7 Cara Mengobati Panas Dalam yang Tak Kunjung Sembuh

Konten Media Partner
10 Januari 2023 16:05
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami panas dalam karena flu. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami panas dalam karena flu. Foto: Pexels
Panas dalam adalah panas yang terjadi di dalam tubuh yang mengakibatkan sejumlah gejala, seperti bibir pecah-pecah, mata merah, meriang, lidah terasa pahit, dan lainnya. Kondisi ini bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala dari penyakit tertentu.
Panas dalam umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10-14 hari tanpa perawatan khusus. Sementara jika diobati, kondisi ini biasanya sembuh dalam waktu 4 hari. Lantas, bagaimana dengan panas dalam yang tak kunjung sembuh?

Cara Mengobati Panas Dalam yang Tak Kunjung Sembuh

Panas dalam yang tak kunjung sembuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, seperti infeksi saluran pernapasan, refluks asam lambung, dan iritasi tenggorokan.
Mengutip jurnal Quantization and Diagnosis of Shanghuo (Heatiness) in Chinese Medicine Using a Diagnostic Scoring Scheme and Salivary Biochemical Parameters oleh Sijun Liu, dkk., berikut adalah beberapa cara mengobati panas dalam yang tak kunjung sembuh.

1. Beristirahat yang Cukup

Ilustrasi beristirahat yang cukup dapat membantu proses pemulihan panas dalam. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beristirahat yang cukup dapat membantu proses pemulihan panas dalam. Foto: Pexels
Beristirahat yang cukup sangat membantu proses pemulihan panas dalam. Istirahat berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Karena itu, beristirahatlah dengan tidur yang cukup dan menghindari aktivitas berat agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

2. Menghindari Paparan Asap

Salah satu penyebab panas dalam adalah iritasi tenggorokan. Hindari paparan asap, seperti asap rokok dan asap kendaraan, yang dapat memperparah rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Apabila terpaksa harus berada di tempat yang banyak asap, gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

3. Minum Banyak Air Putih

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab umum panas dalam. Karenanya, minum banyak air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu mengatasi kondisi ini.
Kebutuhan cairan dalam tubuh harus tercukupi karena sangat penting untuk mengatur suhu tubuh, membuang zat berbahaya, dan menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Minum banyak air putih juga dapat menggantikan elektrolit yang hilang dari tubuh.

4. Mengonsumsi Air Rebusan Jahe

Cara lainnya untuk mengobati panas dalam adalah dengan mengonsumsi air rebusan jahe. Sifat antibakteri pada jahe membuatnya efektif meredakan berbagai gejala panas dalam. Konsumsilah air rebusan jahe dua gelas setiap harinya untuk mendapatkan manfaatnya ini.

5. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Ilustrasi makanan bergizi yang bisa dikonsumsi untuk menghindari panas dalam. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan bergizi yang bisa dikonsumsi untuk menghindari panas dalam. Foto: Pexels
Seperti yang diketahui, salah satu penyebab panas dalam adalah mengonsumsi makanan yang kurang bergizi. Karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan dan sayuran hijau, untuk mempercepat proses penyembuhan.

6. Minum Obat Pereda Nyeri

Pada beberapa kasus, penderita panas dalam bisa mengalami gejala seperti pusing atau sakit kepala. Apabila mengalami gejala ini, penderita bisa minum obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen.
Namun, perlu diperhatikan bahwa obat bebas memiliki efek samping tertentu. Karenanya, konsumsilah obat pereda nyeri apabila benar-benar dibutuhkan dan ikuti dosis sesuai anjuran.

7. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Berbagai kondisi yang menyebabkan panas dalam erat kaitannya dengan gaya hidup yang tidak sehat. Kondisi ini sering kali menyebabkan panas dalam tidak kunjung sembuh.
Adapun beberapa gaya hidup yang bisa diubah supaya panas dalam bisa membaik, antara lain:
  • Menghindari makanan pedas, makanan berlemak, dan makanan kurang serat.
  • Menghindari konsumsi minuman berkafein dan alkohol.
  • Mengurangi kecemasan atau stres yang dapat memengaruhi sistem imunitas tubuh.
  • Berolahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh.
  • Mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral.
  • Tidur yang cukup setiap harinya sekitar 6-8 jam.
  • Menurunkan berat badan bagi penderita obesitas.

