9 Syarat Donor Darah yang Perlu Diketahui Calon Pendonor
ยทwaktu baca 4 menit

Donor darah adalah kegiatan menyumbangkan darah untuk orang lain yang membutuhkan. Darah yang disumbangkan umumnya disimpan di bank darah agar dapat digunakan ketika dibutuhkan orang lain.
Pada kenyataannya, donor darah memberikan banyak manfaat tidak hanya bagi yang menerima darah, tapi bagi pendonor itu sendiri. Mengutip National Health Service Blood Donation, beberapa manfaat donor darah bagi pendonor, antara lain:
Membantu menyelamatkan sesama.
Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.
Menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko kanker.
Merawat kesehatan organ hati.
Termasuk dari bagian pemeriksaan kesehatan rutin dan dapat mendeteksi penyakit serius.
Meningkatkan produksi darah.
Membantu mempercepat penyembuhan luka.
Mencegah penuaan dini.
Donor darah merupakan kegiatan yang berhubungan langsung dengan keselamatan, kesehatan, dan nyawa, baik bagi pendonor dan juga resipien (penerima donor). Sebab itu, dibutuhkan kehati-hatian, baik sebelum, sesaat, maupun setelah proses pengambilan darah berakhir.
Pada dasarnya, semua orang sehat bisa mendonorkan darahnya. Namun, tetap saja ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk menghindari terjadinya masalah kesehatan bagi pendonor.
Syarat Donor Darah yang Perlu Diketahui Calon Pendonor
Secara umum, syarat donor darah yang utama adalah pendonor harus dalam keadaan sehat. Tentunya, kategori sehat ini termasuk sehat secara jasmani dan rohani (donor darah dilakukan secara sadar tanpa paksaan). Adapun beberapa syarat donor darah adalah sebagai berikut.
1. Berumur 17 hingga 65 tahun
Batasan umur minimal pendonor adalah 17 tahun. Pada umur ini, perkembangan tubuh seseorang telah sempurna, sehingga tidak akan mengganggu sistem kerja tubuh jika mendonorkan darahnya.
Batas maksimal umur pendonor adalah 60 tahun, jika yang bersangkutan baru pertama kali mendonorkan darah. Namun, jika yang bersangkutan pernah mendonorkan darah sebelumnya, maka usia maksimal baginya adalah 65 tahun.
2. Dalam Keadaan Sehat
Menurut World Health Organization (WHO), kondisi sehat bagi calon pendonor darah adalah kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.
Selain itu, kulit lengan pendonor di daerah tempat pengambilan darah harus dalam keadaan sehat tanpa adanya kelainan.
3. Kriteria Berat Badan
Berat badan ideal bagi calon pendonor adalah:
Pria: minimal 50 kilogram
Wanita: minimal 45 kilogram
Jika berat badan calon pendonor kurang dari berat minimal tersebut, yang bersangkutan akan ditolak untuk mendonorkan darahnya. Sebab, dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan sistem kerja tubuh yang bersangkutan jika tetap mendonorkan darahnya.
4. Suhu Tubuh Normal
Suhu tubuh calon pendonor harus dalam keadaan normal, yaitu antara 36,6 hingga 37,5 derajat celsius.
5. Tekanan Darah Normal
Tekanan darah merupakan tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat 2 angka, di mana angka yang tinggi didapatkan ketika jantung berkontraksi (sistolik) dan angka yang rendah didapatkan ketika jantung beristirahat di antara pemompaan (diastolik).
Berdasarkan klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa menurut laporan Eighth Joint National Committee (JNC-8), kategori tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg.
6. Kadar Hemoglobin Normal
Menurut standar WHO, berikut kadar hemoglobin (Hb) normal bagi pria dan wanita dewasa:
Pria: 13 gr%-18 gr%
Wanita: 11,5 gr%-16,5 gr%
Penting untuk diketahui calon pendonor darah apabila kadar hemoglobin-nya tidak berada di bawah normal. Kondisi kadar hemoglobin di bawah normal ini dinamakan anemia.
Anemia dapat menyebabkan penderitanya kelelahan, sesak napas, dan pusing. Jika kadar hemoglobin lebih rendah dibandingkan kondisi normal, kemungkinan besar calon pendonor akan ditolak untuk mendonorkan darah.
7. Jarak dengan Transfusi Sebelumnya Minimal 3 Bulan
Jarak donor darah minimal 3 bulan setelah sebelumnya melakukan transfusi. Jika melakukan donor darah kurang dari 3 bulan setelah donor terakhir, di mana sel darah merah yang baru belum terbentuk, bisa menimbulkan gejala-gejala anemia pada pendonor. Frekuensi donor darah maksimal 5 kali setahun.
8. Lulus Pengujian dan Pemeriksaan oleh Dokter
Calon pendonor darah harus mengikuti pengujian dan pemeriksaan yang meliputi:
Tes berat badan
Tes golongan darah
Tes kadar hemoglobin
Tes tekanan darah
Tes-tes tersebut umumnya berurutan. Jika calon pendonor gagal pada salah satu tes, selain tidak dapat melanjutkan tes berikutnya, dia juga tidak diperbolehkan mendonor.
9. Memiliki Penyakit Tertentu
Penderita penyakit-penyakit berikut tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya:
Pengidap HIV/AIDS
Orang yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS, seperti homoseksual, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, dan pengguna jarum suntik tidak steril
Penyakit sifilis
Penyakit darah, misalnya talasemia atau polisitemia vera
Penyakit kanker
Penyakit paru aktif
Pengidap atau pernah menderita Hepatitis B atau C
Penyakit tuberkulosis secara klinis
Penyakit diabetes bawah oral hipoglikemik insulin dan obat-obatan
Serangan demam rematik
Penyakit kardiovaskular
Penyakit ginjal
Penyakit kaki gajah (filiariasis)
Penyakit epilepsi (ayan) dan sering mengalami kejang, sawan, dan penyakit mental lainnya
Penyakit asma dalam waktu 2 bulan terakhir serangan
Ketergantungan narkoba
Kecanduan minuman beralkohol
Selain beberapa penyakit di atas, ada beberapa riwayat penyakit lainnya yang tidak dianjurkan untuk menjadi pendonor darah, seperti pengidap penyakit malaria, penyakit kulit kronis, dan penyakit tukak lambung akut.
Bagi wanita, ada beberapa kondisi khusus yang tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah, yaitu ketika sedang hamil dan sedang menyusui. Wanita dapat mendonorkan darahnya dalam jangka 6 bulan setelah melahirkan apabila memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud donor darah?

Apa yang dimaksud donor darah?
Donor darah adalah kegiatan menyumbangkan darah untuk orang lain yang membutuhkan.
Berapa batas umur pendonor darah?

Berapa batas umur pendonor darah?
Batasan umur minimal pendonor adalah 17 tahun dan maksimal 65 tahun.
Berapa tekanan darah normal?

Berapa tekanan darah normal?
Kategori tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah 120/80 mmHg.
