Amlodipine: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping
·waktu baca 4 menit

Amlodipine adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan mencegah perburukan yang dapat menyebabkan penyakit arteri koroner, gagal jantung, atau angina (nyeri dada). Obat ini termasuk ke dalam golongan calcium channel blockers atau antagonis kalsium.
Antagonis kalsium merupakan kelompok obat yang berguna untuk menurunkan tekanan darah. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kalsium untuk masuk ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah.
Cara kerja tersebut akan meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung serta melemaskan otot pembuluh darah. Dengan begitu, pembuluh darah akan melebar dan aliran darah menjadi lancar, sehingga terjadi penurunan tekanan darah.
Amlodipine termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. Di bagian indikasi disebutkan bahwa Amlodipine dapat dikonsumsi oleh anak-anak berusia 6-17 tahun dan orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Amlodipine Tablet 5 mg | |
|---|---|
Harga | Harga Rp5.000-Rp25.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit arteri koroner, dan mencegah angina. |
Komposisi | Amlodipine 5 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa: dosis awal 1 kali sehari sebanyak 1 tablet (5 mg) per hari, dapat ditingkatkan hingga maksimal 10 mg per hari.
Anak-anak 6-17 tahun: dosis awal 1 kali sehari sebanyak ½ tablet (2,5 mg) per hari, dapat ditingkatkan hingga maksimal 5 mg per hari. |
Efek Samping | Pusing, bengkak pada kaki, dan sakit perut atau mual. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada suhu ruangan serta terlindung dari paparan cahaya langsung dan tempat yang lembap. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien dengan riwayat penyakit gagal jantung, gangguan fungsi hati, serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat keras |
Pengertian Amlodipine
Amlodipine merupakan obat antihipertensi yang dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Dikutip dari National Health Service of United Kingdom, obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot pembuluh darah sehingga jantung tidak perlu memompa terlalu keras.
Efeknya, pembuluh darah akan melebar, sehingga meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung, serta terjadi penurunan tekanan darah. Jika dikonsumsi secara teratur, Amlodipine dapat mengontrol tekanan darah serta membantu meredakan nyeri dada pada kondisi angina.
Amlodipine tersedia dalam bentuk tablet dan dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Sebaiknya, obat ini dikonsumsi pada jam yang sama setiap harinya agar pengobatan maksimal.
Kandungan dan Kegunaan Amlodipine
Amlodipine termasuk obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Amlodipine dikenal juga dengan nama lain, seperti Amlodipine Besylate.
Menurut penelitian Amlodipine in Hypertension: A First-line Agent with Efficacy for Improving Blood Pressure and Patient Outcomes oleh Hassan Fares, dkk. (2016), obat ini diklasifikasikan sebagai antagonis kalsium yang dapat mengatasi tekanan darah tinggi, mencegah nyeri dada, hingga menurunkan frekuensi serangan angina.
Selain menurunkan tekanan darah, mengonsumsi Amlodipine bagi penderita hipertensi dapat membantu mencegah penyakit jantung dan stroke di masa mendatang. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi nyeri dada yang disebabkan oleh angina.
Anjuran Dosis Amlodipine
Sebagai golongan obat keras, penggunaan Amlodipine harus sesuai petunjuk dokter. Berikut anjuran dosis dan aturan pakai Amlodipine secara umum:
Dewasa: dosis awal 1 kali sehari sebanyak 1 tablet (5 mg) per hari, dapat ditingkatkan hingga maksimal 10 mg per hari.
Anak-anak 6-17 tahun: dosis awal 1 kali sehari sebanyak ½ tablet (2,5 mg) per hari, dapat ditingkatkan hingga maksimal 5 mg per hari.
Jika ingin mengonsumsi Amlodipine, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti hiperplasia gingival (bengkak pada gusi), keram otot, hingga hipotensi berat.
Kontraindikasi Amlodipine
Sebelum mengonsumsi Amlodipine, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Hipersensitif terhadap Amlodipine.
Pasien yang memiliki riwayat penyakit gagal jantung.
Pasien yang menderita atau memiliki riwayat penyakit liver, penyakit jantung, dan gangguan katup jantung.
Pasien yang akan menjalani tindakan operasi.
Efek Samping Amlodipine
Mengutip artikel ilmiah berjudul Amlodipine oleh Kishen G. Bulsara (2022), Amlodipine memiliki beberapa efek samping yang dapat muncul, di antaranya:
Sakit perut dan mual
Mengantuk dan munculnya rasa melayang
Pusing, vertigo, atau sakit kepala
Kelelahan
Rasa hangat dan panas pada wajah, leher, atau dada
Bengkak pada kaki
Pemakaian obat Amlodipine umumnya memiliki efek samping yang berbeda bagi masing-masing orang. Selain itu, penggunaan obat ini juga dapat mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:
Jantung berdetak cepat atau tidak teratur
Pusing seperti akan pingsan
Nyeri dada yang disertai kesulitan bernapas
Keringat berlebihan
Jika mengalami efek samping di atas yang tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara kerja obat Amlodipine?

Bagaimana cara kerja obat Amlodipine?
Obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot pembuluh darah. Efeknya, terjadi peningkatan suplai darah dan oksigen ke jantung, serta penurunan tekanan darah.
Apa itu antagonis kalsium?

Apa itu antagonis kalsium?
Antagonis kalsium adalah kelompok obat untuk menurunkan tekanan darah. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kalsium untuk masuk ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah.
Apakah Amlodipine termasuk obat keras?

Apakah Amlodipine termasuk obat keras?
Amlodipine termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter.
