Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten Media Partner
6 Jenis Obat Gatal di Apotik yang Ampuh
4 Agustus 2022 13:24 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Ada banyak jenis obat gatal di apotik yang bisa ditemukan, di antaranya adalah antihistamin, kortikosteroid, antijamur, dan lain-lain. Penggunaan obat gatal sendiri biasanya ditentukan berdasarkan penyebab munculnya rasa gatal-gatal.
ADVERTISEMENT
Menurut Yvette A. Tivoli dan Richard M. Rubenstein dalam jurnal Pruritus, gatal bisa disebabkan oleh penyebab dermatologis, psikologis, dan sistematik. Contoh penyebab kulit gatal-gatal yang paling umum adalah kondisi kulit kering, reaksi tubuh terhadap alergen, penyakit kulit, dan lain-lain. Setiap masalah gatal-gatal bisa disembuhkan dengan jenis obat gatal yang tepat.
Obat Gatal di Apotek
Pada dasarnya, obat gatal digunakan untuk meredakan gejala gatal-gatal yang diakibatkan oleh kondisi tertentu. Berikut beberapa pilihan jenis obat gatal yang mudah ditemukan di apotek.
1. Krim Pelembab
Krim pelembab bisa menjadi obat untuk mengatasi gatal-gatal akibat kulit yang terlalu kering. Krim ini bisa membantu kulit untuk terhidrasi, sehingga meredakan rasa gatal-gatal yang ada.
Saat ini, ada banyak jenis krim pelembab untuk wajah dan badan yang bisa dibeli di apotek atau toko perawatan.
ADVERTISEMENT
2. Antihistamin
Bagi seseorang yang menderita gatal-gatal akibat alergi, antihistamin bisa menjadi obat yang tepat untuk meringankan gejala tersebut. Antihistamin sendiri adalah jenis obat yang banyak digunakan untuk mengatasi alergi.
Antihistamin bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan histamin, yakni senyawa yang diproduksi oleh tubuh saat mengalami reaksi terhadap alergen. Jadi, antihistamin akan bekerja untuk mengontrol jumlah histamin, sehingga bisa meredakan rasa gatal-gatal yang dialami oleh seseorang akibat reaksi alergi.
Contoh obat antihistamin yang bisa ditemukan di apotek adalah diphenhydramine, clemastine, promethazine, loratadine, dan lain-lain.
3. Kortikosteroid
Kortikosteroid adalah contoh obat gatal di apotik yang bisa dikonsumsi. Jenis obat ini biasa digunakan untuk mengatasi gatal-gatal akibat radang (inflamasi) atau alergi.
Menurut Dennis M Williams dalam Clinical Pharmacology of Corticosteroids, kortikosteroid adalah obat yang bisa menekan produksi zat yang menimbulkan peradangan. Obat ini banyak digunakan untuk mengatasi eksim, dermatitis, dan gatal-gatal.
ADVERTISEMENT
Kortikosteroid terdiri dari bentuk, yakni tablet minum (oral) dan obat (topikal). Contoh obat kortikosteroid yang bisa ditemukan di apotek adalah betamethasone, methylprednisolone, prednisolone, triamcinolone, dan lain-lain.
4. Antijamur
Obat antijamur adalah pilihan obat yang tepat apabila gejala gatal-gatal disebabkan oleh infeksi jamur. Antijamur diperlukan untuk membasmi sel-sel jamur serta menghentikan pertumbuhannya.
Saat ini, ada banyak jenis obat-obatan antijamur yang bisa dikonsumsi untuk meredakan gatal-gatal akibat infeksi jamur. Contohnya adalah ketoconazole, clotrimazole, fluconazole, terbinafine, amphotericin B, dan lain-lain.
5. Antibiotik
Apabila gatal-gatal disebabkan oleh infeksi akibat bakteri, maka penderita bisa meredakan gejalanya dengan mengonsumsi obat antibiotik. Hampir sama dengan cara kerja obat antijamur, antibiotik bekerja dengan cara membunuh bakteri serta mencegah tumbuh kembang dari bakteri tersebut.
ADVERTISEMENT
Contoh obat antibiotik yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi gatal-gatal akibat bakteri ialah amoxicillin, azithromycin, doxycycline, dan lain-lain.
6. Antidepresan
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya kondisi psikologis bisa menjadi faktor penyebab munculnya gejala gatal-gatal pada beberapa bagian tubuh.
Dalam jurnal ilmiah yang berjudul The Vicious Cycle of Itch and Anxiety karya Kristen M. Sanders dan Tasuku Akiyama, suatu studi menyatakan bahwa terdapat kaitan antara gejala gatal kronis dengan kondisi stres, kecemasan, depresi, dan keinginan untuk bunuh diri.
Untuk mengatasi gatal-gatal akibat kondisi tersebut, pasien bisa mengonsumsi obat antidepresan meskipun antidepresan tidak dibuat untuk meredakan rasa gatal-gatal. Namun, antidepresan bekerja dengan cara menurunkan kerja sensor gatal pada tubuh sehingga tubuh akan sulit mendeteksi area yang sebenarnya gatal.
ADVERTISEMENT
Contoh obat yang bisa menangani depresi sekaligus meredakan rasa gatal adalah doxepin. Selain itu, terdapat contoh obat antidepresan lainnya, seperti sertraline, fluoxetin, citalopram, dan lain-lain.
Itulah beberapa contoh obat gatal di apotik yang bisa dikonsumsi sesuai dengan penyebabnya. Apabila belum mengetahui penyebab timbulnya gejala gatal-gatal, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan rekomendasi obat gatal di apotik yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)