7 Gejala HIV pada Wanita dan Cara Mencegahnya
ยทwaktu baca 5 menit

Gejala HIV pada wanita secara umum tidaklah jauh berbeda dengan gejala yang dirasakan oleh penderita HIV pria. Akan tetapi, ada sebagian gejala yang hanya dirasakan oleh wanita, seperti gangguan menstruasi, keluar keputihan abnormal, dan lain-lain.
Gejala ini biasanya muncul dalam 2-6 minggu setelah terjadinya infeksi oleh virus HIV (human immunodeficiency virus), yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan penyebab utama AIDS. Setiap orang yang terinfeksi HIV akan menimbulkan gejala yang berbeda, khususnya pada perempuan.
Gejala HIV pada Wanita
Infeksi HIV biasanya akan menimbulkan tanda berupa gejala ringan, seperti flu ringan. Menurut Justiz Vaillant dan Gulick PG dalam HIV Disease Current Practice, gejala HIV yang umum terjadi adalah:
Demam
Mudah lelah
Nyeri otot
Sakit kepala
Batuk dan bersin
Pilek dan hidung tersumbat
Gejala-gejala di atas biasanya muncul 2-4 minggu setelah terinfeksi HIV. Setelah itu, gejala akan berkembang menjadi gejala yang berat. Berikut adalah gejala-gejala lain yang dapat dirasakan oleh wanita.
1. Penurunan Berat Badan yang Drastis
Apabila seseorang yang terserang virus HIV tidak segera mendapatkan pengobatan, infeksi virus ini dapat menyebabkan mual, diare, kesulitan dalam mencerna makanan, serta kehilangan nafsu makan.
Hal tersebut diakibatkan oleh penurunan sistem kekebalan tubuh akibat infeksi sehingga seseorang mudah terserang penyakit, termasuk gangguan pencernaan. Akibatnya, penderita HIV dapat menyebabkan penurunan berat badan yang drastis.
2. Perubahan Suasana Hati
Pada beberapa kasus, HIV bisa menyebabkan perubahan suasana hati akibat adanya gangguan neurologis pada penderitanya, khususnya pada ibu hamil yang terinfeksi HIV.
Perubahan suasana hati juga akan sering terjadi apabila disertai dengan depresi yang diakibatkan oleh keputusasaan serta kesedihan yang intens. Naik turunnya suasana bisa membuat penderita HIV mudah merasa stres.
3. Perubahan Siklus Menstruasi
Wanita yang terinfeksi HIV pada umumnya akan mengalami perubahan pada siklus menstruasinya. Perubahan yang terjadi bisa berupa menstruasi terjadi dalam waktu yang singkat, lebih lama, atau tidak menstruasi sama sekali.
Adanya perubahan pada hormon saat siklus menstruasi juga akan menambah gejala lain pada penderita HIV, seperti kram perut, nyeri payudara, dan mudah lelah. Namun, perlu diingat bahwa perubahan menstruasi bukan pertanda yang jelas bahwa seseorang terserang virus HIV.
4. Infeksi Jamur pada Vagina
HIV dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena infeksi jamur pada vagina. Infeksi ini akan menimbulkan sejumlah gejala, seperti:
Rasa nyeri dan terbakar pada sekitar vagina
Rasa sakit saat berhubungan seksual
Rasa sakit saat buang air kecil
Keputihan bertekstur kental dan berwarna putih
Infeksi ini lebih sering terjadi sebab HIV dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang menurun sehingga tubuh tidak bisa melawan virus dan parasit lain yang masuk ke dalam tubuh.
5. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Gejala HIV pada wanita selanjutnya adalah terjadinya pembengkakan pada jaringan kelenjar getah bening. Gejala ini biasanya muncul apabila terjadi infeksi akut.
Pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh kondisi tubuh yang melawan infeksi dengan keras. Akibatnya, kelenjar getah bening yang berada di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan membengkak dan menyebabkan rasa sakit dan nyeri.
6. Masalah Kulit
Gejala munculnya berbagai macam masalah kulit pada umumnya terjadi saat infeksi awal HIV. Masalah kulit yang diakibatkan oleh HIV biasanya berupa gatal-gatal, kemerahan. Dalam beberapa kasus, muncul bisul yang gatal pada beberapa bagian tubuh.
7. Kram Perut Bagian Bawah
Gejala HIV pada wanita lainnya adalah munculnya rasa sakit pada perut bagian bawah. Hal ini menjadi pertanda bahwa terjadi infeksi pada bagian rahim, ovarium, dan saluran tuba yang bisa berkembang menjadi radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID)
Infeksi ini disebabkan oleh bakteri dan parasit tertentu yang menyerang tubuh penderita HIV dengan mudah karena menurunnya sistem imun tubuh.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terinfeksi HIV?
Apabila merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri dengan melakukan tes HIV, khususnya bagi seseorang yang memiliki faktor risiko yang tinggi, seperti:
Sering melakukan hubungan seks dengan seseorang yang kemungkinan pengidap HIV
Pernah menyuntikkan obat-obatan dan menggunakan jarum suntik yang sama dengan orang lain
Mengidap penyakit infeksi menular seksual
Bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK)
Apabila hasil tes HIV menunjukkan tanda positif, penderita perlu melakukan pengobatan dan perawatan medis sesuai dengan arahan dokter. Sampai saat ini, tidak ada obat khusus untuk HIV. Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan yang dapat menghentikan perkembangan virus serta meredakan gejala-gejala yang dirasakannya.
Menurut Adnan Bashir Bhatti, dkk dalam jurnal Current Scenario of HIV/AIDS, jenis pengobatan yang biasa dianjurkan untuk penderita HIV adalah antiretroviral therapy (ART). Obat ini dinilai efektif dalam meningkatkan produksi jumlah sel CD4, yakni sel yang berperan vital dalam sistem kekebalan fungsi yang berfungsi untuk melawan infeksi.
Cara Mencegah HIV
HIV biasanya dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, ASI (Air Susu Ibu), dan cairan vagina. Mengetahui cara mencegah penularan HIV dan menerapkannya dapat mengurangi tingkat risiko terserang infeksi HIV. Berikut adalah beberapa cara mencegah HIV:
Gunakan kondom saat berhubungan seks
Memilih pasangan seks dengan bijak. Pastikan orang tersebut bukanlah pengidap HIV
Bersikap saling setia kepada satu pasangan seks
Hindari penyalahgunaan narkoba dan alkohol
Hindari penggunaan jarum bekas dan gunakan jarum steril
Lakukan tes HIV secara rutin
Langkah-langkah di atas perlu diatasi untuk menghindari penularan virus HIV.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu HIV?

Apa itu HIV?
Virus HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan penyebab utama AIDS.
Apa yang dimaksud dengan sel CD4?

Apa yang dimaksud dengan sel CD4?
Sel CD4 adalah sel yang berperan vital dalam sistem kekebalan fungsi yang berfungsi untuk melawan infeksi.
Bagaimana cara penularan HIV terjadi?

Bagaimana cara penularan HIV terjadi?
HIV biasanya dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, ASI (Air Susu Ibu), dan cairan vagina.
