Kumparan Logo
Konten Media Partner

Atorvastatin: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Atorvastatin. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Atorvastatin. Foto: Unsplash

Daftar isi

Atorvastatin obat apa? Atorvastatin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan lemak, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam darah. Obat ini termasuk ke dalam golongan HMG CoA reductase inhibitors atau statin, yakni obat penurun kolesterol.

Atorvastatin termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. Pada bagian indikasi disebutkan bahwa Atorvastatin dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Atorvastatin Tablet 10 mg
Harga
Rp20.000 - Rp30.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Menurunkan kadar kolesterol dan juga sebagai terapi tambahan di samping diet untuk menurunkan kadar kolesterol total, LDL, apolipoprotein B, dan trigliserida.
Komposisi
Atorvastatin 10 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: dosis awal 10-20 mg, diminum sekali sehari atau sesuai anjuran dokter. Dosis dapat ditingkatkan hingga 40 mg sekali sehari. Maksimal dosis adalah 80 mg per hari. Anak usia 10-17 tahun: dosis 10 mg, diminum sekali sehari. Setelah 4 minggu penggunaan, dosis dapat ditingkatkan hingga 20 mg per hari atau sesuai anjuran dokter.
Efek Samping
Sakit kepala, mual, muntah, nyeri sendi, perut kembung, dan diare.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, penyakit hati yang aktif, serta digunakan bersamaan dengan obat ciclosporin, gemfibrozil, telaprevir, dan tipranavir.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Atorvastatin

Atorvastatin merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dan trigliserida (lemak), serta meningkatkan kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) dalam darah. Menurut National Health Service (NHS), obat ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat oleh hati.

Seperti yang diketahui, penurunan kadar kolesterol LDL dan peningkatan kolesterol HDL di dalam darah dapat membantu mengurangi risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung lainnya.

Atorvastatin umumnya dijadikan sebagai terapi tambahan di samping diet. Bila diet rendah kolesterol atau rendah lemak tidak berefek cukup baik, obat golongan statin ini merupakan pilihan obat pertama untuk menurunkan kolesterol.

Selain diet, pengobatan Atorvastatin harus diiringi dengan gaya hidup sehat lainnya agar obat dapat bekerja secara maksimal, seperti rutin berolahraga, menurunkan berat badan bagi penderita obesitas, dan berhenti merokok.

Atorvastatin tersedia dalam bentuk tablet dan dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Sebaiknya, jangan menghancurkan atau membelah tablet saat mengonsumsi obat ini karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Kandungan dan Kegunaan Atorvastatin

Atorvastatin merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Sediaan obat ini berbentuk tablet dan tersedia dengan komposisi Atorvastatin 10 mg, 20 mg, dan 40 mg.

Ilustrasi obat Atorvastatin. Foto: Unsplash

Atorvastatin memiliki khasiat dalam menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol HDL. Obat ini secara klinis terbukti mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menurut Lindsey A. McIver dan Momin S. Siddique dalam artikel ilmiah berjudul Atorvastatin (2021), sebagai golongan obat statin, Atorvastatin bekerja dengan cara menghambat enzim HMG-CoA reductase, yakni enzim yang berperan dalam proses pembentukan kolesterol.

Obat statin akan menekan jumlah kolesterol yang dibuat di hati, sehingga akhirnya kadar lemak lebih terkendali. Selain menghambat sintesis kolesterol, obat ini juga akan meningkatkan jumlah kolesterol HDL.

Anjuran Dosis Atorvastatin

Sebagai golongan obat keras, penggunaan Atorvastatin harus sesuai petunjuk dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Konsumsi obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter dan tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan terlebih dahulu.

  • Obat ini sebaiknya dikonsumsi di waktu yang sama setiap harinya agar hasilnya lebih maksimal.

  • Kemungkinan membutuhkan waktu sampai 4 minggu sebelum mendapatkan manfaat utuh dari obat ini.

  • Penggunaan obat umumnya dilanjutkan sekalipun pasien telah merasa sehat. Dokter mungkin akan meresepkan dosis obat yang berbeda sebagai dosis pemeliharaan.

Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Atorvastatin secara umum adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: dosis awal 10-20 mg, diminum 1 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Dosis dapat ditingkatkan hingga 40 mg sekali sehari. Maksimal dosis adalah 80 mg per hari.

  • Anak usia 10-17 tahun: dosis 10 mg, diminum 1 kali sehari. Setelah 4 minggu penggunaan, dosis dapat ditingkatkan hingga 20 mg per hari atau sesuai anjuran dokter.

Jika ingin mengonsumsi Atorvastatin, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti hipoestesia, trombositopenia, gangguan elektrolit, hingga gejala kejang yang tidak terkontrol.

Ilustrasi konsumsi obat Atorvastatin. Foto: Unsplash

Kontraindikasi Atorvastatin

Sebelum mengonsumsi Atorvastatin, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Hipersensitif terhadap Atorvastatin atau golongan obat statin lainnya.

  • Pasien dengan penyakit hati yang aktif.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Selain itu, jangan gunakan obat Atorvastatin bersamaan dengan obat ciclosporin, digoxin, gemfibrozil, telaprevir, dan tipranavir karena dapat memicu komplikasi serius, seperti:

  • Miopati, yakni kondisi gangguan otot di dalam tubuh.

  • Rhabdomyolysis, yakni sindrom atau kumpulan gejala yang disebabkan oleh kerusakan atau kematian jaringan otot rangka dalam tubuh.

Efek Samping Atorvastatin

Sama seperti obat-obatan lainnya, Atorvastatin memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Mengutip The Essential Guide to Atorvastatin (Usage, Precautions, Interactions and Side Effects) oleh Michael Riley (2021), beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Atorvastatin, di antaranya:

  • Sakit kepala

  • Mual dan muntah

  • Nyeri sendi dan otot

  • Perut kembung

  • Diare

  • Sakit tenggorokan

Pemakaian obat Atorvastatin dapat memiliki efek samping yang berbeda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu reaksi alergi pada kulit dan beberapa efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Gangguan fungsi hati, yang ditandai dengan sakit di perut bagian atas, lemah, urine berwarna gelap, kehilangan nafsu makan, serta mata dan kulit kekuningan.

  • Gangguan ginjal, yang ditandai dengan sedikit buang air kecil, pergelangan kaki bengkak, dan sesak napas.

  • Demam dan kelelahan yang tidak biasa.

Jika mengalami efek samping di atas yang tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan Atorvastatin?

chevron-down

Atorvastatin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan lemak, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam darah.

Atorvastatin termasuk golongan obat apa?

chevron-down

Atorvastatin termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Bagaimana cara kerja Atorvastatin?

chevron-down

Obat Atorvastatin bekerja dengan cara mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat oleh hati.