Kumparan Logo
Konten Media Partner

Anoreksia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anoreksia merupakan gangguan makan yang menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Anoreksia merupakan gangguan makan yang menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Foto: Pexels.com

Anoreksia adalah kondisi yang ditandai dengan hilangnya nafsu makan akibat beberapa faktor. Kondisi ini dapat menjadi gejala dari berbagai macam penyakit.

Anoreksia atau yang dikenal dengan anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang ekstrem terhadap kelebihan berat badan. Ketika menderita anoreksia, seseorang akan membatasi makanannya dan akan merasa takut jika berat badannya bertambah.

Orang dengan anoreksia umumnya membatasi jumlah kalori dan jenis makanan yang dikonsumsi. Gangguan ini meningkatkan risiko kematian pada remaja 10 kali lipat dan dapat menjadi gangguan mental yang bisa berbahaya.

Agar lebih jelas, di bawah ini akan dibahas mengenai anoreksia, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara menanganinya.

Gejala Anoreksia

Anoreksia adalah gangguan makan atau eating disorder yang membuat seseorang menghindari makan hingga menyebabkan berat badannya menurun di bawah normal serta kekurangan nutrisi. Meskipun sudah kurus, penderita anoreksia masih merasa tubuhnya gemuk.

Mengutip jurnal Risk Factors Across the Eating Disorders oleh Anja Hilbert, dkk, diet yang berlebihan merupakan gejala umum dari anoreksia. Gejala anoreksia yang muncul dapat berupa bentuk fisik, perilaku, dan emosional.

Gejala Perilaku

Gejala perilaku merupakan tanda awal yang muncul pada penderita anoreksia. Gejala perilaku pada penderita anoreksia yaitu:

  • Berbicara tentang berat badan atau makanan sepanjang waktu

  • Kehilangan nafsu makan

  • Jarang makan atau makan sangat sedikit

  • Menghindari makan di depan orang lain

  • Tidak ingin pergi keluar dengan teman-teman

  • Memaksakan diri untuk muntah

  • Minum obat pencahar atau pil diet

  • Olahraga yang berlebihan

Gejala Emosional

Salah satu gejala anoreksia adalah mengalami perubahan emosional. Foto: Pexels.com

Penderita anoreksia juga akan mengalami perubahan emosional. Pada umumnya, gejala emosional penderita anoreksia adalah rasa cemas yang berlebihan, depresi, sering berpikir untuk mengakhiri hidup serta tampak murung dan suram.

Gejala Fisik

Pada umumnya, gejala fisik tidak akan langsung terlihat. Gejalanya muncul seiring berjalannya waktu akibat kelaparan dan kekurangan nutrisi. Berikut gejala fisik yang biasanya muncul pada penderita anoreksia:

  • Sering bingung dan lambat berpikir

  • Mudah lupa, linglung, dan sulit membuat keputusan

  • Rambut mudah rontok dan kuku sangat rapuh

  • Merasa kedinginan sepanjang waktu

  • Pusing, lemah, dan merasa akan pingsan

  • Lelah dan lesu

  • Menstruasi tidak teratur

  • Kulit kering, bersisik, atau menguning

  • Sembelit parah

  • Otot melemah dan sendi membengkak

Penyebab Anoreksia

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab anoreksia. Akan tetapi, para peneliti memperkirakan bahwa gangguan makan ini dipengaruhi oleh faktor genetik, biologis, psikis, dan lingkungan.

Dalam jurnal New insights in Anorexia Nervosa oleh Gordwood P, dkk, anoreksia mungkin disebabkan oleh kelainan pada jalur makanan. Sebagian juga menyebutkan bahwa anoreksia dipengaruhi oleh pelepasan endorfin saat kelaparan.

Berbagai macam gangguan makan, termasuk anoreksia, dikaitkan dengan dengan sistem neurotransmiter abnormal yang melibatkan serotonin, dopamin, dan neurokimia lainnya.

