Cetirizine: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
ยทwaktu baca 4 menit

Cetirizine obat apa? Cetirizine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala alergi, seperti gatal-gatal, ruam kulit, batuk, pilek, dan bersin-bersin. Obat ini dapat mengatasi gejala alergi pada sejumlah kondisi, terutama rhinitis kulit, dermatitis, dan urtikaria (biduran).
Cetirizine termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Cetirizine 10 mg | |
|---|---|
Harga | Rp3.000 - Rp20.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati gejala alergi, seperti gatal-gatal, ruam kulit, batuk, pilek, dan bersin-bersin. |
Komposisi | Cetirizine 10 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun: dosis 10 mg per hari. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. |
Efek Samping | Sakit kepala, pusing, sakit perut, mual, dan muntah. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Cetirizine
Cetirizine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala alergi, seperti gatal-gatal, ruam kulit, batuk, pilek, dan bersin-bersin. Cetirizine termasuk ke dalam golongan obat golongan antihistamin.
Cetirizine bekerja dengan cara menghentikan produksi histamin, yakni zat kimia yang dilepaskan oleh sel-sel darah putih ketika tubuh mengalami reaksi alergi atau infeksi.
Dengan cara kerjanya tersebut, Cetirizine dapat mengatasi berbagai gejala pada kondisi alergi dan peradangan, seperti urtikaria, pruritis (gatal-gatal), hingga alergi makanan tertentu. Obat ini juga digunakan secara khusus untuk meredakan gejala alergi pada kondisi rhinitis alergi.
Kandungan dan Kegunaan Cetirizine
Cetirizine merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif. Obat ini mengandung Cetirizine 10 mg.
Mengutip jurnal Cetirizine oleh Aasim Naqvi dan Valerie Gerriets, Cetirizine adalah obat antihistamin generasi kedua yang efektif meredakan gejala alergi, terutama pada kondisi rhinitis alergi, urtikaria kronis, dan konjungtivitis.
Gejala-gejala alergi yang dapat diobati dengan Cetirizinie termasuk ruam kulit, mata berair, gatal-gatal, batuk, pilek, sesak napas, dan bersin-bersin.
Mengutip jurnal The Clinical Use of Cetirizine in the Treatment of Allergic Rhinitish oleh L. Zhang, obat ini bekerja dengan cara menghambat penyebab alergi, yaitu zat histamin. Histamin adalah zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi bila tubuh dimasuki oleh partikel-partikel alergen.
Pada saat tubuh mengalami kontak dengan alergen, zat histamin akan menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan reaksi alergi, seperti gatal-gatal, ruam kulit, dan berbagai reaksi lainnya. Penggunaan obat ini akan membantu mencegah zat histamin semakin menyebar di dalam tubuh.
Cetirizine telah disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk digunakan dalam mengatasi sejumlah kondisi alergi akut, seperti:
Hay fever atau rhinitis alergi, yaitu peradangan yang terjadi pada bagian dalam rongga hidung akibat reaksi alergi.
Dermatitis atopik, yaitu peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal-gatal, dan ruam kemerahan.
Urtikaria, yaitu kondisi peradangan yang menyebabkan timbulnya ruam kemerahan dan benjolan di kulit.
Konjungtivitis, yaitu peradangan pada selaput bening yang menutupi bagian putih mata sehingga membuat mata tampak merah.
Selain beberapa kondisi di atas, Cetirizine juga efektif mengurangi pruritus pada pasien dengan urtikaria kronis. Pruritus merupakan sensasi rasa gatal yang muncul di kulit di mana rasa gatal akan bertambah parah apabila kulit digaruk.
Cetirizine bersifat non-sedatif, yaitu tidak terlalu menyebabkan kantuk dibandingkan obat alergi antihistamin generasi sebelumnya. Antihistamin generasi kedua memang dianggap lebih aman untuk dikonsumsi karena memiliki efek samping yang lebih sedikit.
Anjuran Dosis Cetirizine
Sebagai golongan obat keras, penggunaan Cetirizine tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
Konsumsi Cetirizine harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Cetirizine tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Cetirizine dapat dikonsumsi sebelum ataupun sesudah makan.
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Cetirizine tablet secara umum adalah sebagai berikut.
Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun: dosis 10 mg per hari. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis 5 mg, diminum sebanyak 2 kali sehari. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi obat Cetirizine, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti anafilaksis (syok akibat reaksi alergi yang berat), kejang, gangguan irama jantung, dan pembengkakan wajah.
Kontraindikasi Cetirizine
Sebelum mengonsumsi Cetirizine, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi.
Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat. Selain itu, konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang memiliki penyakit tukak lambung.
Pasien yang memiliki penyakit asma, emfisema, bronkitis kronis, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit liver.
Pasien yang pernah atau menderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
Pasien yang memiliki infeksi paru-paru dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Ibu hamil dan menyusui.
Efek Samping Cetirizine
Sama seperti obat-obatan lainnya, Cetirizine juga memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Mengutip National Health Service (NHS), beberapa efek samping yang bisa muncul setelah mengonsumsi obat ini, yaitu:
Sakit kepala atau pusing
Sakit perut
Mual atau muntah
Sedikit mengantuk
Kelelahan
Mulut atau tenggorokan kering
Penggunaan Cetirizine dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius, seperti pembengkakan pada wajah.
Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan obat Cetirizine?

Apa kegunaan obat Cetirizine?
Cetirizine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala alergi, seperti gatal-gatal, ruam kulit, batuk, pilek, dan bersin-bersin.
Bagaimana cara kerja obat Cetirizine?

Bagaimana cara kerja obat Cetirizine?
Cetirizine bekerja dengan cara menghentikan produksi histamin, yakni zat kimia yang dilepaskan oleh sel-sel darah putih ketika tubuh mengalami reaksi alergi atau infeksi.
Cetirizine termasuk golongan obat apa?

Cetirizine termasuk golongan obat apa?
Cetirizine termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.
