5 Tanda-Tanda Diabetes Semakin Parah yang Perlu Diwaspadai
ยทwaktu baca 5 menit

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin yang dihasilkan, sehingga glukosa atau gula darah tidak dapat diserap oleh sel-sel tubuh.
Gula darah yang tidak diserap sel tubuh dengan baik akan menumpuk dalam darah. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan pada organ tubuh. Jika gula darah semakin tidak terkontrol, diabetes dapat menimbulkan komplikasi yang berisiko mengancam nyawa penderitanya.
Secara umum, kadar gula darah normal pada pagi hari sebelum makan atau berpuasa adalah 70-110 mg/dl darah. Sementara kadar gula darah normal biasanya kurang dari 120-140 mg/dl pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat.
Apa Ciri-Ciri Diabetes?
Diabetes adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat mengatur kandungan gula dalam darah. Akibatnya, gula yang biasanya diangkut menuju sel-sel tubuh sebagai sumber energi justru tercecer dalam aliran darah, bahkan ikut terbuang dalam air seni.
Pengaturan gula darah oleh tubuh dilakukan dengan bantuan hormon insulin yang berasal dari pankreas. Dikutip dari American Diabetes Association, diabetes terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 disebabkan karena tubuh tidak memproduksi insulin sehingga penderita harus disuntik insulin setiap hari untuk mengendalikan kadar gula darah. Diabetes tipe 1 biasa terjadi pada anak-anak dan remaja serta perkembangannya berlangsung cepat.
2. Diabetes Tipe 2
Pada diabetes tipe 2, pankreas memproduksi insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak meresponsnya secara normal. Jenis diabetes ini biasanya terkait dengan kegemukan serta beberapa kasus kehamilan dan kemungkinan baru terjadi pada usia di atas 40 tahun.
Mengutip jurnal Current Views on Type 2 Diabetes oleh Yi Lin dan Zhongjie Sun, kadar gula darah yang tinggi lambat laun akan mengakibatkan kerusakan pembuluh darah dan sistem saraf. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan gangguan fungsi mata, ginjal, serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan impotensi.
Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar gula dalam darahnya di atas 125 mg/dl (puasa) atau 200 mg/dl (tidak puasa). Namun, kebanyakan gejala diabetes baru terlihat bila gula darah sudah di atas 270 mg/dl.
Berikut gejala atau ciri-ciri diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang umum terjadi.
Dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan
Rasa haus terus-menerus
Peningkatan frekuensi buang air kecil
Kelelahan
Penurunan berat badan
Gangguan penglihatan
Penyembuhan luka yang lama
Sensasi kesemutan atau kebas di tangan dan kaki yang disebabkan kerusakan jaringan saraf
Kram pada otot, iritabilitas, serta emosi yang labil akibat ketidakseimbangan elektrolit
Tanda-Tanda Diabetes Semakin Parah
Seseorang dengan kondisi diabetes tidak terkontrol berisiko mengalami kadar gula darah tinggi yang membahayakan kesehatan. Kondisi ini dapat memicu serangkaian gejala, mulai dari perubahan suasana hati hingga kerusakan organ.
Komplikasi diabetes yang tidak terkontrol termasuk mudah terkena infeksi hingga ketoasidosis diabetik. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut tanda-tanda diabetes semakin parah yang bisa terjadi.
1. Peningkatan Buang Air Kecil
Sering buang air kecil atau poliuria adalah tanda umum diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang sudah parah. Biasanya, orang melepaskan sekitar 1-3 liter urine setiap hari. Dalam kasus diabetes yang parah, seseorang dapat mengeluarkan urine sebanyak 20 liter sehari.
Kondisi ini terjadi karena hiperglikemia, yakni keadaan ketika kadar gula dalam darah berada pada angka di atas normal. Pada hiperglikemia, tubuh mencoba membersihkan darah dari kelebihan glukosa. Ketika kadar gula tinggi, penderita menjadi lebih sering minum dan menyebabkan mereka menghasilkan lebih banyak urine.
2. Rasa Haus Berlebihan
