7 Penyebab Sesak Nafas dan Cara Mengatasinya
ยทwaktu baca 5 menit

Sesak napas adalah keluhan yang bisa datang secara tiba-tiba atau perlahan. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab sesak nafas, seperti alergen (asap atau debu) hingga gangguan kesehatan.
Sesak napas membuat penderitanya sukar atau susah ketika bernapas. Kondisi ini dikenal sebagai dispnea yang menimbulkan perasaan tidak nyaman.
Kondisi sesak napas sering dikaitkan dengan gangguan pernapasan, seperti asma, gangguan pada jantung, serta penyakit paru-paru. Dalam beberapa kasus, sesak napas juga menjadi penanda ada kondisi lain, seperti reaksi alergi dan gangguan psikologi.
Mengetahui penyebab sesak nafas adalah hal yang penting agar dapat menentukan cara mengatasi sesak nafas dengan tepat. Berikut ini adalah macam-macam penyebab munculnya sesak nafas.
Penyebab Sesak Nafas
Ada berbagai macam penyebab munculnya sesak napas. Di bawah ini adalah macam-macam penyebab sesak napas yang dirangkum dari jurnal Dyspnea karya Hashmi MF, dkk.
1. Asma
Asma adalah gangguan pernapasan yang ditandai dengan menyempitnya saluran udara yang membuat penderitanya sulit untuk bernapas. Selain itu, asma menyebabkan rasa nyeri pada bagian dada.
Asma disebabkan oleh alergen, seperti debu, asap rokok, bulu hewan, udara dingin, infeksi virus hingga paparan zat kimia yang memicu penyempitan pada saluran udara.
2. Gagal Jantung
Kondisi gagal jantung adalah salah satu penyebab seseorang bisa terserang sesak napas. Ketika terjadinya gagal jantung, darah tidak mampu mengisi serta mengosongkan jantung dengan benar. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan cairan menumpuk pada paru-paru, sehingga membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas.
Gagal jantung biasanya disebabkan oleh kerusakan pada otot jantung yang bisa dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat dan berbagai penyakit lainnya, seperti hipertensi, anemia, diabetes, dan lain-lain.
3. Penyakit Paru-Paru
Penyakit paru-paru juga bisa menjadi faktor penyebab sesak nafas. Penyakit paru-paru dapat menyebabkan jaringan paru-paru rusak sehingga membuat penderitanya susah untuk bernapas.
Penyakit paru-paru yang biasanya ditandai dengan gejala sesak napas, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru-paru, dan disfungsi paru-paru akibat kebiasaan merokok.
3. Obesitas
Obesitas adalah kondisi ketika tubuh memiliki berat badan yang berlebihan. Dalam studi Effects of Obesity on Respiratory Function oleh Ray CS Sue, dkk, obesitas terbukti mempengaruhi saluran pernapasan, seperti cara kerja pertukaran gas dalam tubuh, menurunkan fungsi otot saluran pernapasan, serta mempengaruhi intensitas pernapasan.
4. Tingkat Kebugaran yang Rendah
Sesak napas dalam beberapa kasus bisa menjadi pertanda bahwa tubuh sedang tidak bugar. Tingkat kebugaran yang rendah diakibatkan oleh kurangnya beraktivitas fisik dan pola hidup yang sehat.
Orang dengan kondisi yang tidak bugar biasanya akan merasa sesak napas setelah melakukan aktivitas fisik dalam waktu yang singkat.
5. Infeksi
Infeksi virus atau bakteri tertentu dapat menyebabkan penyakit bronkitis atau pneumonia. Pada kondisi ini, tubuh akan memproduksi lendir untuk melawan infeksi.
Lendir tersebut dapat menghalangi aliran udara ke bagian paru-paru yang bisa mengganggu difusi oksigen ke darah. Akibatnya, penderitanya dapat kesulitan saat bernapas.
6. Anemia
Anemia merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan kurangnya sel darah merah dalam tubuh. Ketika tubuh tidak memperoleh darah yang cukup, oksigen dalam tubuh akan berkurang.
Kekurangan oksigen dapat membuat seseorang merasa lelah atau lemas. Pada beberapa kasus, anemia dapat menyebabkan sesak napas, pusing, sakit kepala, serta detak jantung yang tidak teratur.
