Apakah Hepatitis Menular? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Konten Media Partner
23 Agustus 2022 19:35
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi virus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi virus. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Hepatitis adalah kondisi medis yang disebabkan oleh adanya peradangan (pembengkakan) pada hati. Hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bahan kimia, konsumsi alkohol, hingga penggunaan obat-obatan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan perjalanan penyakitnya, hepatitis dibedakan menjadi hepatitis akut dan kronis. Hepatitis akut adalah sebutan untuk hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan. Sementara hepatitis kronis merupakan sebutan untuk hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan.

Apakah Hepatitis Menular?

Hepatitis adalah peradangan yang terjadi pada hati. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi virus dan kondisi atau penyakit yang lain, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun.
Apakah hepatitis menular? Apabila disebabkan oleh infeksi virus, hepatitis bisa menular. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada lima jenis virus penyebab hepatitis, yaitu virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis B, dan virus hepatitis E. Berikut masing-masing penjelasannya.
ADVERTISEMENT

1. Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A dapat ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus.

2. Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani.

3. Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C juga ditularkan melalui cairan tubuh.
Penularan bisa terjadi saat berhubungan seksual tanpa kondom atau menggunakan jarum suntik bekas penderita hepatitis C. Jika ibu hamil menderita hepatitis hepatitis C, bayinya dapat tertular penyakit ini saat melewati jalan lahir ketika persalinan.
Ilustrasi jarum suntik bekas yang terkontaminasi virus dapat menjadi penyebab penularan penyakit hepatitis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jarum suntik bekas yang terkontaminasi virus dapat menjadi penyebab penularan penyakit hepatitis. Foto: Unsplash

4. Hepatitis D

Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan jenis hepatitis yang jarang terjadi, tetapi bisa bersifat serius.
ADVERTISEMENT
Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.

5. Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah menular pada lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk, salah satunya melalui kontaminasi virus ini pada sumber air.

Apa yang Menyebabkan Seseorang Terkena Penyakit Hepatitis?

Secara umum, penyebab hepatitis dapat dikategorikan menjadi dua macam, yaitu hepatitis virus dan hepatitis non-virus. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hepatitis sesuai dengan jenis hepatitisnya.

1. Penyebab Hepatitis A

Hepatitis A ditularkan melalui makanan atau minuman yang mengandung virus hepatitis A di dalamnya. Selain itu, masalah sanitasi yang buruk, sehingga kemungkinan terkontaminasi virus juga dapat menyebabkan penyakit ini.
ADVERTISEMENT

2. Penyebab Hepatitis B

Hepatitis B ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, hepatitis ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi, air mani, dan cairan tubuh. Beberapa penyebabnya antara lain:
  • Berbagi jarum suntikan dengan orang yang terinfeksi hepatitis B.
  • Berbagi sikat gigi, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya yang mungkin terkena darah dari orang yang terinfeksi.
  • Pada ibu hamil, hepatitis B dapat ditularkan kepada bayi jika sang ibu menderita hepatitis selama kehamilan.
Ilustrasi berbagai sikat gigi dengan penderita hepatitis dapat menjadi penyebab penyakit hepatitis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berbagai sikat gigi dengan penderita hepatitis dapat menjadi penyebab penyakit hepatitis. Foto: Unsplash

3. Penyebab Hepatitis C

Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi. Beberapa penyebabnya antara lain:
  • Berbagi jarum suntikan narkoba atau kokain dengan orang yang terinfeksi.
  • Menggunakan jarum yang terinfeksi untuk membuat tato, akupunktur, atau tindik.
  • Berbagi barang pribadi yang mungkin terkena darah dari orang yang terinfeksi.
  • Menerima transfusi darah yang mengandung virus hepatitis C.
  • Berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.
  • Pada ibu hamil, hepatitis C dapat ditularkan kepada bayi jika sang ibu menderita hepatitis selama kehamilan.
ADVERTISEMENT

4. Penyebab Hepatitis D

Hepatitis D termasuk jenis hepatitis yang jarang terjadi. Hepatitis ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi, air mani, dan cairan tubuh.

