Kumparan Logo
Konten Media Partner

6 Obat Penurun Panas untuk Anak dari Apotek dan Bahan Alami

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa saja obat penurun panas untuk anak? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja obat penurun panas untuk anak? Foto: Unsplash

Demam pada anak termasuk kondisi yang sering terjadi karena imun tubuh belum mampu melawan infeksi atau bakteri. Tak jarang demam ini muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti batuk hingga hidung tersumbat. Untuk mengatasinya, ada beberapa obat penurun panas untuk anak yang dapat dikonsumsi.

Obat penurun panas untuk anak ini dapat didapatkan dari apotek hingga bahan-bahan alami. Namun, obat penurun panas tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu. Lantas, apa saja obat penurun panas untuk anak? Simak informasinya pada artikel ini.

Obat Penurun Panas untuk Anak

Demam pada anak terjadi karena sistem kekebalan tubuh sedang bekerja untuk melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. Menyadur laman Healthline, demam terjadi ketika otak memberikan sinyal pada tubuh untuk meningkatkan suhu tubuh.

Umumnya, suhu normal pada bayi dan anak-anak adalah 36,4-37 derajat celsius. Namun, hal ini berbeda pada setiap anak. Demam pada anak sendiri bisa disebabkan karena beberapa kondisi, di antaranya:

Obat-obat penurun panas untuk anak. Foto: Unsplash
  • Efek imunisasi. Imunisasi dapat menyebabkan suhu badan meningkat, tapi kondisi ini relatif lebih ringan dibandingkan dengan penyebab demam yang lainnya.

  • Infeksi virus. Beberapa infeksi virus yang dapat menyebabkan anak mengalami demam, yakni influenza, radang amandel, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), infeksi ginjal, infeksi saluran kemih, cacar air, dan lain-lain.

  • Cuaca. Ketika memasuki musim pancaroba, cuaca bisa menyebabkan anak-anak mengalami demam.

Lantas, apa saja obat penurun panas untuk anak dari apotek? Simak informasinya pada artikel ini, seperti yang dikutip dari laman National Health Service.

1. Hufagripp

Hufagripp adalah obat untuk meredakan gejala flu, batuk, pilek, dan demam (panas) tergantung pada varian obatnya. Hufagripp ini tersedia dalam beberapa warna produk, mulai dari Hufagripp Flu & Batuk dengan warna kuning, Hufagripp BP dengan warna hijau, Hufagripp TMP dengan warna merah, dan Hufagripp Pilek yang berwarna biru.

Obat ini bekerja dengan cara meredakan nyeri ringan hingga nyeri gigi atau sakit kepala. Untuk hasil yang lebih maksimal, Hufagripp dianjurkan untuk dikonsumsi 3-4 kali dalam sehari, dengan aturan dosis yang disesuaikan dengan masing-masing usia. Menyadur laman HUFA, berikut dosis yang ditetapkan dalam mengonsumsi obat ini:

  • Anak 1-2 tahun bisa mengkonsumsi obat ini dengan takaran 1/2 sendok teh atau setara dengan 2,5 ml.

  • Anak 3-7 tahun sebaiknya minum obat ini 1 takaran sendok teh atau 5 ml

  • Anak 8-12 tahun dianjurkan minum sebanyak 2 sendok teh atau 10 ml.

2. Termorex

Obat penurun panas lainnya adalah Termorex. Termorex adalah rekomendasi obat dengan harga terjangkau yang bisa didapatkan di apotek dengan resep dokter yang mengandung paracetamol, bebas alkohol, dan memiliki rasa jeruk.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat salah satu senyawa di dalam tubuh agar tidak fokus pada rasa sakit. Obat ini dapat mempengaruhi bagian otak yang berhubungan dengan suhu tubuh. Menurut laman MIMS Indonesia, Termorex dapat dikonsumsi dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak 3 tahun, 3-4 kali sehari 5 ml sirup

  • Anak 4-5 tahun, 3-4 kali sehari 7.5 ml sirup

  • Anak 6 tahun, 3-4 kali sehari 10 ml sirup

3. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat pereda nyeri yang dapat menurunkan panas anak. Tidak hanya untuk mengurangi demam, obat ini juga bisa mengobati rasa sakit atau peradangan yang disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, hingga radang sendi.

Anak-anak dapat mengonsumsi ibuprofen dengan dosis 4-50 mg yang dapat diberikan 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Dosis maksimal untuk anak-anak adalah 2.400 mg per harinya. Adapun beberapa efek samping yang dirasakan, mulai dari masalah pencernaan, pusing, sakit kepala, hingga telinga yang berdenging.

Obat Penurun Panas Anak Alami

Selain mengonsumsi obat-obatan yang sudah disebutkan di atas, obat penurun panas dapat dikonsumsi dengan mengonsumsi bahan-bahan alami. Dibandingkan obat dari apotek, obat penurun panas anak alami ini tidak memberikan efek samping.

Lebih jelasnya, berikut beberapa obat penurun panas anak alami, seperti yang dikutip dari laman Very Well Health.

1. Bawang merah

Bawang merah dapat menurunkan suhu tubuh serta meredakan rasa nyeri. Cara untuk menurunkan demam secara alami, yakni dengan memotong 1 siung bawang merah menjadi 2 bagian, lalu membalurkan pada telapak kaki si anak.

2. Lemon dan madu

Lemon dan madu mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan demam. Untuk memaksimalkannya, pengidap dapat mengambil satu sendok makan madu dan 1 sendok makan air perasan lemon, lalu berikan pada anak yang mengalami demam.

3. Teh chamomile

Teh chamomile dapat diberikan untuk menurunkan panas pada anak secara alami. Teh ini bisa diberikan 2 kali sehari agar manfaatnya lebih maksimal. Teh chamomile ini dapat dikombinasikan dengan madu, lemon, dan lainnya.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Berapa suhu normal tubuh pada anak?
chevron-down

Umumnya, suhu normal pada bayi dan anak-anak adalah 36,4-37 derajat celcius.

Apa obat penurun panas anak alami?
chevron-down

Obat penurun panas anak alami dapat dikonsumsi adalah bawang merah, lemon, madu, hingga teh chamomile.

Apa saja yang menyebabkan anak demam?
chevron-down

Demam bisa disebabkan oleh imunisasi, infeksi virus, hingga cuaca.