Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Macam-Macam Sakit Kepala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seseorang yang sedang mengalami sakit kepala. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang sedang mengalami sakit kepala. Foto: Unsplash

Daftar isi

Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang paling umum terjadi dan bisa menyerang kepala bagian mana pun. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai penyebab, mulai dari gaya hidup, konsumsi makanan, hingga penyakit tertentu.

Sakit kepala umumnya bukanlah kondisi yang serius. Pada kebanyakan kasus, rasa sakit kepala terjadi hanya sebentar dan hilang beberapa saat kemudian.

Namun, ada pula sakit kepala yang bisa berlangsung hingga berhari-hari atau mengalami kekambuhan setelah beberapa waktu.

Perlu diketahui bahwa sakit kepala merupakan kejadian yang umum, sehingga jangan terburu-buru menganggap bahwa hal ini disebabkan oleh penyakit yang serius. Biasanya, penyebab sakit kepala yang serius ditandai dengan gejala lain, seperti mual, muntah, demam, dan lain sebagainya.

Macam-Macam Sakit Kepala

Sakit kepala dapat terjadi dengan intensitas ringan hingga berat, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sakit kepala primer, yakni sakit kepala yang disebabkan oleh stimulasi berlebihan dari pembuluh darah, otot, atau saraf pada bagian kepala dan leher. Contohnya, sakit kepala tegang, migrain, dan sakit kepala cluster.

  • Sakit kepala sekunder, yakni sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit yang mendasarinya, seperti meningitis, masalah gigi, tumor otak, dan lain sebagainya.

Sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder terbagi lagi menjadi beberapa macam sakit kepala. Adapun macam-macam sakit kepala yang bisa dialami, antara lain:

1. Migrain

Migrain atau disebut juga sakit kepala sebelah adalah nyeri kepala berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat yang hanya mengenai sebelah sisi kepala saja.

Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala, tetapi kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya. Selain rasa nyeri, penderita biasanya sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan.

Pada sebagian orang, serangan migrain dapat muncul hanya beberapa kali dalam setahun. Akan tetapi, pada penderita lainnya, migrain dapat muncul hingga beberapa kali dalam seminggu. Pada kasus tertentu, nyeri dapat muncul di kedua sisi kepala dan bahkan menyerang leher penderita.

2. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah sakit kepala yang ditandai dengan kondisi kepala yang terasa tegang dan berat. Menurut hasil penelitian World Health Organization (WHO), kondisi ini merupakan sakit kepala primer yang paling umum di mana sekitar 90 persen orang dewasa pernah mengalaminya.

Sakit kepala tegang ditandai dengan timbulnya rasa nyeri pada kepala yang menyerang bagian atas dan tersebar di seluruh bagian kepala. Rasa nyeri ini dapat digambarkan seperti ada ikatan kuat di sekeliling kepala, rasa nyeri tumpul di kepala, serta nyeri yang menjalar ke leher dan bahu.

3. Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala yang menyebabkan nyeri yang sangat hebat. Kondisi ini paling sering menyerang pria berusia di atas 30 tahun.

Sakit kepala cluster mirip dengan migrain, tapi memiliki intensitas yang lebih parah. Biasanya rasa sakit akan terasa di salah satu sisi kepala, di sekitar mata, pelipis, atau bagian depan kepala.

Serangan nyerinya singkat, yaitu sekitar 1 jam. Nyerinya sangat hebat dan dirasakan di satu sisi kepala. Serangan terjadi secara periodik pada satu bagian kepala (diselingi periode bebas sakit kepala).

Ilustrasi sakit kepala cluster dapat terasa di sekitar mata, pelipis, atau bagian depan kepala. Foto: Unsplash

4. Hemicrania Continua

Hemicrania continua adalah sakit kepala yang mirip seperti migrain (terjadi di satu sisi kepala saja), tapi berlangsung terus-menerus hingga 3-5 kali sehari. Kondisi ini bisa terjadi selama minimal 3 bulan. Penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti penyakit sinusitis atau adanya penekanan masa tumor di dalam otak.

