Kumparan Logo
Konten Media Partner

6 Cara Mengatasi Sakit Perut secara Alami dan Medis

Kata Dokter

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seorang wanita yang merasa sakit perut. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita yang merasa sakit perut. Foto: Pexels

Sakit perut adalah rasa sakit yang muncul di antara bagian dada dan panggul. Penderita sakit perut bisa merasakan sejumlah gejala, seperti kram, nyeri, dan rasa tertusuk di area perut.

Hampir semua orang pernah mengalami sakit perut. Sebagian besar tidak memiliki penyebab yang serius. Namun, ada beberapa macam sakit perut yang menjadi gejala dari penyakit lain yang lebih serius dan berbahaya.

Penyebab Sakit Perut

Dalam kebanyakan kasus, penyebab sakit perut tidak serius dan bersifat sementara. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan masalah pencernaan setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti:

  • Gangguan pencernaan

  • Perut kembung

  • Sembelit

  • Diare

  • Alergi dan intoleransi makanan

  • Keracunan makanan

Selain itu, adanya infeksi pada organ pencernaan dapat menyebabkan peradangan sementara, seperti:

  • Gastroenteritis virus (flu perut)

  • Penyakit ulkus peptikum

  • Refluks asam kronis (GERD)

  • Infeksi saluran kemih

  • Siklus reproduksi wanita, seperti menstruasi dan masa ovulasi

Sementara itu, terkadang sakit perut menunjukkan kondisi medis yang serius dan memerlukan perawatan segera. Dikutip dari Cleveland Clinic, penyebab sakit perut bisa berbeda-beda tergantung pada area perut yang sakit, di antaranya:

Ilustrasi seorang perempuan merasakan sakit perut sebelah kiri. Foto: Unsplash

1. Sakit Perut Kanan Atas

Perut kanan atas terdiri dari hati, kantong empedu, saluran empedu, dan ginjal kanan di bagian belakang rongga perut. Selain itu, bagian pertama dari usus kecil dan besar juga melewati area perut ini.

Sakit perut kanan atas kemungkinan besar berhubungan dengan penyakit liver atau penyakit kantong empedu, seperti:

  • Hepatitis (alkoholik, toksik, metabolik, virus atau autoimun)

  • Batu empedu

  • Kolesistitis (radang kantong empedu)

  • Kanker saluran empedu

  • Kanker kantong empedu

  • Kanker hati

  • Batu ginjal

  • Infeksi ginjal

  • Ulkus duodenum.

  • Obstruksi usus besar

2. Sakit Perut Kiri Atas

Perut kiri atas terdiri dari pankreas, limpa, dan ginjal kiri di belakang rongga perut. Beberapa penyebab sakit perut kiri atas, yaitu:

  • Pankreatitis (pankreas yang meradang)

  • Kanker pankreas

  • Splenomegali (pembesaran limpa)

  • Radang perut

  • Sakit maag

  • Refluks empedu

  • Kanker perut

  • Infeksi ginjal

  • Batu ginjal

Sakit perut kiri atas juga dapat terkait dengan masalah di paru-paru atau jantung, seperti angina, serangan jantung, perikarditis, radang paru-paru, dan emboli paru.

3. Sakit Perut Kiri Bawah

Perut bagian bawah terdiri dari sebagian besar usus kecil dan usus besar. Sakit perut kiri bawah kemungkinan besar terkait dengan penyakit gastrointestinal, seperti:

  • Sindrom iritasi usus besar

  • Dispepsia fungsional

  • Penyakit radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa)

  • Obstruksi usus besar atau kecil

  • Kanker usus kecil

  • Kanker usus besar

  • Aneurisma aorta abdominal

  • Peritonitis (peradangan pada peritoneum)

  • Batu ginjal

3. Sakit Perut Bagian Tengah

Sakit perut di bagian tengah atas (ulu hati) dapat disebabkan oleh sakit maag, tukak lambung, atau radang pankreas. Sementara sakit perut bagian tengah bawah yang berasal dari area panggul bisa disebabkan oleh:

  • Endometriosis

  • Kista ovarium

  • Penyakit radang panggul

  • Kehamilan ektopik

  • Kanker ovarium

  • Kanker rahim

4. Sakit Perut Kiri Bawah

Sakit perut di bagian kiri bawah paling sering dikaitkan dengan divertikulosis dan divertikulitis usus besar. Divertikula (kantung kecil di dinding usus) dapat timbul di seluruh usus besar, tetapi biasanya berkembang di bagian kiri bawah.

Selain itu, sakit perut kiri bawah juga bisa disebabkan oleh infeksi indung telur, radang usus, infeksi saluran kemih, dan batu saluran kemih.