Penyebab Panas Dalam Tak Kunjung Sembuh

Panas dalam tak kunjung sembuh biasanya disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat atau masalah kesehatan tertentu. Dirangkum dari Healthline, berikut adalah beberapa penyebab panas dalam tak kunjung sembuh yang bisa dipahami.

1. Dehidrasi

Ilustrasi salah satu penyebab panas dalam adalah kurang minum air putih sehingga menyebabkan dehidrasi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu penyebab panas dalam adalah kurang minum air putih sehingga menyebabkan dehidrasi. Foto: Pexels
Kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi dapat bisa memicu terjadinya panas dalam. Apabila penderita sering mengalami dehidrasi, maka lebih mudah untuk mengalami panas dalam. Kondisi ini juga bisa memburuk apabila penderita berada di bawah cuaca yang terlalu panas.

2. Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan umumnya terjadi karena infeksi bakteri Streptococcus pyogenes. Gejala-gejala yang dapat dirasakan sama seperti panas dalam, seperti tenggorokan yang terasa terbakar, nyeri saat menelan, demam, sakit kepala, sembelit, hingga radang amandel.

3. Refluks Asam Lambung

GERD atau gastroesophageal reflux disease (refluks asam lambung) adalah penyakit yang terjadi saat katup yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung tidak dapat menutup dengan sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala panas dalam.

4. Dispepsia

Dispepsia adalah kondisi yang disebabkan oleh ketidaknyamanan pada perut bagian atas karena penyakit asam lambung atau maag. Kondisi ini menyebabkan sejumlah gejala, seperti sakit perut, kembung, sering buang angin, mual, serta merasa begah.
Dispepsia biasanya disebabkan karena makan terlalu banyak, mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, atau makan makanan yang sudah jelek kualitasnya.

5. Flu

Ilustrasi flu bisa menjadi salah satu penyebab panas dalam. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi flu bisa menjadi salah satu penyebab panas dalam. Foto: Pexels
Penyakit flu disebabkan oleh virus yang menginfeksi saluran pernapasan. Gejala umum dari flu meliputi batuk-batuk, pilek, bersin-bersin, nyeri otot, kelelahan, tenggorokan terasa terbakar, serta sakit kepala. Kondisi ini tidak jarang dianggap sebagai panas dalam.

6. Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi adalah peradangan yang terjadi di rongga hidung yang disebabkan oleh paparan alergen tertentu. Pada kondisi ini, hidung dapat terasa gatal serta teriritasi sehingga menyebabkan berbagai gejala yang mirip seperti panas dalam.

7. Tonsillitis

Pada bagian belakang tenggorokan, terdapat amandel yang membantu melawan infeksi virus dan bakteri. Amandel dapat terinfeksi sehingga terjadi peradangan.
Dalam istilah medis, radang amandel disebut tonsilitis. Gejala yang biasa dirasakan adalah tenggorokan sakit dan terasa tidak nyaman, sulit menelan, amandel yang merah serta bengkak, sakit kepala, merasa letih, demam, serta nyeri pada telinga.

8. Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan, tepatnya di lapisan sinus. Kondisi ini dapat terasa seperti panas dalam karena kesamaan gejala-gejala yang dialami, mulai dari hidung tersumbat, pilek, dan sakit kepala.
Selain beberapa penyebab di atas, panas dalam yang tak kunjung sembuh juga dapat terjadi karena lapisan dalam hidung terpapar zat iritan setiap hari, seperti asap rokok, uap zat kimia tertentu dari produk-produk kebersihan, hingga gas seperti klorin, dan hidrogen klorida.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa itu panas dalam?
chevron-down
Apakah panas dalam bisa sembuh dengan sendirinya?
chevron-down
Apa penyebab panas dalam tak kunjung sembuh?
chevron-down