Ardium: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Konten Media Partner
12 Agustus 2022 19:25
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi obat Ardium. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Ardium. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Ardium obat apa? Ardium adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati wasir kronik dan akut agar tidak terjadi pembengkakan pada pembuluh darah vena dan anus. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi varises atau pelebaran pembuluh darah di kaki.
ADVERTISEMENT
Ardium mengandung kombinasi zat flavonoid murni yang telah dimikronisasi, yaitu diosmin dan hesperidin. Diosmin dan hesperidin merupakan bahan kimia yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan biasa ditemukan di dalam buah sitrus, seperti jeruk dan lemon.

Pengertian Ardium

Ardium merupakan golongan obat herbal, yaitu obat yang berasal dari bahan tumbuhan. Obat ini digunakan untuk membantu mengobati gangguan peredaran darah, seperti wasir kronik dan akut, varises, dan perdarahan di mata atau gusi.
Ardium mengandung senyawa aktif flavonoid yang berperan sebagai agen phlebotonic. Menurut jurnal Phlebotonics for Venous Insufficiency oleh M. J. Martinez (2005), phlebotonic merupakan agen untuk memperbaiki peredaran darah vena dengan meningkatkan tonus pembuluh darah dan menstabilkan permeabilitas kapiler.
ADVERTISEMENT
Ardium tersedia dalam bentuk sediaan obat tablet. Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan supaya penyerapan obat lebih maksimal.

Kandungan dan Kegunaan Ardium

Ardium mengandung micronized purified flavonoid 500 mg dari ekstrak sitrus, seperti jeruk atau lemon. Kandungan dalam Ardium ini setara dengan 90% diosmin (450 mg) dan 10% hesperidin (50 mg). Obat ini bekerja dengan cara menguatkan dinding pembuluh darah, meningkatkan tonus vena dan drainase limfatik, serta menstabilkan permeabilitas kapiler.
Ardium dapat digunakan untuk mengobati kasus wasir akut dan kronik. Secara klinis, obat ini terbukti mengurangi gejala gatal, perdarahan, keluarnya lendir, serta gejala secara keseluruhan pada penderita wasir.
Kandungan flavonoid yang terdapat dalam Ardium terbukti efektif dalam mengontrol perdarahan dan gatal. Seperti yang sudah disebutkan, flavonoid yang dimikroninasi mengandung diosmin dan hesperidin. Diosmin merupakan komponen amina biogenik yang didapatkan dengan cara mengonversi hesperidin ke diosmin. Sementara hesperidin adalah ekstrak dari buah sitrus.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan jurnal Diosmin Isolation Techniques, Determination in Plant Material, and Pharmaceutical Formulations oleh Anna Bogucka (2012), bentuk mikronisasi flavonoid membuat partikel obat memiliki ukuran kurang dari 2 mikrometer, sehingga dapat meningkatkan solubilitas dan absorpsi, serta mempercepat durasi kerja obat dalam tubuh.
Ilustrasi obat Ardium berasal dari esktrak sitrus seperti jeruk. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Ardium berasal dari esktrak sitrus seperti jeruk. Foto: Unsplash
Ardium termasuk ke dalam golongan obat herbal yang mampu mengatasi sejumlah penyakit akibat gangguan peredaran darah. Dalam artikel ilmiah berjudul Ardium Tablet yang diterbitkan oleh Drug International Limited, beberapa kegunaan obat Ardium, antara lain:

1. Mengobati Wasir

Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran yang terjadi pada pembuluh darah di bagian akhir usus besar (rektum) dan anus. Kondisi ini ditandai dengan rasa gatal, nyeri, dan sakit di sekitar anus.

2. Mengurangi Varises

Varises adalah pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah vena yang disebabkan oleh penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Kondisi ini ditandai dengan munculnya pembuluh darah yang tampak bengkak atau menonjol di permukaan kulit.
ADVERTISEMENT
Meskipun termasuk obat herbal, penggunaan Ardium harus sesuai dengan anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.
Ardium umumnya digunakan sebagai obat tunggal dan tidak diminum bersama obat-obatan lain. Konsultasikan dengan dokter apabila ingin mengombinasikan penggunaan obat ini.
Selain itu, penggunaan obat ini sebaiknya dibarengi dengan pola hidup sehat agar obat dapat bekerja secara maksimal.

Anjuran Dosis Ardium

Ardium merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet. Penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk informasi yang tertera pada label kemasan.
Dokter akan meresepkan obat Ardium sesuai kondisi pasien. Berikut anjuran dosis dan aturan pakai Ardium secara umum untuk orang dewasa sesuai kondisi penyakitnya.
ADVERTISEMENT

Dosis Ardium (Penyakit Wasir)

  • Dosis awal: minum 3 tablet sebanyak 2 kali sehari selama 4 hari pertama.
  • Dosis pemeliharaan: minum 2 tablet sebanyak 2 kali sehari selama tiga hari. Jika diperlukan, lanjutkan dengan minum 1 tablet sebanyak 2 kali sehari.

Dosis Ardium (Penyakit Varises)

  • Diminum 2 kali sehari sebanyak 1 tablet.
Ilustrasi konsumsi obat Ardium. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsumsi obat Ardium. Foto: Unsplash

Kontraindikasi Ardium

Penggunaan Ardium harus sesuai dengan petunjuk dokter dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita riwayat penyakit tertentu. Obat ini juga sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil dan menyusui.

Efek Samping Ardium

Sama seperti obat-obatan lain, Ardium yang mengandung diosmin dan hesperidin memiliki sejumlah efek samping. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Ardium, di antaranya:
ADVERTISEMENT
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit kepala
  • Kram perut
  • Sakit perut
Selain efek samping di atas, penggunaan Ardium juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam merah pada kulit, pembengkakan di bibir, wajah, atau kelopak mata, kesulitan bernapas, dan gatal-gatal.
Perlu diperhatikan, tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Namun, jika merasakan efek samping yang tidak kunjung membaik dan reaksi alergi, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa kegunaan obat Ardium?
chevron-down
Ardium golongan obat apa?
chevron-down
Apa kandungan Ardium?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020