7. Rasa Cemas yang Berlebih
Rasa cemas yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang sesak napas. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya perubahan detak jantung menjadi lebih cepat, sehingga membuat seseorang sulit untuk bernapas.
Sesak napas juga merupakan gejala umum dari anxiety disorder. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua penderita gangguan ini bisa memiliki gejala sesak napas.
Gejala Sesak Nafas
Gejala utama yang dirasakan oleh penderita sesak napas adalah kesulitan dalam bernapas. Hal ini bisa berlangsung 5-10 menit setelah beraktivitas berat, tetapi pada kasus sesak napas kronis, kondisi ini akan berlangsung dalam waktu yang lama.
Rasa sulit bernapas biasanya disertai dengan gejala lainnya, seperti:
Sesak napas setelah beraktivitas
Timbulnya sensasi seperti dicekik dan menyebabkan rasa nyeri pada bagian dada
Membuat penderitanya terengah-engah
Bernapas putus-putus dengan cepat dan pendek
Jantung berdebar lebih cepat
Mengi
Cara Mengatasi Sesak Nafas
Dikutip dari Update on the Mechanisms, Assessment, and Management of Dyspnea karya Mark B. Parshall, dkk, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sesak napas. Berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas.
1. Keluarkan Napas Melalui Mulut
Cara pertama untuk mengatasi sesak napas adalah embuskan napas melalui mulut. Cara ini mampu mengosongkan udara dalam paru-paru dengan cara melepaskannya.
Mengeluarkan napas melalui mulut dapat dilakukan dengan cara berikut:
Rilekskan otot leher dan bahu terlebih dahulu
Tarik napas perlahan melalui hidung selama dua detik. Dalam proses ini, pastikan mulut tertutup dengan rapat.
Keluarkan napas melalui mulut secara perlahan selama 4 detik.
2. Posisikan Tubuh dengan Baik
Ada beberapa posisi tubuh yang dapat membantu merilekskan tubuh dan membuat seseorang bisa bernapas lebih mudah. Posisi tubuh yang dapat dicoba adalah:
Duduk di kursi dan posisikan badan dan dada agak condong ke depan
Duduk di kursi dan tidurkan kepala di meja yang sejajar dengan badan
Berdiri dan sandarkan punggung ke dinding
Berdiri dengan dua tangan ditopang di meja
Tidur dalam posisi yang santai dengan bagian kepala dan lutut ditopang oleh bantal.
3. Teknik Pernapasan Diafragma
Teknik pernapasan diafragma bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sesak napas. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Duduklah dengan posisi tegak di kursi dengan posisi lutut tertekuk serta rilekskan bagian bahu, kepala, dan leher.
Posisikan satu tangan pada bagian dada atas dan tangan lainnya berada pada bagian bawah tulang rusuk. Tangan akan merasakan diafragma yang bergerak saat bernapas
Setelah itu, bernapaslah secara perlahan melalui hidup sehingga tangan pada bagian bawah akan mendorong tangan, sedangkan tangan pada bagian dada akan tetap diam.
Embuskan napas dengan cara mengencangkan otot perut dan biarkan perut mengecil sembari napas dikeluarkan melalui mulut.
Lakukan teknik ini selama 5-10 menit agar tidak kesulitan ketika bernapas.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab asma?

Apa penyebab asma?
Asma disebabkan oleh alergen, seperti debu, asap rokok, bulu hewan, udara dingin, infeksi virus hingga paparan zat kimia yang memicu penyempitan pada saluran udara.
Apa itu anemia?

Apa itu anemia?
Anemia merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan kurangnya sel darah merah dalam tubuh.
Apa dampak obesitas bagi saluran pernapasan?

Apa dampak obesitas bagi saluran pernapasan?
Obesitas terbukti mempengaruhi saluran pernapasan, seperti cara kerja pertukaran gas dalam tubuh, menurunkan fungsi otot saluran pernapasan, serta mempengaruhi intensitas pernapasan.
