Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Cara Mengatasi Bayi Kembung yang Aman dan Efektif

Kata Dokter

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi salah satu cara mengatasi bayi kembung adalah dengan menengkurapkan bayi agar lebih mudah buang angin. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu cara mengatasi bayi kembung adalah dengan menengkurapkan bayi agar lebih mudah buang angin. Foto: Unsplash

Perut kembung pada bayi merupakan kondisi medis yang terjadi karena adanya peningkatan jumlah gas di dalam saluran pencernaan bayi. Akibatnya, perut bayi membuncit serta timbul rasa tidak nyaman di sekitar perut dan dada.

Selain perut bayi tampak membuncit, kembung pada bayi juga ditandai dengan adanya beberapa perubahan kondisi, seperti menangis terus-menerus dan sering buang gas atau kentut.

Ada banyak penyebab perut kembung pada bayi, salah satunya karena pelekatan yang kurang tepat pada saat menyusu sehingga menyebabkan bayi menelan udara lebih banyak.

Kondisi ini juga bisa terjadi apabila bayi terus mengisap botol susu tersebut sementara isinya sudah habis, sehingga membuat udara yang dihirupnya masuk ke dalam perut.

Selain itu, posisi botol yang kurang tinggi saat bayi minum susu juga dapat membuat udara dalam botol ikut tertelan. Akibatnya, terjadi peningkatan jumlah gas di dalam perut bayi.

Perlu diketahui bahwa bayi dengan usia kurang dari 4 bulan sangat rentan terhadap kembung. Hal ini terjadi karena organ pencernaan bayi belum matang, sehingga gas mudah berkumpul di lambung atau usus.

Cara Mengatasi Bayi Kembung

Kembung menyebabkan perut bayi terasa tidak nyaman dan cenderung membuatnya menangis terus-menerus. Untuk itu, perlu mengetahui cara mengatasi bayi kembung yang tepat agar tidak memperparah kondisi ini. Berikut beberapa cara untuk mengatasi kembung pada bayi.

Ilustrasi salah satu cara mengatasi perut kembung pada bayi adalah dengan menengkurapkan bayi. Foto: Unsplash

1. Sendawakan

Cobalah untuk menyendawakan bayi setiap kali sehabis menyusu atau makan. Mengutip National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, ini akan membantu mengurangi gas dalam perut sehingga risiko kembung dapat dikurangi.

2. Kompres Hangat

Kompreslah perut bayi dengan kompres hangat yang sedang mengalami kembung. Pengompresan dapat dilakukan menggunakan handuk bersih yang telah diberi air hangat lalu letakkan di atas perut bayi.

3. Mengoleskan Minyak Telon

Mengoleskan minyak telon pada daerah perut bayi sembari menggosoknya dengan lembut juga dapat membantu mengurangi kembung. Kombinasi minyak telon yang hangat dengan pijatan lembut dapat membantu meredakan kembung pada bayi.

4. Memijat Lembut

Pijatlah perut bayi ke arah usus besar, lalu turunkan lagi. Pemijatan ini sebaiknya dilakukan saat bayi sedang santai atau tidak menangis.

Selain itu, pemijatan juga dapat dilakukan dengan memijat lembut bayi, mulai dari kaki depan dan ke belakang dalam posisi bayi telentang. Setelah dipijat, bayi dapat dimandikan dengan air hangat untuk membantu menghilangkan gas ekstra dalam perut.

Ilustrasi memijat bayi bisa dimulai dari kaki depan hingga ke belakang. Foto: Unsplash

5. Tengkurapkan Bayi

Cara selanjutnya dapat dilakukan dengan menengkurapkan bayi. Tengkurapkan bayi bisa dilakukan sehingga gas di perut mencari tempat lebih tinggi, lalu keluar sebagai buang angin.

6. Mengubah Posisi Menyusui

Saat menyusui atau memberikan susu botol, usahakan agar kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Dengan begitu, susu dapat masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas, sehingga lebih mudah untuk bersendawa.

