5 Cara Menghilangkan Karang Gigi secara Alami yang Aman dan Efektif
ยทwaktu baca 5 menit

Karang gigi adalah penumpukan plak yang mengeras dan melekat di sela-sela gigi yang menempel pada gusi. Kondisi ini umumnya bisa ditangani dengan perawatan alami maupun prosedur medis tertentu.
Penyebab utama karang gigi adalah timbunan plak. Mengutip jurnal Periodontal (Gum) Disease oleh National Institute of Dental and Craniofacial Research, plak merupakan suatu endapan lunak yang tidak berwarna, melekat erat pada permukaan gigi, serta terbentuk dari air liur, sisa makanan, kapur, dan bakteri.
Plak bisa dibersihkan dengan menyikat gigi dan tidak bisa hilang dengan berkumur. Jika plak dibiarkan, setelah 72 jam akan menjadi karang gigi.
Karang gigi terbentuk karena plak mengalami pengapuran dan mengeras, sehingga menjadi tempat penimbunan bakteri. Apabila karang gigi tidak dibersihkan, kerusakan jaringan penyangga gigi mungkin akan terjadi.
Karang gigi yang menumpuk dapat menyebabkan gigi menjadi goyang dan menimbulkan rasa sakit. Pada kasus lanjutan, kondisi ini akhirnya bisa mengakibatkan gigi tanggal. Lantas, bagaimana cara menghilangkan karang gigi?
Cara Menghilangkan Karang Gigi secara Alami
Karang gigi tidak dapat dihilangkan dengan menggunakan sikat gigi ataupun benang gigi. Perlu dipahami, karang gigi adalah akumulasi dari timbunan plak yang mengeras, sehingga membersihkan karang gigi tidak cukup jika dengan sikat gigi saja.
Biasanya, pembersihan karang gigi dilakukan oleh dokter gigi dengan prosedur scaling. Menurut American Academy of Family Physicians, scaling adalah prosedur non-operasi yang dilakukan untuk membersihkan dan menghilangkan plak maupun karang gigi.
Selain dengan tindakan scaling, ada sejumlah cara alami untuk menghilangkan penumpukan plak yang dapat menyebabkan pembentukan karang gigi. Dikutip dari Modern Family Dental Care, berikut beberapa cara menghilangkan karang gigi secara alami yang bisa dilakukan.
1. Cuka Putih, Garam, dan Air
Meskipun memiliki rasa asam yang sangat kuat, cuka putih memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mencegah penumpukan plak dan karang gigi.
Cara penggunaannya, cukup mencampurkan dua sendok teh cuka putih dan setengah sendok teh garam ke dalam segelas kecil air hangat. Setelah itu, aduk campuran cuka, garam, dan air hangat tersebut.
Jadikan campuran air dan cuka putih sebagai obat kumur alami. Berkumurlah dengan air campuran tersebut selama 30 detik sebanyak dua kali sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
2. Soda Kue
Baking soda atau soda kue dapat membantu gigi terlihat lebih putih serta menetralkan asam penyebab gigi berlubang. Beberapa pasta gigi juga mengandung soda kue karena berfungsi sebagai abrasif lembut untuk menghilangkan plak dari gigi.
Cara penggunaannya, cukup dengan membuat membuat pasta menggunakan soda kue. Campurkan beberapa tetes air dengan setengah sendok teh soda kue, lalu aduk sampai menjadi pasta.
Kemudian, oleskan pasta tersebut ke sikat gigi yang akan Anda gunakan. Anda selanjutnya bisa menyikat gigi selama sekitar satu menit, pastikan menyikat gigi dengan lembut dan hati-hati. Setelahnya, bilas mulut dengan air mengalir.
3. Lidah Buaya
Lidah buaya terkenal dengan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa, termasuk baik untuk gigi. Sifat antibakteri dan antiinflamasinya dapat membantu mengatasi plak yang terdapat pada gigi.
Cara penggunaannya, campurkan satu sendok teh gel lidah buaya dengan empat sendok teh gliserin (bahan yang ditemukan di banyak pasta gigi), lima sendok makan soda kue, setetes minyak esensial lemon, dan secangkir air. Kemudian, aduk sampai merata hingga menjadi pasta.
