Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ciprofloxacin: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Ciprofloxacin. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Ciprofloxacin. Foto: Unsplash

Ciprofloxacin obat apa? Ciprofloxacin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, hingga infeksi lain di bagian kulit, tulang, sendi, dan jaringan lunak.

Ciprofloxacin termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Ciprofloxacin 500 mg
Harga
Rp5.000 - Rp20.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih dan infeksi saluran pernapasan.
Komposisi
Ciprofloxacin 500 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa (infeksi saluran pernapasan ringan): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat diminum sesudah makan.
Efek Samping
Sakit kepala, pusing, mual, muntah, diare, dan sakit perut.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Ciprofloxacin

Ciprofloxacin adalah obat antibiotik golongan kuinolon. Mengutip jurnal Ciprofloxacin: Review on Developments in Synthetic, Analytical, and Medicinal Aspects oleh Prabodh Chander Sharma, obat ini digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang sensitif terhadap antibiotik Ciprofloxacin.

Beberapa penyakit infeksi bakteri yang dapat diobati dengan Ciprofloxacin, meliputi infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi demam tifoid.

Kandungan dan Kegunaan Ciprofloxacin

Ciprofloxacin merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Obat ini mengandung Ciprofloxacin 250 mg dan 500 mg.

Ilustrasi obat Ciprofloxacin. Foto: Unsplash

Ciprofloxacine termasuk agen antibiotik golongan kuinolon yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, uretritis gonore, dan demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Ciprofloxacin bekerja dengan cara menghambat enzim topoisomerase IV dan DNA girase yang diperlukan dalam proses sintesis DNA bakteri. Cara kerjanya tersebut dapat menghentikan bakteri untuk memperbanyak diri di dalam tubuh.

Ciprofloxacin telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan, seperti pneumonia

  • Infeksi saluran kemih, seperti uretritis

  • Infeksi menular seksual, seperti gonore

  • Infeksi pada kulit, tulang, sendi, dan jaringan lunak

  • Infeksi saluran pencernaan, seperti demam tifoid

  • Infeksi saluran pernapasan bawah

Menurut PubChem, Ciprofloxacin dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat-obatan lain untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri. Obat ini berperan sebagai antibakteri dan antimikroba.

Anjuran Dosis Ciprofloxacin

Ciprofloxacin merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet, sirup, kapsul, dan suntik. Perbedaan sediaan tersebut memiliki cara penggunaan dan dosis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pasien.

Sebagai golongan obat keras, penggunaan Ciprofloxacin tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Konsumsi Ciprofloxacin harus sesuai dengan anjuran dokter dan tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Ciprofloxacin tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Ciprofloxacin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan terlebih dahulu. Meski begitu, obat ini sebaiknya diminum sesudah makan agar mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Ilustrasi konsumsi obat Ciprofloxacin harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Adapun anjuran dosis dan aturan pakai obat Ciprofloxacin tablet secara umum sesuai dengan kondisi penyakitnya adalah sebagai berikut.

Dosis Ciprofloxacin untuk Infeksi Saluran Kemih

  • Dewasa (kondisi ringan hingga sedang): dosis 250 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini dapat diminum sesudah makan.

  • Dewasa (kondisi berat): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini dapat diminum sesudah makan.

Dosis Ciprofloxacin untuk Infeksi Saluran Pernapasan

  • Dewasa (kondisi ringan hingga sedang): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

  • Dewasa (kondisi berat): dosis 750 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

Dosis Ciprofloxacin untuk Infeksi Kulit, Tulang, Sendi, dan Jaringan Lunak

  • Dewasa (kondisi ringan hingga sedang): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

  • Dewasa (kondisi berat): dosis 750 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

Kontraindikasi Ciprofloxacin

Penggunaan Ciprofloxacin harus sesuai dengan resep dan anjuran dokter. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat dan turunan antibiotik kuinolon lain.

Selain itu, Ciprofloxacin tidak boleh digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, serta memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila menderita gangguan saraf pusat, penyakit diabetes, penyakit jantung, gangguan sendi, dan gangguan pendarahan atau pembekuan darah.

Efek Samping Ciprofloxacin

Sama seperti obat-obatan lain, Ciprofloxacin memiliki efek samping yang bisa terjadi. Mengutip jurnal Interplay of the Quality of Ciprofloxacin and Antibiotic Resistance in Developing Countries oleh Deepali Sharma, beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:

  • Sakit kepala atau pusing

  • Mual dan muntah

  • Diare atau sembelit

  • Sakit perut

  • Nyeri otot dan sendi

Selain efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami sejumlah efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Reaksi alergi, meliputi ruam merah pada kulit, pembengkakan pada bibir atau kelopak mata, sesak napas, dan gatal-gatal.

  • Hematuria atau kondisi ketika adanya darah di dalam urine.

  • Diare parah lebih dari 3 hari yang disertai darah atau lendir.

  • Kelelahan yang tidak biasa.

  • Penyakit kuning yang ditandai dengan bagian putih mata atau kulit menguning.

  • Insomnia atau kesulitan tidur.

  • Memar atau perubahan warna pada kulit.

  • Perdarahan yang tidak biasa pada hidung, mulut, atau alat kelamin.

Jika merasakan efek samping di atas, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat Ciprofloxacin?

chevron-down

Ciprofloxacin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih.

Ciprofloxacin termasuk golongan obat apa?

chevron-down

Ciprofloxacin termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.

Bagaimana cara kerja obat Ciprofloxacin?

chevron-down

Ciprofloxacin bekerja dengan cara menghambat enzim topoisomerase IV dan DNA girase yang diperlukan dalam proses sintesis DNA bakteri.