Aseksual: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Aseksual adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah orientasi seksual, seperti heteroseksualitas dan homoseksualitas. Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti tidak tertarik dengan seks, bisa menjalin hubungan tanpa aktivitas seks, dan lainnya.
Namun, kondisi aseksual ini masih menjadi pro dan kontra, karena banyak yang menyebutkan bahwa aseksual tidak bisa disebut sebagai penyakit atau gangguan seksual. Simak informasi lengkapnya dalam ulasan pada artikel di bawah ini.
Pengertian Aseksual
Aseksual berhubungan erat dengan istilah seksualitas. Menurut laman The Trevor Project, aseksual adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan orientasi seksual, sama seperti homoseksualitas, biseksualitas, dan heteroseksualitas. Lebih jelasnya, aseksual menggambarkan seseorang yang memiliki sedikit minat dalam berhubungan seks.
Meski memiliki sedikit minat dalam berhubungan seks, aseksual masih mungkin mengalami ketertarikan romantis. Jadi, orang aseksual lebih memilih menjalin hubungan persahabatan daripada ke arah yang lebih intim. Kendati demikian, mereka mungkin tetap melakukan masturbasi, tapi tidak tertarik berhubungan seks.
Dalam laman University of Warwick, disebutkan bahwa jenis-jenis aseksual terbagi menjadi dua macam, yakni aseksual aromantik aseksual romantik, hingga aseksual abu-abu. Berikut pengertian singkatnya.
Kaum aseksual aromantik adalah kondisi di mana ia tidak memiliki ketertarikan romantis, dalam banyak kasus mereka tidak disentuh.
Kaum aseksual romantik adalah kondisi di mana tidak memiliki ketertarikan seksual, tetapi kebanyakan dari mereka mengalami ketertarikan romantis.
Kaum aseksual abu-abu adalah kondisi di mana ia memiliki ketertarikan yang kurang jelas, karena seksualitas mereka berada di antara seksual dan aseksual.
Penyebab Aseksual
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aseksual tidak bisa disebut sebagai penyakit mental atau gangguan seksual. Sebab, aseksual bukan kondisi yang menyebabkan seseorang disfungsional. Penyebab aseksual belum bisa ditentukan dengan pasti.
Menurut laman Planned Parenthood, orang aseksual belum tentu mengalami peristiwa seksual traumatis di masa lalu atau adanya trauma emosional. Namun, perlu diketahui juga bahwa aseksual bukan berarti mengharuskan dirinya harus hidup sendiri atau dalam kesepian.
Aseksual kemungkinan besar terjadi karena fluktuasi hormonal dan siklus menstruasi atau ereksi pada waktu-waktu tertentu dalam sehari. Namun, yang perlu digarisbawahi, orang aseksual tidak akan merasa terganggu sama sekali dengan kondisi yang dialami oleh mereka.
Gejala Aseksual
Orang aseksual kerap tidak menyadari apa yang dirasakannya. Padahal, ada beberapa kondisi yang menjadi ciri-ciri atau gejala aseksual. Menyadur dari berbagai sumber, berikut beberapa gejala aseksual yang perlu untuk diketahui.
1. Tidak tertarik dengan seks
Ciri-ciri pertama yang dialami oleh orang aseksual adalah tidak tertarik dengan seks, meskipun bisa melakukannya. Menurut laman Unitarian Universalist Association, orang aseksual masih bisa melakukan hubungan seksual.
Kondisi ini terjadi karena pandangan orang aseksual yang merasa bahwa berhubungan seks adalah kegiatan yang tidak nyaman untuk dilakukan, bahkan ada juga memandang bahwa seks sebagai hal yang negatif.
2. Punya fantasi seks
Fantasi seks adalah gambaran mental atau pola pemikiran seksualitas untuk meningkatkan hasrat seksual. Sederhananya, fantasi seksual merupakan imajinasi alam bawah sadar seseorang untuk meningkatkan gairah seksual.
Berdasarkan pengertian di atas, bisa dilihat bahwa aseksual masih memiliki fantasi seks, salah satunya adalah masturbasi. Maka itu, meski aseksual tidak tertarik melakukan hubungan seksual, aseksual masih memiliki fantasi seks.
3. Masih menjalin hubungan
Menyadur The Journal of Sex Research, aseksual masih bisa menjalani hubungan walaupun tidak melakukan aktivitas seks.
Cara Mengobati Aseksual
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aseksual bukan penyakit atau gangguan mental. Oleh karena itu, kondisi ini tidak memerlukan pengobatan atau penyembuhan.
Aseksual sendiri masih bisa merasakan libido hingga masturbasi dan sewaktu-waktu mereka bisa saja memuaskan diri dengan berhubungan seksual. Perlu diketahui, bahwa aseksual tidak sama dengan impoten. Itu sebabnya, kaum aseksual bisa sewaktu-waktu berubah dan bersedia melakukan hubungan seksual.
Cara Mencegah Aseksual
Aseksual bukan kondisi yang dapat dicegah, terlebih karena penyebabnya pun belum bisa diketahui secara pasti. Kendati demikian, pasangan yang akan menikah dengan seorang aseksual bisa melakukan beberapa pencegahan atau pertimbangan.
Menyadur laman Healthline, berikut informasinya.
Pastikan bahwa pasangan mengetahui kondisi yang sebenarnya dan melakukan diskusi terlebih dahulu. Tujuannya agar pasangan tidak terkejut di kemudian harinya.
Apabila memutuskan untuk menikah dengan aseksual, berarti Anda sudah siap dan menerima kondisi pasangan apa adanya. Maka itu, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan ditolak oleh pasangan untuk berhubungan seksual.
Buat komitmen untuk menjalani dan menjaga keutuhan pernikahan sebaik mungkin.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud aseksual?

Apa yang dimaksud aseksual?
Aseksual adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan orientasi seksual, sama seperti homoseksualitas, biseksualitas, dan heteroseksualitas.
Apakah aseksual bisa disembuhkan?

Apakah aseksual bisa disembuhkan?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aseksual bukan penyakit atau gangguan mental. Oleh karena itu, kondisi ini bukan mengarah pada pengobatan atau penyembuhan.
Apa aseksual bisa menyukai sesama jenis?

Apa aseksual bisa menyukai sesama jenis?
Aseksual masih bisa menjalani hubungan dengan lawan jenis walaupun tidak melakukan aktivitas seks.
