Kumparan Logo
Konten Media Partner

Angin Duduk: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengobatinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Angin duduk adalah kondisi yang menandakan adanya gangguan pada jantung. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Angin duduk adalah kondisi yang menandakan adanya gangguan pada jantung. Foto: Pexels.com

Daftar isi

Angin duduk atau angina merupakan salah satu jenis gangguan pada jantung. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan penyakit sindrom koroner akut atau SKA.

Angina umumnya ditandai dengan munculnya rasa sesak pada bagian dada. Hal ini terjadi karena jumlah pasokan darah pada jantung tidak cukup.

Angin duduk disebabkan oleh beberapa kondisi jantung yang mendasarinya. Kondisi ini juga terdiri dari beberapa jenis angin duduk yang diklasifikasikan berdasarkan penyebab, gejala, dan tingkat keparahannya.

Artikel ini akan membahas mengenai angin duduk, mulai dari jenis, penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Simak penjelasan mengenai angin duduk di bawah ini.

Apa Itu Angin Duduk?

Angin duduk adalah istilah yang merujuk pada gangguan angina. Angina adalah gangguan yang ditandai dengan munculnya rasa sesak, dada teremas dan tertekan, serta rasa nyeri pada bagian dada.

Menurut American Heart Association, gangguan angina terjadi akibat otot jantung menerima lebih sedikit oksigen daripada biasanya. Angin duduk umumnya muncul bersamaan dengan penyakit jantung.

Jika angin duduk terjadi tidak disertai dengan gejala lain, kondisi ini cenderung tidak mengancam jiwa. Namun, anguna bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada organ jantung.

Angin duduk sendiri terdiri dari beberapa jenis. Mengutip dari Angina and Its Management oleh Robert A. Kloner, MD, PhD, dkk, berikut jenis-jenis angin duduk:

  • Angina stabil, yaitu jenis angin duduk yang mengikuti pola gejala yang konsisten dan cenderung tidak bertahan lama. Kondisi ini sering terjadi akibat aktivitas fisik dan stres.

  • Angina tidak stabil, yakni kebalikan dari angina stabil. Angina tidak stabil tidak mengikuti pola gejala dan juga lebih parah. Kondisi ini berlangsung dengan lama dan tidak berkurang dengan obat-obatan serta bisa berkembang menjadi serangan jantung.

  • Angina mikrovaskular, yakni jenis angin duduk yang memengaruhi arteri pada jantung. Hal ini cenderung terjadi pada keseharian, bisa bertahan lebih lama, dan menyebabkan sakit yang parah.

  • Angina varian atau angina Prinzmetal adalah jenis angin duduk yang jarang terjadi dan disebabkan oleh kontraksi pada arteri koroner. Kondisi ini bisa terjadi ketika tubuh sedang beristirahat atau tidur pada malam hari.

Gejala Angin Duduk

Salah satu gejala angin duduk adalah rasa nyeri dan sesak pada bagian dada. Foto: Pexels.com

Angin duduk atau angina memiliki gejala tertentu yang akan dirasakan oleh penderitanya. Gejala umum angin duduk berupa:

  • Rasa nyeri pada bagian dada. Dada terasa diremas, sesak, berat, tertekan, atau bahkan terasa terbakar

  • Rasa tidak nyaman pada bagian tulang dada

  • Rasa nyeri pada bagian-bagian tubuh, seperti lengan, punggung, leher, rahang, bahu

  • Tubuh terasa lemas dan lelah

  • Berkeringat

  • Sesak napas

  • Mual dan muntah

  • Pusing

  • Pingsan

Penyebab Angin Duduk

Angin duduk pada umumnya disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung. Gangguan jantung yang bisa menyebabkan angin duduk adalah:

  • Penyakit arteri koroner, yaitu gangguan yang terjadi akibat adanya penumpukan zat yang membentuk plak pada arteri jantung yang menyebabkan arteri menyempit.

  • Penyakit mikrovaskuler koroner, yakni gangguan ketika arteri kecil pada jaringan jantung rusak sehingga mengganggu aliran darah ke jantung.

  • Kejang arteri, yakni kondisi ketika arteri di sekitar jantung kejang secara tiba-tiba dan membuat arteri menyempit. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah ke jantung.

  • Gumpalan darah di jantung yang terjadi pada kasus angina atau miokard tidak stabil bisa menghalangi aliran darah di arteri dan menimbulkan gejala angin duduk dan serangan jantung.

Selain beberapa gangguan di atas, angin duduk juga bisa terjadi akibat beberapa kondisi, seperti:

  • Aktivitas fisik yang berat

  • Stres mental atau emosional

  • Makan makanan berat

  • Suhu yang sangat dingin maupun panas

  • Kebiasaan merokok

Cara Mengobati Angin Duduk

Ada banyak pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi angina. Mengutip dari jurnal Angina oleh Christine Hermiz dan Yub Raj Sedhai, berikut cara mengobati angin duduk.

1. Terapi Obat-obatan

Salah satu cara mengobati angin duduk adalah dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Foto: Pexels.com

Ada beberapa jenis obat yang bisa diberikan untuk menangani angin duduk. Obat yang diberikan bergantung pada jenis angina yang dimiliki.

Berikut adalah jenis obat yang diberikan untuk menangani gejala angin duduk:

  • Nitrat, seperti nitrogliserin yang dapat membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar sehingga melancarkan aliran darah.

  • Beta-blocker yang menyebabkan jantung berdetak lebih lambat dan kurang kuat sehingga bisa mengurangi permintaan oksigen dalam jantung.

  • Calcium channel blocker yang membantu untuk mengendurkan pembuluh darah. Dengan begitu, aliran darah akan lebih lancar menuju jantung.

  • ACE inhibitor yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

  • Obat pencegah gumpalan untuk mencegah pembentukan gumpalan darah yang menyebabkan angin duduk, seperti aspirin.

  • Statin untuk membantu menurunkan kadar kolesterol yang mungkin berperan dalam munculnya gejala angina.

2. Perubahan Gaya Hidup

Ada beberapa gaya hidup yang bisa membantu untuk membatasi gejala angin duduk, seperti:

  • Makan-makanan yang menyehatkan jantung

  • Berolahraga secara teratur

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal

  • Mengelola stres dengan baik, seperti dengan yoga, menulis jurnal, melakukan aktivitas yang menyenangkan

  • Berhenti merokok dan membatasi asupan alkohol

  • Hindari paparan suhu yang sangat panas ataupun dingin

3. Prosedur Bedah

Dalam kasus angin duduk yang tidak bisa ditangani dengan obat-obatan atau perubahan gaya hidup, dokter mungkin akan menganjurkan pelaksanaan prosedur beda. Ada beberapa jenis operasi yang mungkin akan dilakukan.

Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada kondisi dari penderitanya. Pilihannya dapat berupa:

  • Intervensi koroner perkutan (PCI). PCI menggunakan balon kecil untuk membantu membuka atau memperlebar arteri. Stent kemudian dipasang untuk membantu menjaga arteri tetap terbuka.

  • Bypass koroner. Prosedur ini menggunakan pembuluh darah dari tempat lain di dalam tubuh untuk membantu memotong arteri di jantung yang telah tersumbat.

  • Angin duduk atau angina merupakan gejala dan tanda adanya gangguan pada jantung. Tergantung pada jenisnya, angin duduk bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

Jika mengalami gejala angin duduk, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penjelasan medis serta penanganan yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu angina stabil?
chevron-down

Angina stabil adalah yaitu jenis angin duduk yang mengikuti pola gejala yang konsisten dan cenderung tidak bertahan lama.

Apa yang dimaksud dengan penyakit arteri koroner?
chevron-down

Penyakit arteri koroner adalah gangguan yang terjadi akibat penumpukan plak pada arteri jantung yang menyebabkan arteri menyempit.

Apa itu obat calcium channel blocker?
chevron-down

Calcium channel blocker adalah jenis obat yang membantu untuk mengendurkan pembuluh darah.