Penderita diabetes yang parah sering kali mengalami polidipsia, yakni rasa haus yang berlebihan atau ekstrem. Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan semua glukosa dalam aliran darah karena tidak ada insulin yang mengantarnya ke sel tubuh.
Rasa haus ekstrem umum terjadi pada diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol dan juga dapat terjadi pada diabetes tipe 2 ketika kadar gula darah sangat tinggi.
Glukosa darah yang tinggi dapat mengakibatkan dehidrasi dan rasa haus, serta dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap air. Beberapa gejala lainnya menyebabkan dehidrasi parah, mulut kering, dan kepala pusing.
Rasa haus ekstrem dan buang air kecil yang berlebihan lebih mungkin terjadi ketika kadar gula darah seseorang di atas 250 mg/dl. Karena kedua kondisi tersebut dapat terjadi bersamaan, dehidrasi dapat terjadi bahkan ketika seseorang banyak minum air putih.
3. Ketoasidosis Diabetik
Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes serius yang terjadi karena tubuh memproduksi asam darah tingkat tinggi yang disebut keton. Kondisi ini termasuk keadaan darurat yang mengancam jiwa karena dapat menyebabkan tubuh tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi, tapi malah membakar lemak.
Keton adalah asam yang dihasilkan ketika tubuh membakar lemak untuk menghasilkan energi. Keton yang terlalu menumpuk di dalam darah dapat menyebabkan darah terlalu asam.
Beberapa gejala ketoasidosis diabetik meliputi pusing, mual, muntah, kebingungan, sakit perut, dan bau mulut. Dalam kasus yang parah, penderita bisa kehilangan kesadaran dan berpotensi menyebabkan koma hingga kematian.
4. Rentan Terinfeksi
Diabetes yang parah dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap infeksi. Segera konsultasi dengan dokter jika mulai mengalami infeksi lebih sering serta membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari luka atau infeksi daripada sebelumnya.
Penderita diabetes yang parah lebih mudah mengalami beberapa kondisi infeksi berikut:
Infeksi kulit, seperti selulitis atau bisul, terutama pada kaki
Infeksi saluran kemih, termasuk sistitis
Infeksi saluran pencernaan
Infeksi saluran pernapasan, seperti influenza
Infeksi jamur, seperti sariawan
Penderita diabetes yang mengalami infeksi biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan dapat memburuk lebih cepat dibandingkan orang lain tanpa kondisi diabetes.
5. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab
Penurunan berat badan adalah salah satu tanda paling jelas apabila mengalami diabetes yang tidak diobati. Jika mengalami penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, seperti tidak menjalani diet khusus atau olahraga, kemungkinan besar itu berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi.
Ketidakmampuan tubuh untuk menyerap glukosa dalam darah dapat menyebabkan penurunan berat badan. Kondisi ini juga berkaitan dengan buang air kecil berlebihan.
Apakah Orang Diabetes Bisa Hidup Normal?
Pada dasarnya, diabetes tidak bisa disembuhkan secara total. Itu karena diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara bertahap, namun kadar gula darah dapat turun hingga taraf normal.
Meskipun termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan, penderita diabetes tetap dapat hidup dan beraktivitas normal selama menjalani pola hidup sehat. Pola hidup sehat juga dapat mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi akibat gula darah tinggi.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Berapa kadar gula darah penderita diabetes?

Berapa kadar gula darah penderita diabetes?
Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar gula dalam darahnya di atas 125 mg/dl (puasa) atau 200 mg/dl (tidak puasa).
Apa penyebab diabetes tipe 1?

Apa penyebab diabetes tipe 1?
Diabetes tipe 1 disebabkan karena tubuh tidak memproduksi insulin sehingga penderita harus disuntik insulin setiap hari untuk mengendalikan kadar gula darah.
Apa itu ketoasidosis diabetik?

Apa itu ketoasidosis diabetik?
Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes serius yang terjadi karena tubuh memproduksi asam darah tingkat tinggi yang disebut keton.