7. Memperhatikan Makanan yang Dikonsumsi Bayi

Mengutip jurnal Dietary Treatment of Colic Caused by Excess Gas in Infants: Biochemical Evidence oleh Famaso Infante, dkk., salah satu penyebab bayi kembung adalah makanan yang dikonsumsi oleh bayi. Karenanya, perhatikanlah makanan yang dikonsumsi oleh bayi, apakah dapat memberikan gas berlebih dalam perut atau tidak.

Selain itu, pada bayi yang berusia 6 bulan, mereka biasanya sudah menerima makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Perhatikan asupan makanan yang diberikan.

Misalnya, ada beberapa jenis sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh bayi, seperti brokoli. Konsumsi brokoli berlebihan dapat membuat perut kembung pada bayi.

Jika beberapa cara di atas sudah dicoba tapi belum membuahkan hasil, sebaiknya bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan radiologi untuk mencari tahu penyebab pasti kembung yang diderita oleh bayi.

Ciri-Ciri Perut Kembung pada Bayi

Ilustrasi salah satu ciri-ciri perut kembung pada bayi adalah bayi rewel dan menangis. Foto: Unsplash

Saat bayi mengalami perut kembung, ada beberapa tanda atau ciri-ciri yang bisa diketahui. Mengutip John Hopkins Medicine, adapun ciri-ciri perut kembung pada bayi secara umum adalah sebagai berikut.

  • Bayi menangis selama satu jam atau lebih dalam sehari. Ini biasa terjadi pada bayi berusia kurang dari 6 bulan di mana bayi masih memiliki sistem pencernaan yang kecil dan belum berkembang.

  • Bayi tampak rewel dan tidak nyaman hampir sepanjang waktu. Kondisi ini dapat menunjukkan bahwa perut bayi mengandung banyak gas yang membuat bayi tidak nyaman.

  • Bayi sering buang angin dan bersendawa.

  • Perut bayi yang terasa keras setelah makan karena disebabkan oleh penumpukan gas yang menyebabkan kembung.

  • Wajah bayi tampak memerah dan ketika menangis terlihat seperti kesakitan.

  • Bayi tampak menggeliat seolah-olah dia tidak nyaman dan menarik-narik kakinya ke perutnya, terutama ketika sedang rewel dan menangis.

  • Bayi tidak mau makan atau tidak bisa tidur nyenyak. Kondisi tersebut bisa disebabkan salah satunya perut kembung. Jika kondisi ini disertai dengan gejala lain, periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Apakah Bahaya Jika Bayi Kembung?

Pada umumnya, bayi kembung merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya. Dalam kebanyakan kasus, perut kembung lebih sering terjadi pada bayi yang berusia 0-3 bulan. Selain itu, bayi yang minum dengan botol susu juga lebih berisiko mengalami perut kembung.

Menurut Norton Children, kondisi kembung pada bayi biasanya tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika ditandai dengan gejala lain yang lebih serius, seperti belum buang air besar selama satu atau dua hari dan disertai muntah.

Apabila mengalami kondisi tersebut, segera periksakan bayi ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti perut kembung, sehingga bisa memberikan penanganan yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Kembung pada bayi itu seperti apa?

chevron-down

Perut kembung pada bayi merupakan kondisi medis yang terjadi karena adanya peningkatan jumlah gas di dalam saluran pencernaan bayi.

Apa tanda-tanda bayi mengalami kembung?

chevron-down

Selain perut bayi tampak membuncit, kembung pada bayi juga ditandai dengan adanya beberapa perubahan kondisi, seperti menangis terus-menerus dan sering buang gas atau kentut.

Apa penyebab perut kembung pada bayi?

chevron-down

Ada banyak penyebab perut kembung  pada bayi, salah satunya karena pelekatan yang kurang tepat pada saat menyusu sehingga menyebabkan bayi menelan udara lebih banyak.