5. Penyebab Hepatitis E

Hepatitis E dapat ditularkan melalui lingkungan dengan sanitasi yang buruk, seperti sanitasi yang terkontaminasi feses orang yang terinfeksi hepatitis E.

6. Penyebab Hepatitis Alkoholik

Hepatitis alkoholik termasuk ke dalam hepatitis non-virus. Hepatitis alkoholik adalah kondisi peradangan hati yang disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

7. Penyebab Hepatitis Toksik

Hepatitis toksik merupakan kondisi peradangan hati yang disebabkan oleh paparan zat beracun, seperti paparan bahan kimia tertentu dan keracunan obat-obatan.

8. Penyebab Hepatitis Autoimun

Hepatitis autoimun merupakan penyakit kronis yang terjadi karena sistem imun tubuh menyerang sel-sel hati. Menurut National Health Service (NHS), belum diketahui penyebab pasti dari kondisi ini.
ADVERTISEMENT
Namun, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena hepatitis autoimun, seperti pengidap penyakit autoimun yang lain dan faktor genetik.

Cara Mengobati Hepatitis

Ilustrasi salah satu cara mengobati hepatitis adalah pemberian obat antivirus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu cara mengobati hepatitis adalah pemberian obat antivirus. Foto: Unsplash
Pengobatan hepatitis akan disesuaikan dengan jenis hepatitis, tingkat keparahan infeksi, serta kondisi pasien. Menurut World Health Organization (WHO), jenis-jenis hepatitis yang paling umum terjadi di dunia adalah hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.
Pengobatan hepatitis akibat infeksi virus bertujuan untuk mengatasi infeksi, meredakan gejala, dan mencegah terjadinya komplikasi. Berikut masing-masing penanganannya.

1. Cara Mengobati Hepatitis A

Penderita hepatitis A umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Hepatitis jenis ini dapat sembuh dengan melakukan beberapa perawatan di rumah, seperti:
  • Beristirahat total
  • Menghindari alkohol
  • Menghindari obat-obatan tertentu yang dapat berbahaya bagi hati
  • Mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi
ADVERTISEMENT
Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk dikonsumsi. Perlu diingat, jangan pernah berhenti minum obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

2. Cara Mengobati Hepatitis B

Hepatitis B akut umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Peradangan akan membaik sendirinya dalam waktu sekitar 6 bulan. Kondisi ini dapat diobati di rumah dengan pengobatan yang sama seperti hepatitis A.
Sementara itu, bagi penderita hepatitis B kronis, perlu melakukan perawatan lain, yaitu:
  • Konsumsi obat antivirus sesuai anjuran dokter
  • Pemantauan rutin untuk tanda-tanda kerusakan hati
  • Transplantasi hati pada kasus yang parah

3. Cara Mengobati Hepatitis C

Hepatitis C dapat diobati dengan obat antivirus. Pilihan obat ini tergantung pada jenis hepatitis C yang diderita, riwayat penyakit, kondisi kerusakan hati, kondisi medis lainnya, dan penggunaan obat-obatan yang diminum.
ADVERTISEMENT
Menurut National Foundation for Infectious Diseases (NFID), pengobatan untuk hepatitis C akut dan kronis biasanya dilakukan selama 8-12 minggu dengan terapi obat antivirus oral, seperti:
  • Elbasvir-grazoprevir (Zepatier)
  • Glecaprevir-pibrentasvir (Mavyret)
  • Ledipasvir-sofosbuvir (Harvoni)
  • Ribavirin (Copegus, Rebetol, Ribasphere)
Namun, perlu diingat bahwa obat antivirus untuk mengatasi hepatitis C tergantung pada kondisi pasien. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk menentukan jenis pengobatan terbaik.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa itu hepatitis?
chevron-down
Apa penyebab hepatitis?
chevron-down
Apa itu hepatitis akut?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020