Antasida: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping
·waktu baca 4 menit

Antasida adalah golongan obat yang digunakan untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan gangguan saluran pencernaan, seperti asam lambung, maag, gastritis (radang lambung), tukak lambung, dan sebagainya.
Mengutip National Health Service of United Kingdom, Antasida merupakan obat untuk menetralkan asam lambung, sehingga bermanfaat meredakan gangguan saluran pencernaan dan sakit perut. Obat ini tidak mengurangi sekresi asam lambung, tetapi hanya menetralkan keasaman asam lambung.
Antasida termasuk ke dalam golongan obat bebas sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Di bagian indikasi disebutkan bahwa Antasida dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Antasida Tablet | |
|---|---|
Harga | Rp3.000 - Rp10.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengatasi gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, nyeri ulu hati, sakit perut, dan perut kembung. |
Komposisi | Alumunium Hydroxide 200 mg, Magnesium Hydroxide 200 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis ½ tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari.
Dewasa: dosis 1-2 tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari. |
Efek Samping | Mual, muntah, diare, sakit perut, dan kram perut. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada suhu ruangan serta terlindung dari paparan cahaya langsung dan tempat yang lembap. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk penderita gangguan fungsi ginjal yang berat, karena dapat menimbulkan hipermagnesia (kadar magnesium dalam darah meningkat). |
Golongan Obat | Obat bebas |
Pengertian Antasida
Antasida merupakan obat-obatan untuk menetralkan keasaman isi lambung. Getah asam lambung bersifat asam, dengan tingkat keasaman atau pH mendekati angka 1. Obat ini bekerja dengan cara menetralisir asam lambung, sehingga menyebabkan kenaikan pH lambung.
Antasida tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Obat ini dapat dikonsumsi ketika gejala muncul atau terasa akan muncul. Selain itu, obat ini juga bisa dikonsumsi saat atau segera setelah makan.
Kandungan dan Kegunaan Antasida
Antasida yang paling banyak digunakan mengandung kombinasi alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida. Beberapa obat Antasida juga memiliki kandungan simetikon, yaitu bahan kimia yang membantu menguraikan gelembung gas di dalam perut dan membuangnya dari tubuh.
Mengutip Guidelines for the Clinical Evaluation of Antacid Drugs oleh Food and Drug Administration (FDA), Antasida dapat digunakan untuk mengobati berbagai gejala akibat kelebihan asam lambung, seperti:
Refluks asam, yang ditandai dengan batuk kering terus-menerus, nyeri saat berbaring, dan kesulitan menelan makanan.
Mulas, yang ditandai dengan sensasi terbakar di bagian dada atau tenggorokan yang disebabkan oleh refluks asam.
Gangguan pencernaan, yang ditandai dengan rasa sakit di perut bagian atas seperti perut kembung.
Nyeri ulu hati, yang ditandai dengan rasa tidak nyaman yang muncul di area tengah sekitar dada bagian perut atas.
Obat Antasida dapat digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain jika diperlukan. Meski begitu, obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi bersama obat lainnya karena dapat mengurangi efek obat tersebut.
Anjuran Dosis Antasida
Antasi merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan sirup. Perbedaan sediaan tersebut diformulasikan untuk memudahkan penderita yang sulit menelan atau ingin menutupi rasa yang tidak enak pada obat.
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Antasida secara umum sesuai dengan bentuk sediaan obatnya adalah sebagai berikut.
Dosis Antasida (Tablet)
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis ½ tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, 1 jam sebelum makan, atau 2 jam setelah makan.
Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun: dosis 1-2 tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, 1 jam sebelum makan, atau 2 jam setelah makan.
Dosis Antasida Sirup
Dewasa: 1-2 sendok teh ukuran 5 ml, diminum 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, sebelum makan, atau menjelang tidur malam.
Kontraindikasi Antasida
Meskipun termasuk golongan obat bebas, penggunaan Antasida untuk mengatasi asam lambung tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, penyakit jantung, diabetes, radang usus, gangguan fungsi hati, dan hipertensi.
Efek Samping Antasida
Antasida umumnya memiliki efek samping ringan. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Antasida, di antaranya:
Diare atau sembelit
Mual atau muntah
Kram perut
Lelah yang tidak biasa
Nafsu makan hilang
Selain efek samping di atas, Antasida juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam merah pada kulit, pembengkakan bibir atau kelopak mata, kesulitan bernapas, dan gatal-gatal.
Jika merasakan efek samping yang tidak kunjung membaik dan reaksi alergi, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Antasida golongan obat apa?

Antasida golongan obat apa?
Antasida termasuk ke dalam golongan obat bebas sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.
Apa kandungan obat Antasida?

Apa kandungan obat Antasida?
Antasida yang paling banyak digunakan mengandung kombinasi alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida.
Apa kegunaan Antasida?

Apa kegunaan Antasida?
Antasida dapat digunakan untuk mengobati berbagai gejala akibat kelebihan asam lambung, seperti refluks asam, mulas, dan gangguan pencernaan.