Selanjutnya, oleskan pasta tersebut ke sikat gigi yang Anda pakai. Anda bisa menyikat gigi selama sekitar satu menit, pastikan menyikat gigi dengan lembut dan hati-hati. Setelah selesai, bilas mulut dengan air mengalir.
4. Minyak Kelapa
Minyak kelapa mengandung antioksidan dan asam laurat yang dapat membantu membasmi bakteri dalam mulut dan mengatasi timbunan plak. Cara penggunaannya, cukup berkumur dengan satu sendok makan minyak kelapa selama 5-10 menit. Lakukan cara ini sebanyak dua kali sehari untuk memperoleh hasil yang maksimal.
5. Air Putih
Mengonsumsi banyak air putih dapat meningkatkan produksi air liur. Air liur dalam mulut berfungsi untuk melembapkan dan meluruhkan sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi, sehingga mencegah timbunan plak dan bakteri penyebab infeksi mulut.
Dalam sebagian kasus, penderita karang gigi sering kali mengabaikan kondisi ini karena tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, penumpukan karang gigi dapat menyebabkan peradangan pada gusi.
Peradangan gusi yang parah oleh karang gigi dapat menyebabkan gigi goyang. Jika gigi sudah goyang, penanganan untuk mencegah gigi lepas akan lebih sulit ditangani.
Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Karang Gigi yang Sudah Mengeras
Apakah Karang Gigi Bisa Hilang dengan Sendirinya?
Menurut American Dental Association, karang gigi tidak bisa hilang dengan sendirinya. Apabila dibiarkan, karang gigi bisa menjadi lebih parah dan menyebabkan peradangan pada gusi.
Karang gigi dapat ditangani oleh dokter gigi dengan prosedur pembersihan scaling maupun menggunakan beberapa cara alami di atas. Apabila sudah terbentuk karang gigi, menyikat gigi atau menggunakan benang gigi tidak akan mampu menghilangkan timbunan plak yang mengeras tersebut.
Meski begitu, karang gigi bisa dicegah dengan melakukan beberapa perawatan untuk menjaga kesehatan mulut. Adapun cara mencegah karang gigi yang bisa dilakukan, antara lain:
Menyikat gigi secara teratur selama dua menit sebanyak dua kali sehari. Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut. Pastikan untuk menyikat permukaan gigi yang sulit dijangkau, seperti bagian graham belakang gigi.
Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan triclosan. Fluoride dapat membantu memperbaiki kerusakan email gigi, sedangkan triclosan mampu melawan bakteri penyebab plak.
Benang gigi merupakan cara efektif untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di sela-sela gigi. Benang gigi mampu menghilangkan plak di area gigi yang sulit dijangkau.
Gunakan obat kumur antiseptik setiap hari untuk membantu membunuh bakteri penyebab plak. Kandungan yang biasanya ditemui dalam obat kumur antiseptik adalah chlorhexidine.
Bakteri di mulut dapat berkembang biak dengan makanan manis dan bertepung. Ketika bakteri terpapar jenis makanan tersebut, mereka akan melepaskan asam berbahaya. Cobalah makan makanan yang sehat dan batasi jumlah makanan manis yang dimakan setiap harinya.
Berhenti merokok. Orang yang merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya berkemungkinan lebih besar untuk memiliki karang gigi. Karenanya, berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko terbentuknya karang gigi.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu karang gigi?

Apa itu karang gigi?
Karang gigi adalah penumpukan plak yang mengeras dan melekat di sela-sela gigi yang menempel pada gusi.
Apa penyebab karang gigi?

Apa penyebab karang gigi?
Penyebab utama karang gigi adalah timbunan plak.
Apa itu plak?

Apa itu plak?
Plak merupakan suatu endapan lunak yang tidak berwarna, melekat erat pada permukaan gigi, serta terbentuk dari air liur, sisa makanan, kapur, dan bakteri.
