5 Penyebab Luka di Payudara yang Tak Kunjung Sembuh
ยทwaktu baca 4 menit

Luka di payudara yang tak kunjung sembuh bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, salah satunya adalah posisi menyusui yang salah. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini menjadi suatu gejala dari munculnya masalah kesehatan, seperti kanker payudara.
Ada beberapa cara mengobati luka di payudara yang dapat dilakukan, mulai dari mengompres menggunakan air hangat, bilas menggunakan air garam, dan lain sebagainya. Ingin tahu lebih banyak informasi tentang luka di payudara yang tak kunjung sembuh? Simak artikel di bawah ini.
Penyebab Luka di Payudara yang Tak Kunjung Sembuh
Luka di payudara bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, tapi umumnya adalah posisi menyusui yang salah. Ini terjadi ketika bayi hanya mengisap ujung puting atau mulutnya tidak sepenuhnya masuk pada bagian puting dan areola payudara, sehingga puting terjepit di antara lidah dan langit-langit.
Selain karena posisi menyusui, luka di payudara juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Apa saja penyebab luka di payudara yang tak kunjung sembuh? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari berbagai macam sumber.
1. Infeksi payudara
Infeksi payudara atau mastitis adalah peradangan yang terjadi di payudara akibat adanya infeksi kuman. Kondisi ini biasanya dialami oleh wanita yang sedang menyusui, tapi tidak menutup kemungkinan dialami oleh wanita yang sedang tidak menyusui.
Menyadur laman Medical News Today, pada wanita yang tidak menyusui, infeksi payudara bisa terjadi karena adanya luka di kulit payudara yang menjadi jalan masuk bagi bakteri, sehingga menginfeksi jaringan payudara. Luka di payudara dapat ditemui pada wanita yang melakukan tindik pada puting payudara.
Sementara itu, pada ibu menyusui, infeksi payudara terjadi karena penumpukan pada air susu ibu (ASI) di payudara. Penumpukan ASI tersebut dapat mengandung kuman untuk masuk ke payudara dan menyebabkan infeksi serta luka.
2. Kanker payudara
Selain infeksi payudara, luka juga bisa terjadi karena adanya suatu penyakit, yakni kanker payudara. Kanker ini terjadi ketika sel-sel pada jaringan di payudara tumbuh secara tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat.
Menurut laman Indonesia Cancer Care Community, kanker payudara menyebabkan luka pada payudara. Luka ini berkembang hingga merusak jaringan kulit dan menyebabkan luka terbuka pada payudara. Terkadang luka ini dapat menghasilkan cairan dan bau tidak sedap.
Selain luka pada payudara, kanker payudara juga bisa menyebabkan munculnya benjolan. Benjolan tersebut dapat berupa kista yang berisikan cairan atau tumor jinak yang umumnya disebut dengan FAM.
3. Posisi menyusui yang salah
Luka di payudara juga muncul karena posisi menyusui yang salah. Ini terjadi ketika bayi hanya mengisap ujung puting atau mulutnya tidak sepenuhnya masuk pada bagian puting dan areola payudara, sehingga puting terjepit antara lidah dan langit-langit bagian keras pada mulut bayi.
Terlebih jika sang buah hati sudah mulai tumbuh gigi. Gusi akan terasa lebih gatal dan ia cenderung akan menggigit, sehingga dapat melukai puting.
4. Saluran susu tersumbat
Saluran susu yang tersumbat akan membuat ASI sulit untuk keluar, akibatnya bayi akan menyedot lebih kuat dan menyebabkan puting terasa sakit. Tersumbatnya saluran susu juga menyebabkan timbulnya benjolan di payudara yang jika dibiarkan terus-menerus akan memicu terjadinya peradangan, luka di payudara, hingga infeksi.
5. Infeksi jamur
Tidak hanya kuman, infeksi jamur juga menjadi penyebab munculnya luka di payudara. Jamur ini terjadi karena mulut atau lidah bayi yang mengalami infeksi.
Jamur tersebut akan menempel pada puting ibu ketika bayi menyusui. Jika puting terinfeksi, maka akan timbul gejala berupa lecet, kemerahan, gatal, hingga nyeri payudara.
Cara Mengobati Luka di Payudara yang Tak Kunjung Sembuh
Kondisi ini menyebabkan gejala yang membuat pengidapnya tidak nyaman. Luka di payudara ini bisa diatasi dengan melakukan beberapa pengobatan.
Berikut beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengobati puting luka di payudara, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today.
Menurut studi dalam ACS Publications, ASI yang diproduksi oleh tubuh ibu sebenarnya mengandung anti-bakteri, sehingga bisa digunakan untuk mengobati puting lecet dan mengurangi rasa sakitnya.
Luka di payudara dapat dikompres menggunakan air hangat yang juga dapat membantu membersihkan area puting dan meningkatkan produksi ASI.
Memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti minyak zaitun, minyak kelapa atau minyak almond berkhasiat melembabkan area puting yang lecet.
Luka di payudara dapat diobati dengan menggunakan salep khusus yang mengandung chamomile atau calendula untuk menenangkan puting yang lecet.
Rutin mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, sehingga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan beberapa infeksi jamur yang rentan terjadi ketika puting lecet.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa obat untuk payudara yang luka?

Apa obat untuk payudara yang luka?
Luka di payudara dapat diobati dengan menggunakan salep khusus yang mengandung chamomile atau calendula untuk menenangkan puting yang lecet.
Kenapa luka di payudara yang tak kunjung sembuh?

Kenapa luka di payudara yang tak kunjung sembuh?
Luka di payudara juga muncul karena posisi menyusui yang salah, seperti bayi yang hanya mengisap ujung puting atau mulutnya yang tidak sepenuhnya masuk pada bagian puting dan areola payudara.
Bagaimana cara mengatasi payudara yang luka?

Bagaimana cara mengatasi payudara yang luka?
Luka di payudara dapat dikompres menggunakan air hangat yang juga dapat membantu membersihkan area puting dan meningkatkan produksi ASI.
