5 Obat Kudis untuk Atasi Infeksi Tungau
ยทwaktu baca 4 menit

Kudis adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa gatal di area kulit, terutama di malam hari. Penyebab terjadinya kudis adalah tungau yang hidup dan bersarang di kulit. Untuk mengatasinya, ada beberapa obat kudis yang dapat digunakan, seperti scabimite, canesten, hingga daktarin.
Umumnya, kudis bisa disembuhkan selama 4 minggu. Jika setelah 4 minggu masih muncul bentol kudis, segera lakukan konsultasi dengan dokter kulit untuk menerima obat kembali. Ingin tahu apa saja obat-obat kudis yang dapat dikonsumsi? Simak informasinya berikut ini.
Penyebab Kudis
Kudis (scabies) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Biasanya tungau ini terdapat di seprai, gorden, bantal, hingga pakaian, ketika bersembunyi di bawah kulit.
Ada beberapa risiko lebih tinggi yang membuat seseorang mengalami kudis. Mengutip WebMD, berikut informasinya:
Hidup berkelompok
Memiliki sistem daya tahan tubuh yang lemah
Mengonsumsi obat steroid
Orang-orang menjalani kemoterapi
Seseorang yang sering berada di fasilitas penitipan
Obat Kudis
Kudis sulit untuk dihilangkan, tapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa obat-obatan yang berpotensi membunuh tungau ini. Kebanyakan obat-obatan tersebut disarankan untuk dioleskan di sekujur tubuh, dari leher ke bawah selama setidaknya 8 jam.
Lantas, apa saja obat kudis yang direkomendasikan untuk menyembuhkan kudis? Simak informasinya berikut ini.
1. Scabimite
Scabimite adalah obat yang berbentuk seperti krim atau salep. Scabies ini memiliki kandungan permethrin sebanyak 5% yang bisa digunakan untuk membunuh tungau atau parasit. Menurut laman MedSpace, obat ini bekerja dengan mencegah natrium (garam) yang memasuki sel-sel tungau, sehingga terjadi kelumpuhan dan kematiannya.
Namun perlu diingat, scabimite termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Tidak hanya itu, ada beberapa efek samping yang dirasakan ketika mengoleskan scabimite walaupun hanya sementara, seperti iritasi kulit hingga pembengkakan.
2. Canesten cream
Obat kudis yang selanjutnya adalah canesten cream. Canesten bermanfaat untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, karena kandungan bahan aktif clotrimazole. Dikutip dari laman Drugs, obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi senyawa ergosterol yang dibutuhkan jamur untuk bertahan hidup.
Sama dengan scabimite, canesten termasuk obat yang pemakaiannya harus disesuaikan dengan aturan pakai agar hasilnya tetap maksimal. Kendati demikian, obat ini berpotensi memberikan beberapa efek samping, di antaranya:
Nyeri atau rasa tidak nyaman pada kulit
Kulit mengelupas
Kemerahan dan rasa terbakar di area kulit
Rasa terbakar, gatal, nyeri vagina dan saluran kencing
Kram pada area perut bagian bawah
3. Salep 88
Menyadur laman My Cleveland Clinic, salep 88 adalah obat luar yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, salah satunya kudis. Obat ini memiliki berbagai macam kandungan bahan aktif berupa asam salisilat, asam benzoat, sulfur, hingga belerang.
Sama seperti obat-obat salep lainnya, salep 88 bisa memberikan beberapa efek samping. Menyadur studi Journal of Arthropod-Borne Diseases, berikut informasinya.
Iritasi
Dermatitis
Biduran
4. Daktarin
Daktarin adalah obat yang mengandung bahan aktif miconazole 2% untuk mengatasi iritasi kulit, terutama kudis. Obat ini bekerja dengan cara merusak struktur sel jamur dan menghentikan pertumbuhan jamur. Dengan begitu, gejala-gejala kudis bisa berkurang sedikit demi sedikit.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), daktarin termasuk ke dalam obat kategori C, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Adapun beberapa efek samping yang dapat dirasakan, di antaranya:
Munculnya iritasi dan rasa terbakar di sekitar kulit
Ruam kemerahan
Kulit menjadi lebih kering
Rasa tidak nyaman di mulut
Perubahan rasa di mulut
5. Fungiderm
Fungiderm adalah obat yang mengandung zat aktif clotrimazole yang bisa mengobati infeksi jamur pada kulit, salah satunya adalah kudis. Cara kerja fungiderm tersebut bisa membantu meredakan gejala-gejala infeksi dengan cara mematikan, serta menghambat pertumbuhan jamur-jamur lainnya dapat menyebabkan infeksi.
Adapun beberapa efek samping yang dapat dirasakan ketika menggunakan krim fungiderm, seperti ruam kemerahan, sensasi menyengat pada kulit, dan iritasi di sekitar kulit.
Berapa Lama Penyakit Kudis Bisa Sembuh?
Penyakit kudis tidak bisa disembuhkan dengan sendirinya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa pengobatan yang dapat digunakan. Lantas, berapa lama penyakit kudis bisa sembuh? Menurut laman Medical News Today, usai melakukan pengobatan, biasanya dibutuhkan 4 minggu hingga gejalanya menghilang.
Namun, jika gejala tersebut masih ada hingga lewat dari minggu ke-4, pengobatan lebih lanjut mungkin diperlukan. Sebab kondisi tersebut bisa menjadi pertanda bahwa masih ada tungau yang hidup di sekitar kulit.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Kudis disebabkan oleh apa?

Kudis disebabkan oleh apa?
Kudis (scabies) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei.
Berapa lama penyakit kudis bisa sembuh?

Berapa lama penyakit kudis bisa sembuh?
Usai mengonsumsi obat-obatan tersebut, kudis bisa disembuhkan selama 4 minggu.
Apa itu kudis?

Apa itu kudis?
Kudis adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa gatal di area kulit, terutama ketika di malam hari.