Di samping itu, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang bisa menderita anoreksia, seperti:

  • Tidak puas dengan bentuk tubuh yang dimiliki

  • Perfeksionisme dan perilaku yang kaku

  • Gangguan pola makan sewaktu kecil

  • Riwayat diet

  • Stigma tentang berat badan (diskriminasi dan stereotip masyarakat umum tentang berat badan)

  • Diabetes tipe 1

Diagnosis Anoreksia

Penyedia layanan kesehatan, seperti rumah sakit, akan menjalankan sejumlah tes untuk mendiagnosis anoreksia. Pada umumnya, pasien akan melakukan pemeriksaan fisik serta berbagai macam tes kesehatan lainnya untuk melihat kemungkinan adanya gangguan penyakit tertentu.

Jika pasien tidak memiliki gangguan tertentu, tenaga medis akan memulai diagnosis gangguan makan menggunakan kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5). Kriterianya dapat berupa:

  • Pembatasan asupan energi dan berat badan yang sangat rendah untuk usia, jenis kelamin, dan kesehatan seseorang secara keseluruhan.

  • Ketakutan yang intens terhadap menambah berat badan atau menjadi gemuk, meskipun tubuh memiliki berat badan yang pas atau bahkan kurang.

  • Terganggu oleh berat badan atau bentuk tubuh seseorang atau menyangkal bahwa berat badan yang dimiliki sangatlah rendah.

Cara Mengobati Anoreksia

Jika tenaga ahli mendiagnosis adanya gangguan anoreksia pada seseorang, selanjutnya pasien akan direkomendasikan beberapa cara untuk mengobatinya. Inilah beberapa cara penanganan anoreksia:

1. Konseling Gizi

Konseling gizi merupakan salah satu cara penanganan anoreksia. Foto: Pexels.com

Fokus awal penanganan anoreksia adalah memastikan pasien memperoleh nutrisi dan pemulihan berat badan. Tujuan utamanya adalah pemeliharaan berat badan secara ideal, pemberian edukasi mengenai rasa lapar dan kenyang, dan lain-lain.

2. Psikoterapi

Psikoterapi untuk anoreksia bertujuan untuk membantu seseorang mengubah pola pikir serta perilaku tentang berat badan dan makanan serta mengembangkan mekanisme koping yang sehat.

Bentuk umum psikoterapi yang digunakan untuk mengobati anoreksia adalah:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT) yang akan membahas mengenai pandangan dan sikap yang menyimpang tentang berat badan, bentuk, dan penampilan, dan mendorong praktik perubahan perilaku.

  • Terapi perilaku dialektis (DBT) adalah teknik CBT ditambah meditasi dan strategi manajemen emosional lainnya untuk mengembangkan keterampilan dalam menangani pemicu gangguan.

  • Terapi penerimaan dan komitmen membantu seseorang dengan merangkul pikiran dan perasaannya.

  • Terapi remediasi kognitif membantu orang mengembangkan strategi kognitif dan meningkatkan keterampilan berpikir pasien.

3. Terapi Obat

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan anoreksia, tetapi antidepresan dan obat antikecemasan dapat dikonsumsi bersamaan sambil menjalani psikoterapi untuk membantu mengurangi gejala anoreksia. Antidepresan, termasuk inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), dapat membantu mengurangi gejala depresi dan pikiran untuk bunuh diri pada penderita anoreksia.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa nama lain dari anoreksia?
chevron-down

Anoreksia dikenal dengan istilah lain, yaitu anoreksia nervosa.

Apa yang dimaksud dengan terapi remediasi kognitif?
chevron-down

Terapi remediasi kognitif adalah terapi yang membantu orang mengembangkan strategi kognitif dan meningkatkan keterampilan berpikir pasien.

Apa contoh obat antidepresan untuk penderita anoreksia?
chevron-down

Contoh obat antidepresan untuk mengurangi gejala anoreksia adalah inhibitor reuptake serotonin selektif.