dengan air dan sabun.
Bersihkan telinga luar dengan air hangat atau kain lembap, kemudian keringkan dengan handuk bersih.
Hangatkan obat tetes telinga dengan menggenggam botol selama 1-2 menit, kemudian kocok pelan.
Miringkan kepala sehingga telinga yang akan diberikan obat menghadap ke atas.
Selanjutnya, tarik daun telinga ke atas dan ke belakang untuk anak di atas 3 tahun dan orang dewasa.
Sementara untuk anak usia kurang dari 3 tahun, tarik daun telinga ke bawah dan ke belakang.
Dengan menarik daun telinga, nantinya obat dapat mengalir di sepanjang saluran telinga.
Teteskan obat sebanyak yang telah ditentukan sesuai petunjuk tepat ke dalam saluran telinga. Untuk mencegah kontaminasi, jangan sampai ujung obat tetes menyentuh telinga.
Pertahankan posisi kepala selama 2-3 menit. Berikan penekanan secara lembut pada tragus telinga (bagian menonjol dari telinga depan yang dekat dengan pipi) agar obat dapat mencapai dasar saluran telinga.
Jika sudah selesai, pasang kembali tutup botol obat tetes telinga dengan rapat.
Cuci tangan dengan air dan sabun untuk membersihkan sisa obat tetes telinga yang mungkin menempel.
Selain beberapa cara di atas, dokter mungkin merekomendasikan tindakan medis untuk mengeluarkan kotoran yang menyumbat telinga, seperti:
Irigasi telinga, yakni tindakan membersihkan kotoran telinga dengan cara membilas saluran telinga menggunakan cairan saline steril.
Microsuction, yakni tindakan menyedot kotoran telinga menggunakan alat khusus.
Aural scrapping, yakni tindakan mengeluarkan kotoran telinga menggunakan alat tipis yang memiliki lingkaran di salah satu ujungnya.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan obat tetes telinga?

Apa kegunaan obat tetes telinga?
Obat tetes telinga adalah obat berbentuk cairan atau larutan yang digunakan untuk membersihkan kotoran, meredakan peradangan, serta menangani infeksi pada telinga.
Apa kandungan obat tetes telinga?

Apa kandungan obat tetes telinga?
Obat tetes telinga umumnya memiliki kandungan antibiotik, steroid, atau antijamur.
Apa fungsi kotoran telinga?

Apa fungsi kotoran telinga?
Kotoran telinga terdiri dari zat lemak yang menyerupai lilin dan berfungsi sebagai pelindung gendang telinga terhadap debu maupun jenis kotoran lainnya.
