Kumparan Logo
Konten Media Partner

Apa Bahaya Penyakit OCD? Berikut Penjelasannya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
OCD adalah penyakit mental yang menyebabkan penderitanya akan melakukan tindakan obsesif dan kompulsif. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
OCD adalah penyakit mental yang menyebabkan penderitanya akan melakukan tindakan obsesif dan kompulsif. Foto: Unsplash.com

Obsessive compulsive disorder (OCD) atau gangguan obsesif kompulsif merupakan salah satu gangguan mental yang bisa saja bersifat berbahaya pada tahap tertentu. Ada beberapa bahaya penyakit OCD yang bisa dialami oleh penderita penyakit ini.

Salah satu di contohnya adalah penderita OCD bisa mengalami gangguan kesehatan. Misalnya, dermatitis apabila penderita OCD melakukan suatu tindakan secara kompulsif, yakni akibat kebiasaan mencuci tangan berkali-kali.

Apa Itu OCD?

Dalam jurnal Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition terbitan American Psychiatric Association, secara umum, penyakit OCD adalah penyakit mental yang menyebabkan penderitanya akan melakukan tindakan obsesif dan kompulsif.

Obsesif didefinisikan sebagai perilaku yang didasari oleh pikiran, dorongan, atau impuls yang tidak diinginkan serta mengganggu sehingga memicu rasa cemas. Pikiran obsesif cenderung memiliki tema, seperti:

  • Takut akan kuman

  • Kebutuhan melihat sesuatu yang simetris

  • Pikiran yang mengganggu, seperti keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Berbeda dengan obsesif, kompulsif merupakan perilaku yang berulang yang perlu dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Apa Gejala OCD?

OCD akan menimbulkan gejala-gejala tertentu. Biasanya gejala pada OCD dibedakan menjadi dua, yakni gejala obsesif dan gejala kompulsif.

Gejala Obsesif

Gejala obsesif bisa berupa:

  • Tidak ingin menyentuh benda atau barang yang sudah disentuh oleh orang lain.

  • Cemas ketika benda atau barang tidak terletak pada tempatnya (terletak di sembarang tempat)

  • Selalu mengira-ngira apakah pintu sudah dikunci, lampu sudah dimatikan, dan lain-lain setelah keluar rumah

  • Tidak ingin melihat gambar-gambar yang aneh

  • Memikirkan atau melakukan suatu hal yang berulang-ulang meskipun tidak ingin dilakukan.

Gejala Kompulsif

Gejala penyakit OCD yang bersifat kompulsif adalah:

  • Mencuci tangan berlebihan, meskipun kulit tangan sudah memerah

  • Mengatur benda dengan cara yang tepat, bahkan menyempatkan waktu untuk mengatur benda-benda dengan rapi meskipun memiliki kewajiban untuk melakukan hal lain.

  • Berulang kali memeriksa pintu, gas dan kompor, aliran listrik. Tidak akan meninggalkan rumah sebelum benar-benar diperiksa dengan teliti.

  • Diam-diam menghitung atau mengulangi kata-kata berulang kali meskipun tidak ingin dilakukan.

Salah satu bahaya penyakit OCD adalah bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya. Foto: Unplash.com

Apa Bahaya Penyakit OCD?

Penyakit OCD sebenarnya tidak membahayakan nyawa penderitanya secara langsung. Namun, beberapa gejala yang ditimbulkan OCD bisa mengancam nyawa, seperti keinginan untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

Penyakit OCD bisa menurunkan kualitas hidup seseorang karena gangguan ini bisa menghambat berbagai macam aktivitas sehari-hari bahkan menghancurkan relasi sosial penderitanya.

Selain itu, ada sejumlah masalah lain yang diakibatkan oleh gangguan obsesif-kompulsif, yakni di antaranya:

  • Menghabiskan waktu secara berlebihan untuk tindakan atau perilaku ritualistik (yang berulang-ulang).

  • Masalah kesehatan, seperti dermatitis yang diakibatkan kebiasaan mencuci tangan secara berlebihan.

  • Kesulitan untuk melakukan pekerjaan, mengikuti kegiatan sekolah atau kegiatan sosial.

  • Memiliki masalah pada hubungan dengan orang lain.

  • Memiliki pemikiran untuk melakukan bunuh diri, bahkan mencoba untuk bunuh diri.

Bahaya-bahaya di atas bisa menurunkan kualitas hidup penderita OCD. Oleh sebab itu, diperlukan penanganan dan perawatan yang tepat.

Dikutip dari artikel ilmiah Obsessive-Compulsive Disorder karya Dan J Stein, dkk, penanganan dan perawatan OCD yang efektif adalah terapi perilaku kognitif, operasi bedah saraf (jika dibutuhkan), terapi obat, dan lain-lain untuk membantu mengontrol timbulnya gejala.

OCD hanya bisa dibantu untuk meredakan gejalanya dan tidak bisa disembuhkan secara total sebab bisa bertahan selama bertahun-tahun atau seumur hidup.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa kepanjangan OCD?

chevron-down

Obsessive compulsive disorder (OCD) yang artinya gangguan obsesif kompulsif.

Apa itu obsesif?

chevron-down

Obsesif didefinisikan sebagai perilaku yang didasari oleh pikiran, dorongan, atau impuls yang tidak diinginkan serta mengganggu sehingga memicu rasa cemas.

Apa saja penanganan OCD yang efektif?

chevron-down

Penanganan dan perawatan OCD yang efektif adalah terapi perilaku kognitif, operasi bedah saraf (jika dibutuhkan), terapi obat, dan lain-lain untuk membantu mengontrol timbulnya gejala.