Kumparan Logo
Konten Media Partner

Anyang-anyangan: Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anyang-anyangan adalah gejala dari suatu penyakit yang mempengaruhi aktivitas buang air kecil. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Anyang-anyangan adalah gejala dari suatu penyakit yang mempengaruhi aktivitas buang air kecil. Foto: Unsplash.com

Anyang-anyangan adalah salah satu gangguan saat buang air kecil. Gangguan ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.

Anyang-anyangan merupakan gejala dari suatu penyakit. Penyebab umum anyang-anyangan adalah infeksi saluran kemih.

Siapapun dapat mengalami anyang-anyangan dan penanganannya biasanya tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai gangguan anyang-anyangan. Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Anyang-anyangan?

Anyang-anyangan adalah kondisi ketika buang air kecil terasa tidak nyaman, nyeri, dan sensasi terbakar. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan disuria.

Gejalanya biasanya dirasakan pada saluran kemih, baik di kandung kemih atau di sekitar alat kelamin. Anyang-anyangan bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala dari gangguan kesehatan tertentu.

Setiap orang memiliki risiko untuk terkena gangguan ini, tetapi risiko umumnya lebih tinggi pada ibu hamil, penderita diabetes dan gangguan kandung kemih.

Gejala Anyang-anyangan

Dalam ulasan Dysuria oleh Parth Mehta, dkk, gejala utama dari anyang-anyangan adalah sensasi terbakar saat buang air kecil. Sebagian besar penderita melaporkan bahwa rasa tidak nyaman yang dirasakan adalah rasa perih dan tersengat seperti terbakar.

Sensasi ini bisa datang pada saat buang air kecil atau setelah buang air kecil. Anyang-anyangan juga bisa disertai dengan beberapa gejala lainnya, hal ini tergantung pada penyakit yang mendasarinya.

Pada pria, rasa nyeri akan bertahan di organ intim sebelum dan saat buang air kecil, sedangkan pada wanita, sensasi nyerinya akan terasa di dalam maupun luar organ intim.

Penyebab Anyang-anyangan

Salah satu penyebab anyang-anyangan adalah penyakit infeksi saluran kemih. Foto: Pexels.com

Anyang-anyangan bisa disebabkan oleh berbagai macam gangguan penyakit, seperti di bawah ini.

1. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah infeksi bakteri yang menumpuk di saluran kemih. Penularan bakteri ini bisa disebabkan oleh aktivitas seksual hingga kebiasaan membersihkan organ intim yang kurang tepat.

Infeksi saluran kemih akan menimbulkan gejala anyang-anyangan dan disertai dengan gejala lain, seperti sering buang air kecil, kencing nanah atau darah, demam, dan urine berbau busuk.

2. Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan herpes genital akan menyebabkan anyang-anyangan sebab infeksi ini bisa mempengaruhi saluran kemih. Infeksi ini disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur yang menular melalui aktivitas seksual.

3. Infeksi Prostat

Pada pria, anyang-anyangan dapat disebabkan infeksi bakteri di bagian prostat (prostatitis). Prostatitis biasanya merupakan komplikasi dari infeksi menular seksual.

Selain anyang-anyangan, penderita prostatitis juga akan merasakan beberapa keluhan lainnya, seperti sulit buang air kecil, nyeri pada kandung kemih, testis, dan penis, sulit ejakulasi, dan sering buang air kecil, terutama di malam hari.

4. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah penyakit yang ditandai dengan terbentuknya endapan dari bahan kimia di dalam ginjal. Kadar kalsium atau asam urat terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan tersebut.

Gejala dari batu ginjal adalah anyang-anyangan, rasa sakit di punggung, urine berwarna keruh, mual dan muntah. Penderita juga bisa mengeluhkan kencing batu.

5. Kista Ovarium

Anyang-anyangan pada wanita bisa disebabkan oleh kista ovarium. Kista ovarium adalah gangguan yang ditandai dengan munculnya benjolan di bagian ovarium.

Kista ini akan memberikan tekanan pada kandung kemih, sehingga seseorang akan merasakan rasa nyeri saat buang air kecil. Selain rasa nyeri, gangguan ini juga menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan, nyeri panggul, gejala menstruasi yang menyakitkan, dan nyeri payudara.

6. Sistitis

Sistitis adalah kondisi yang menyebabkan iritasi dan peradangan kronis di kandung kemih. Kondisi ini tidak disebabkan oleh infeksi dan bisa berlangsung selama 6 minggu.

Penderita sistitis akan merasakan gejala nyeri saat buang air karena peradangan di kandung kemih. Tak hanya itu, penderita juga akan memiliki keluhan berupa sering buang air kecil.

7. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis adalah gangguan infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Kondisi ini menyebabkan penderitanya memiliki kelainan pada warna keputihan, iritasi pada vagina, serta rasa sakit saat buang air kecil dan berhubungan seksual.

8. Kanker Kandung Kemih

Penyebab anyang-anyangan lainnya adalah kanker kandung kemih. Kanker kandung kemih adalah gangguan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel kanker yang abnormal.

Pada penderita kanker kandung kemih, anyang-anyangan bukanlah gejala awal dari kondisi ini. Namun, pertumbuhan ganas sel kanker di kandung kemih akan mengganggu saluran tersebut dan menyebabkan anyang-anyangan.

Cara Mengobati Anyang-Anyangan

Minum air putih adalah salah satu cara untuk mengurangi gejala anyang-anyangan. Foto: Pexels.com

Penanganan anyang-anyangan dilakukan dengan mengobati penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, cara mengobati anyang-anyangan pada setiap orang bisa berbeda.

Secara umum, penderita anyang-anyangan akan diresepkan sejumlah obat untuk mengobati gangguan yang mendasarinya. Misalnya, jika anyang-anyangan disebabkan oleh infeksi, dokter akan meresepkan obat antibiotik.

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan prosedur bedah jika masalah yang dimiliki terbilang serius. Di samping itu, terdapat beberapa perawatan rumahan menangani untuk menangani anyang-anyangan, seperti:

  • Hindari kebiasaan menahan buang air kecil. Kebiasaan ini bisa menyebabkan bakteri mudah berkembang biak serta memperburuk gejala anyang-anyangan.

  • Perbanyak mengonsumsi cairan, khususnya air putih. Banyak mengonsumsi air putih akan membantu mengeluarkan zat, bakteri, dan bahan kimia yang menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil.

  • Kompres hangat pada bagian perut bawah dapat membantu mengurangi gejala anyang-anyangan. Lakukan selama 15 menit setiap hari untuk mengurangi rasa nyerinya.

  • Hindari konsumsi kafein, alkohol, makanan manis, makanan asam dan pedas karena bisa mengiritasi saluran kemih.

  • Gunakan pakaian longgar dan nyaman untuk mengurangi gejala anyang-anyangan.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu disuria?

chevron-down

Disuria adalah kondisi ketika buang air kecil terasa tidak nyaman, nyeri, dan sensasi terbakar.

Apa gejala dari batu ginjal?

chevron-down

Gejala dari batu ginjal adalah anyang-anyangan, rasa sakit di punggung, urine berwarna keruh, mual dan muntah.

Apa manfaat air putih bagi penderita anyang-anyangan?

chevron-down

Minum air putih akan membantu mengeluarkan zat, bakteri, dan bahan kimia yang menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil.