6 Penyebab Benjolan di Dubur Tapi Bukan Wasir yang Perlu Diketahui
ยทwaktu baca 4 menit

Benjolan di dubur sebagian besar disebabkan oleh penyakit wasir atau ambeien. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab benjolan di dubur, tapi bukan wasir.
Benjolan di dubur yang muncul bisa berupa benjolan lunak atau benjolan keras. Sebagian besar benjolan disebabkan oleh wasir, yakni gangguan pada dubur yang ditandai dengan pembengkakan vena akibat tekanan. Namun, tidak selamanya benjolan pada dubur disebabkan oleh wasir.
Tergantung pada penyebabnya, benjolan seperti ini bisa ditangani dengan berbagai macam perawatan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab munculnya benjolan di dubur.
Lantas, apa saja penyebab benjolan di dubur selain wasir? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Benjolan di Dubur Tapi Bukan Wasir
Benjolan di dubur tentu akan membuat penderitanya tidak nyaman. Tidak melulu wasir, kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, antara lain:
1. Fisura Ani
Fisura ani merupakan luka atau robekan yang terjadi di dalam atau di luar lubang anus. Luka ini disebabkan oleh gangguan sembelit dan diare yang dapat merobek kulit yang melapisi lubang anus.
Ketika mulai sembuh, luka mungkin akan membentuk jaringan parut yang terasa seperti benjolan. Mengutip dari jurnal Anal Fissure oleh Jennifer Sam Beaty dan M. Shashidharan, dll, fisura ani dapat menyebabkan pendarahan dan rasa nyeri saat buang air besar, serta rasa tidak nyaman setelahnya.
2. Skin Tag
Skin tag adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan tumbuhnya daging di permukaan kulit yang tampak seperti kutil. Skin tag terbentuk akibat permukaan kulit yang kehilangan kolagen dan mengendur kemudian membentuk benjolan.
Skin tag disebabkan oleh kulit anus yang teriritasi. Umumnya, skin tag dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan pendarahan ringan. Namun, kondisi ini bukanlah gangguan yang membahayakan.
3. Kutil Kelamin
Kutil kelamin bisa menyebabkan timbulnya benjolan di dubur. Kutil dubur adalah pertumbuhan jaringan karena infeksi human papillomavirus (HPV).
Mengutip jurnal Genital Warts oleh Stephen W. Leslie, kutil dubur biasanya berukuran 5 mm atau lebih kecil dan warnanya menyerupai kulit. Gejala yang dirasakan kutil dubur seperti pendarahan, rasa tidak nyaman, gatal, dan keluarnya lendir.
4. Moluskum Kontagiosum
Moluskum kontagiosum adalah infeksi virus penyebab luka yang disebut papula yang terbentuk pada permukaan kulit. Papula biasanya berwarna bening, kuning, atau berwarna seperti daging merah.
Gangguan ini disebabkan oleh aktivitas seksual yang bisa menimbulkan luka benjolan di perut bagian bawah, paha atas, anus, dan daerah genital.
5. Jerawat
Jerawat bisa menjadi penyebab benjolan di dubur. Jerawat dapat terbentuk di lubang dubur akibat penyumbatan pori-pori akibat penumpukan minyak dan sel-sel kulit mati.
Pori-pori yang tersumbat dapat terisi nanah akibat luka infeksi di dubur yang dapat memicu munculnya jerawat. Jerawat dubur mungkin terasa seperti benjolan lunak yang berisi cairan.
Pada kondisi tertentu dapat, jerawat dapat iritasi yang menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada jerawat. Hindari kebiasaan memecahkan jerawat karena dapat menimbulkan infeksi yang dapat memperburuk gejala.
6. Kanker anus
Kanker anus adalah gangguan yang disebabkan oleh timbulnya sel-sel kanker di sekitar anus. Sel-sel ini dpat berkumpul membentuk benjolan atau jaringan tumor ganas. Beberapa gejala yang menyertai benjolan di dubur karena kanker adalah:
Perubahan frekuensi buang air besar yang ditandai dengan sulitnya buang air besar, dan lain-lain.
Keluarnya cairan atau lendir dari daerah anus.
Rasa sakit di sekitar dubur.
Munculnya rasa gatal dan pendarahan.
Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.
Apakah Benjolan di Dubur Bisa Hilang Dengan Sendirinya?
Benjolan di dubur yang diakibatkan oleh gangguan yang tidak serius biasanya akan hilang dalam kurun waktu 4-21 hari. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan, jenis penyebabnya, dan gaya hidup serta pola makan yang dilakukan.
Di samping itu, benjolan di dubur pada umumnya bisa diatasi dengan berbagai macam perawatan. Beberapa benjolan mungkin membutuhkan prosedur medis yang khusus. Secara umum, berikut pengobatan benjolan di dubur tergantung kondisinya:
Pengobatan fisura ani: mengonsumsi makanan tinggi serat, menggunakan obat pencahar jika gangguan disebabkan oleh sembelit, dan menggunakan salep diltiazem.
Pengobatan kutil kelamin tergantung pada ukuran dan jumlahnya. Gunakan obat topikal yang mengandung podofilin dan asam bichloracetic. Dokter juga merekomendasikan krioterapi untuk mengatasi kutil dubur.
Pengobatan moluskum kontagiosum menggunakan salep topikal. Banyak di antaranya mengandung podophyllotoxin, asam salisilat, atau kalium hidroksida. Dokter juga mungkin akan menyarankan perawatan laser atau krioterapi
Pengobatan jerawat di dubur dilakukan dengan menjaga area tubuh agar tetap kering dan bersih, mengonsumsi makanan yang sehat, dan menghindari kebiasaan mencukur atau mencabut bulu di sekitar dubur
Pengobatan kanker anus biasanya dilakukan dengan perawatan kemoterapi, terapi radiasi, atau operasi bedah pengangkatan.
Jika masih ragu dengan penyebab benjolan di dubur tapi bukan wasir dan penanganannya, sebaiiknya temui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu wasir?

Apa itu wasir?
Wasir adalah gangguan pada dubur yang ditandai dengan pembengkakan vena akibat tekanan.
Apa gejala dari fisura ani?

Apa gejala dari fisura ani?
Fisura ani dapat menyebabkan pendarahan dan rasa nyeri saat buang air besar, serta rasa tidak nyaman usai buang air besar.
Bagaimana pengobatan kanker anus?

Bagaimana pengobatan kanker anus?
Pengobatan kanker anus biasanya dilakukan dengan perawatan kemoterapi, terapi radiasi, atau operasi bedah pengangkatan.