5. Sakit Perut Kanan Bawah

Sakit perut di bagian kanan bawah biasanya berhubungan dengan usus buntu. Selain itu, beberapa penyebab umum sakit perut lainnya meliputi:

  • Nyeri psikosomatis

  • Hipersensitivitas visceral

  • Perut kembung

  • Cedera traumatis

  • Ketegangan otot

  • Herpes zoster

Cara Mengatasi Sakit Perut

Pada dasarnya, pengobatan sakit perut disesuaikan dengan penyebabnya. Sakit perut yang muncul sehabis makan dan tidak serius bisa diobati dengan perawatan di rumah. Namun, periksakan diri kepada dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Sakit perut muncul tiba-tiba dan terasa sangat sakit

  • Kesadaran menurun

  • Sakit perut berulang, yaitu keluhan timbul dalam 3 bulan terakhir, minimal 1 kali sebulan

  • Sakit perut disertai muntah dan perut kembung

  • Sakit perut disertai buang air besar dengan bercak darah

  • Sakit perut disertai demam dan muncul bercak kemerahan di kulit

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium (periksa darah, urine, dan tinja) untuk menegakkan diagnosis. Jika perlu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi rongga perut atau foto rontgen saluran pencernaan.

Perlu diketahui, beberapa penyebab sakit perut bisa memiliki gejala yang sama, meskipun penyakitnya berbeda. Dikutip dari Better Health Channel, adapun beberapa cara mengobati sakit perut yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Kompres Hangat

Sakit perut akibat kelebihan gas atau perut kembung dapat diredakan dengan menggunakan kompres hangat pada bagian perut yang terasa sakit. Selain itu, bisa juga mandi air hangat untuk mengurangi sakit yang ditimbulkan.

2. Minum Banyak Air Putih

Ilustrasi minum air putih untuk mengatasi sakit perut. Foto: Unsplash

Jika sakit perut disebabkan oleh gangguan pencernaan akibat kelebihan gas, ketegangan otot, dan sembelit, kondisi ini bisa diatasi dengan banyak minum air putih. Air putih terbukti dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mulas.

Selain itu, tubuh membutuhkan air untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan dan minuman secara efisien. Kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi membuat pencernaan lebih sulit menyerap nutrisi, yang dapat meningkatkan kemungkinan penyebab sakit perut.

3. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Jika penyebab sakit perut adalah ketegangan otot, mengonsumsi obat pereda nyeri dapat menjadi pilihan untuk mengurangi rasa sakit sementara. Minum obat pereda nyeri yang bisa dibeli bebas di apotek, seperti paracetamol dan ibuprofen.

4. Diet BRAT

Ilustrasi diet BRAT untuk mengatasi sakit perut. Foto: Unsplash

BRAT adalah diet rendah serat, yakni mengonsumsi makanan yang tidak terlalu padat dan memiliki daya serap tinggi. Diet BRAT meliputi pisang (banana), nasi (rice), saus apel (apple sauce), dan roti panggang (toast).

Meski begitu, diet BRAT pada dasarnya hanya perlu mengonsumsi makanan yang tidak berbumbu dan pedas, serta memiliki kandungan serat yang rendah ataupun mudah dicerna usus.

5. Menghindari Rokok dan Alkohol

Sakit perut bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok dan minum alkohol yang dapat memicu maag dan gangguan pencernaan lainnya, misalnya asam lambung naik.

Menghindari merokok dan minum alkohol tidak hanya bisa meredakan rasa nyeri di bagian perut, tapi juga meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan risiko beberapa penyakit, seperti kanker.

6. Tindakan Pembedahan

Penyebab sakit perut yang lebih serius mungkin memerlukan tindakan pembedahan. Beberapa kondisi medis yang memerlukan pembedahan misalnya hernia atau penyumbatan usus.

Baca Juga: 6 Obat Sakit Perut Melilit dari Apotik dan Bahan Alami

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Sakit Perut?

Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sakit perut untuk menghindari kondisi yang lebih parah, seperti:

  • Mengonsumsi susu dan produk olahan susu. Laktosa yang terdapat dalam susu sapi dan produk olahan susu sulit dicerna. Jika tidak dicerna dengan baik, laktosa dapat menyebabkan kelebihan gas dan perut kembung.

  • Mengonsumsi makanan asam. Hindari mengonsumsi makanan asam seperti jeruk, nanas, atau tomat karena dapat memperburuk kondisi sakit perut.

  • Mengonsumsi kafein. Mengonsumsi minuman berkafein dapat menyebabkan sakit perut yang lebih parah, seperti timbul diare.

  • Kurang istirahat. Penderita yang mengalami sakit perut karena infeksi virus atau bakteri membutuhkan istirahat yang cukup untuk mempercepat pemulihan. Jika kurang istirahat, sakit perut bisa lama untuk sembuh.

  • Tidak makan dengan baik. Sakit perut yang memang tidak nyaman, sehingga membuat orang malas makan. Namun, tidak makan justru dapat memperparah rasa sakit dan bisa menyebabkan perut kembung dam mulas.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa sakit perut berbahaya?

chevron-down

Dalam kebanyakan kasus, penyebab sakit perut tidak serius dan bersifat sementara. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan masalah pencernaan setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Apa penyebab sakit perut kiri atas?

chevron-down

Beberapa penyebab sakit perut kiri atas, yaitu pankreatitis (pankreas yang meradang), kanker pankreas, dan splenomegali (pembesaran limpa).

Apa penyebab sakit perut bagian tengah bawah?

chevron-down

Sakit perut bagian tengah bawah yang berasal dari area panggul bisa disebabkan oleh endometriosis, kista ovarium, dan penyakit radang panggul.