5 Cara Menghilangkan Kerutan di Bawah Mata

Konten Media Partner
16 November 2022 16:26
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kerutan di bawah mata. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerutan di bawah mata. Foto: Shutterstock
Kerutan di bawah mata merupakan kondisi yang sering dialami oleh orang berusia di atas 30 tahun. Ini merupakan bagian alami dari proses penuaan yang wajar dan tidak berbahaya.
Seiring dengan bertambahnya usia, kulit kehilangan kemampuannya untuk beregenerasi. Kulit di area bawah mata lebih tipis ketimbang bagian tubuh lainnya sehingga lebih rentan terhadap proses penuaan. Akibatnya, kerutan di bawah mata pun sering muncul.
Kerutan di bawah mata bisa terjadi pada wanita maupun pria. Munculnya kerutan tersebut kerap kali dianggap mengganggu penampilan. Maka, tak heran jika banyak yang mencari cara menghilangkan kerutan di bawah mata.
Jika Anda termasuk salah satunya, artikel di bawah ini mungkin dapat membantu Anda menemukan solusi untuk mengatasi kerutan di bawah mata.

Penyebab Kerutan di Bawah Mata

Ilustrasi kerutan di bawah mata. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerutan di bawah mata. Foto: Unsplash
Meski termasuk tanda-tanda penuaan yang wajar, sejatinya ada beberapa penyebab kerutan di bawah mata lainnya yang membuatnya muncul lebih awal. Mengutip situs Healthline, beberapa faktor penyebabnya antara lain:

1. Radiasi UV

Sinar ultraviolet dapat memecah kolagen kulit di area mata. Kolagen merupakan protein utama dalam jaringan kulit sekaligus kunci struktur wajah yang bertahan dari waktu ke waktu. Karena itu, paparan sinar UV berlebihan dapat menyebabkan munculnya kerutan di bawah mata muncul lebih awal.

2. Merokok

Merokok dapat merusak kolagen, menyempitkan pembuluh darah di wajah, menghalangi sirkulasi ke pembuluh darah, serta menghilangkan vitamin A dari kulit. Beragam kondisi tersebut dapat mempercepat munculnya kerutan di bawah mata.

3. Ekspresi Berulang

Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan kemampuannya untuk kembali ke tempat semula. Karena itu, beragam ekspresi seperti tersenyum, cemberut, dan mengerutkan alis bisa mengakibatkan munculnya garis-garis halus di wajah, tak terkecuali di area bawah mata.
Dijelaskan dalam laman Medical News Today, penyebab kerutan di bawah mata juga dapat berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut jenis-jenis kerutan di bawah mata dan masing-masing penyebabnya:
Ilustrasi kerutan di bawah mata. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerutan di bawah mata. Foto: Unsplash

Kerutan Dinamis

Kerutan dinamis muncul karena adanya kontraksi berulang pada otot yang berada di bawah kulit. Kerutan ini biasanya terlihat saat otot sedang digunakan, misalnya saat tersenyum atau menyipitkan mata. Selain di daerah alis dan dahi, kerutan dinamis juga dapat timbul di sudut mata bagian luar.

Kerutan Statis

Kerutan dinamis yang dibiarkan begitu saja berpotensi menyebabkan kerutan statis. Kerutan ini ditandai dengan kulit keriput yang tetap terlihat meski otot wajah sedang istirahat. Kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, merokok, dan asupan gizi yang buruk juga menjadi penyebab kerutan statis.

Lipatan Keriput

Kulit yang kendur akibat penuaan berpengaruh pada struktur wajah dan dapat menyebabkan keriput. Keriput biasanya muncul di lekukan antara hidung dan mulut, tetapi bisa juga terjadi di area bawah mata.

Cara Menghilangkan Kerutan di Bawah Mata

Ilustrasi cara menghilangkan kerutan di bawah mata. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghilangkan kerutan di bawah mata. Foto: Shutter Stock

1. Bahan Alami

Banyak orang beralih ke pengobatan rumahan untuk memperbaiki tampilan kerutan di bawah mata. Salah satu bahan alami yang biasa digunakan adalah mentimun. Letakkanlah irisan mentimun di mata untuk membuat mata terasa lebih segar dan lembap serta mencegah munculnya kerutan di bawah mata.
Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa polifenol, senyawa kimia dalam makanan seperti teh hijau dan buah delima, dapat membantu mencegah munculnya keriput.

2. Mengubah Gaya Hidup

Seperti yang disebutkan, gaya hidup cukup berpengaruh pada munculnya kerutan di bawah mata. Oleh sebab itu, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat bisa menjadi solusi untuk mengatasinya. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kerutan di bawah mata, yaitu:
  • Melakukan senam wajah
  • Makan makanan seimbang
  • Menghindari paparan sinar matahari
  • Mengurangi atau berhenti merokok
  • Tidur yang cukup

3. Menggunakan Skincare Anti-aging

Ada banyak produk skincare anti-aging yang terbukti mampu menghilangkan kerutan di bawah mata secara efektif. Agar lebih mudah mencari produk yang sesuai, American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan beberapa skincare berikut:
  • Gunakan pelembap untuk membantu meminimalisir garis-garis halus di sekitar mata.
  • Cari produk yang telah dirancang khusus untuk mengatasi kerutan.
  • Hindari menggunakan lebih dari satu produk anti-aging.
  • Gunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit.
  • Cari produk yang hypoallergenic dan noncomedogenic atau nonacnegenic.
Ilustrasi menggunakan eye cream, krim mata Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan eye cream, krim mata Foto: Shutterstock

4. Facial Rejuvenation

Facial rejuvenation merupakan salah satu teknik perawatan kecantikan yang dilakukan untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan dini seperti garis dan keriput di bawah mata. Pada facial rejuvenation, zat toksin botulinum atau botox akan disuntikkan ke dalam kulit.
Meski dapat menghilangkan kerutan di bawah mata secara instan prosedur facial rejuvenation dapat menimbulkan efek samping berupa kelumpuhan otot jangka panjang, Bells Palsy, hingga kerusakan mata permanen.

5. Filler

Filler adalah prosedur kecantikan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan zat alami atau sintetis ke dalam garis, lipatan, dan jaringan tertentu pada tubuh. Tujuannya untuk menambah volume dan kepadatan sehingga bagian tubuh yang di-filler tampak lebih berisi.
Sama seperti facial rejuvenation, filler juga dapat menimbulkan berbagai efek samping, mulai dari memar, pendarahan, dan infeksi. Beberapa orang mungkin juga memiliki reaksi alergi terhadap filler.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(ADS)
Apa penyebab kerutan di bawah mata?
chevron-down
Garis bawah mata apakah normal?
chevron-down
Bagaimana cara mengencangkan kulit di bawah mata?
chevron-down