5. Thunderclap Headache

Thunderclap headache adalah sakit kepala yang terjadi seperti disambar petir, mendadak, dan sangat parah. Rasa sakitnya seperti ledakan atau pukulan tiba-tiba pada kepala. Kondisi ini mencapai intensitas puncak dalam waktu kurang dari satu menit.

Penyebab umum sakit kepala ini adalah perdarahan subarakhnoid atau perdarahan otak yang bisa mengancam nyawa sehingga membutuhkan perhatian medis segera.

6. Sakit Kepala Exertional

Sakit kepala exertional adalah jenis sakit kepala yang muncul karena aktivitas fisik yang beragam. Rasa nyerinya semakin bertambah parah apabila melakukan jenis kegiatan yang cukup berat, seperti berlari, berhubungan intim, ataupun mengejan saat buang air besar.

7. Sakit Kepala Sekunder

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sakit kepala sekunder adalah gejala sakit kepala dari kondisi medis yang mendasarinya. Rasa nyerinya bisa bermacam-macam. Jika pemicu sakit kepala sekunder terus berlanjut, gejala sakit kepala bisa menjadi kronis.

Mengutip jurnal Diagnosing Secondary and Primary Headache Disorders oleh David W. Dodick, beberapa kondisi medis yang menyebabkan sakit kepala sekunder mencakup:

  • Infeksi otak (abses). Gejala sakit kepala berupa nyeri mendadak, hilang-timbul, bersifat ringan sampai berat, dan dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala.

  • Infeksi selaput otak (meningitis). Gejala sakit kepala berupa nyeri mendadak, menetap, berat, dan dirasakan di seluruh kepala yang menjalar ke leher.

  • Hematoma subdural. Gejala sakit kepala berupa nyeri mendadak, hilang-timbul atau terus-menerus, bersifat ringan sampai berat, bisa dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala dan menjalar ke leher.

  • Sifilis, tuberkulosis (TBC), dan kanker. Gejala sakit kepala berupa nyeri yang bersifat tumpul, ringan, sampai berat, yang dirasakan di seluruh kepala atau di puncak kepala.

  • Kelainan mata (glaukoma). Gejala sakit kepala berupa nyeri yang dirasakan di kepala bagian depan atau di dalam dan di seluruh mata, bersifat sedang sampai berat dan sering kali memburuk jika mata dalam keadaan lelah.

  • Tumor otak. Gejala sakit kepala berupa nyeri hilang-timbul, bersifat ringan sampai berat, dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala.

Penyebab Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala bermacam-macam tergantung penyebabnya. Sakit kepala dapat disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu, seperti:

1. Ketegangan

Ketegangan saraf yang berlangsung lama dapat menimbulkan kontraksi otot di leher. Kontraksi ini akan menarik jaringan-jaringan pada permukaan tengkorak sampai menjadi sangat kencang, sehingga menyebabkan nyeri yang terasa di bagian kepala dan belakang leher.

2. Minuman Keras

Minuman keras dapat memicu terjadinya sakit kepala. Menurut Advanced Headache Center, minuman keras memengaruhi jaringan-jaringan sekitar kepala dan langsung mengganggu selaput otak.

Selain itu, efek minuman keras dapat melebarkan pembuluh darah otak, sehingga menyebabkan nyeri kepala yang mirip dengan migrain.

3. Sembelit

Sembelit yang lama menyebabkan racun yang ada dalam usus besar diserap masuk ke dalam darah, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala.

4. Faktor Psikologis

Faktor psikologis seperti stres dan kecemasan dapat memicu sakit kepala. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan bahan kimia yang membuat otot tegang sehingga menyebabkan sakit kepala.

5. Cahaya Silau

Cahaya yang terlalu menyilaukan baik dari paparan sinar matahari, cahaya lampu, hingga monitor televisi atau komputer, dapat menyebabkan tekanan pada otot mata yang menimbulkan sakit kepala.

6. Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik atau olahraga yang terlalu berat dapat membuat otot di kepala, leher, dan bahkan kulit kepala membutuhkan darah lebih untuk sirkulasi. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan menekan struktur jaringan di sekitarnya sehingga memicu sakit kepala.

Ilustrasi olahraga yang terlalu berat bisa memicu sakit kepala. Foto: Unsplash

7. Postur Tubuh yang Buruk

Postur tubuh yang buruk dan terbentuk dari kebiasaan sehari-hari bisa menimbulkan sakit kepala. Beberapa kebiasaan duduk dengan posisi bahu membungkuk, duduk tanpa sandaran, dan menatap monitor komputer yang posisinya terlalu tinggi atau rendah, dapat menyebabkan sakit kepala.

8. Kurang Tidur

Perubahan pola tidur bisa menimbulkan sakit kepala. Kurang tidur dari waktu yang biasanya bagi seseorang dapat menyebabkan sakit kepala.

9. Cuaca Panas

Suhu udara panas dapat menyebabkan migrain atau sakit kepala berat akibat pelebaran pembuluh darah, di mana tekanan di kepala meningkat. Sebuah studi yang diterbitkan oleh National Heatlh Service (NHS) menunjukkan bahwa 3 dari 10 orang mengalami sakit kepala saat cuaca panas.

10. Penyebab Lainnya

Selain penyebab di atas, ada beberapa hal lain yang dapat memicu sakit kepala, di antaranya:

  • Bau tajam atau wangi-wangian yang terlalu kuat

  • Mengikat rambut terlalu kencang

  • Konsumsi makanan dan minuman tertentu, seperti keju, minuman alkohol, dan kopi

  • Melewatkan makan siang sehingga membuat gula darah turun

  • Penggunaan jenis obat-obatan tertentu dapat menimbulkan efek samping sakit kepala

  • Trauma kepala akibat cedera

  • Perubahan hormon dalam tubuh

  • Gangguan alergi

  • Kebiasaan merokok

Cara Mengatasi Sakit Kepala

Ilustrasi obat-obatan pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala. Foto: Unsplash

Pemicu sakit kepala bisa dari mana saja, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Ada beberapa cara mengatasi sakit kepala yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Jika sakit kepala berkaitan dengan ketegangan otot, kompres bagian dahi, leher, serta bagian kepala yang terasa sakit dengan kompres hangat.

  • Jika sakit kepala dipicu karena konsumsi teh atau kopi, batasi jumlah teh atau kopi yang dikonsumsi setiap harinya.

  • Ketegangan otot dapat dikurangi dan dihilangkan dengan pemijatan pada daerah kepala, seperti kening, belakang kepala, puncak kepala, dan daerah tengkuk.

  • Mengonsumsi air putih setidaknya 8 gelas sehari agar tubuh tetap terhidrasi. Sebab, dehidrasi dapat menimbulkan sakit kepala.

  • Melakukan meditasi dapat membantu mengatasi ketegangan otot dan saraf sehingga rasa sakit kepala dapat dikendalikan.

  • Memperbaiki posisi duduk yang nyaman agar tidak menyebabkan otot leher dan bahu menegang.

  • Menggunakan aroma terapi untuk relaksasi.

  • Istirahat sambil berbaring dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan pikiran.

  • Mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri dapat membantu meredakan rasa sakit kepala. Minumlah obat pereda nyeri yang bisa dibeli bebas di apotek, seperti ibuprofen, paracetamol, aspirin, dan naproxen.

  • Konsultasikan ke dokter apabila sakit kepala disertai dengan gejala-gejala lain yang semakin memburuk untuk mendapat penanganan yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu sakit kepala primer?

chevron-down

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang disebabkan oleh stimulasi berlebihan dari pembuluh darah, otot, atau saraf pada bagian kepala dan leher.

Apa itu sakit kepala sekunder?

chevron-down

Sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit yang mendasarinya, seperti infeksi telinga, tumor otak, dan lain-lain.

Migrain itu seperti apa?

chevron-down

Migrain adalah nyeri kepala berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat yang hanya mengenai sebelah sisi kepala saja.