Ciri-Ciri Anak Cacingan, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cacingan adalah kondisi di mana tubuh mengalami infeksi parasit cacing. Biasanya, penyakit ini terjadi pada anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga merasakannya. Adapun beberapa ciri-ciri anak cacingan, mulai dari rasa gatal di sekitar anus, gelisah dan tidak nyaman saat tidur, hingga mudah marah.
Ada beberapa jenis cacing yang menyebabkan infeksi, mulai dari cacing gelang, cacing pita, hingga cacing tambang. Cacing tersebut tidak menginfeksi tubuh saja, tapi juga menimbulkan beberapa gangguan pencernaan hingga kulit. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengobatan sebelum kondisi cacingan ini semakin parah.
Ciri-Ciri Anak Cacingan
Penyakit cacingan sendiri merujuk pada infeksi cacing yang ada di dalam tubuh manusia. Kondisi ini biasanya ditandai dengan berbagai macam gejala, seperti nyeri pada perut, rasa gatal di sekitar anus, dan lain sebagainya.
Menurut Healthline, cacing adalah parasit yang berpotensi masuk ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan penyakit. Adapun beberapa tiga kelompok cacing yang dikenal menginfeksi manusia, di antaranya:
Platyhelminthes. Cacing ini bisa disebut juga dengan cacing pipih. Jenis cacing ini memiliki beberapa ciri, di antaranya berbentuk pipih, tidak mempunyai rongga tubuh, hingga tidak mempunyai sistem peredaran darah.
Acanthocephalans. Cacing ini merupakan jenis cacing yang menyerang sistem gastrointestinal (pencernaan) manusia.
Nematoda. Cacing ini pada umumnya menyerang saluran gastrointestinal, darah, sistem limfatik, dan jaringan subkutan manusia. Contoh cacing ini adalah Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura.
Apa saja ciri-ciri anak cacingan berdasarkan dari jenis-jenis cacingnya? Menyadur dari berbagai sumber berikut ciri-ciri anak cacingan, di antaranya:
1. Cacing kremi
Menyadur Kids Health, cacing ini sering menginfeksi usus dan proses penularannya melalui udara atau tidak sengaja menempel pada jari tangan yang dimasukkan ke dalam mulut. Berikut ciri-ciri anak cacingan karena cacing kremi, di antaranya:
Gatal di area anus
Susah tidur karena rasa gatal di sekitar anus
Kurang nafsu makan
2. Cacing gelang
Cacing gelang biasanya menyebar melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Berikut beberapa ciri-ciri anak cacingan karena cacing gelang.
Batuk
Mual hingga muntah
Berat badan turun
Lesu dan nyeri pada perut
3. Cacing tambang
Cacing tambang adalah jenis parasit yang bisa masuk ke dalam tubuh hewan dan manusia. Berikut beberapa ciri-ciri anak cacingan karena cacing tambang.
Nyeri perut yang hilang timbul dan membuat sang buah hati rewel
Gatal pada area di mana larva masuk ke dalam kulit
Tidak nafsu makan
Ditemukannya darah dalam feses bayi jika ususnya mengalami infeksi akibat cacing
4. Cacing pita
Cacing pita adalah jenis parasit yang bisa masuk ke dalam tubuh hewan dan manusia. Dalam dunia medis, infeksi ini disebut dengan taeniasis dan sistiserkosis. Berikut ciri-ciri anak cacingan karena cacing pita.
Penurunan berat badan
Hilang nafsu makan
Sakit perut
Lemah dan lemas
Cara Mengobati Anak Cacingan
Untuk mengobati cacingan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah mengonsumsi obat cacing. Kini, ada berbagai macam daftar obat cacing yang dapat dikonsumsi.
Berikut beberapa obat cacing yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa, seperti:
Mebendazole adalah obat yang bekerja dengan membunuh cacing dengan mengganggu fungsi tubulin, yaitu protein dalam parasit dan mencegah pengambilan glukosa.
Albendazole adalah obat yang berfungsi untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, hingga cambuk.
Pirantel pamoat adalah obat yang berfungsi untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh cacing dengan cara membuat cacing tidak bisa bergerak atau lumpuh, sehingga tubuh bisa mengeluarkannya secara alami.
Selain pengobatan yang ada di atas, pengidapnya juga bisa melakukan beberapa pencegahan. Menyadur laman National Health Services, berikut beberapa langkah pencegahan cacingan, di antaranya:
Buang kotoran hewan peliharaan di tempat sampah secepatnya.
Cuci buah dan sayur hingga bersih sebelum dimasak.
Konsumsi air putih dalam kemasan atau air putih yang matang.
Simpan alas kaki yang digunakan untuk aktivitas luar ruangan di luar rumah.
Masak makanan hingga matang
Penyebab Cacingan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cacingan lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Menyadur laman About Kids Health, kondisi ini disebabkan karena perilaku anak kecil yang sedang aktif-aktifnya dan lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain di luar rumah.
Lalu tanpa disadari, mereka memasukkan tangan atau benda yang belum dibersihkan ke dalam mulut tanpa dicuci terlebih dahulu. Akibatnya, cacing pun masuk ke dalam tubuh dan mulai menetap di usus dan terjadilah penyakit cacingan.
Selain aktivitas-aktivitas tersebut, ada beberapa penyebab cacingan lainnya, yakni:
Mengonsumsi makanan sembarangan
Bermain tanah dan tidak menggunakan alas kaki
Mengonsumsi makanan daging yang belum matang
Bermain di perairan kotor
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa akibatnya jika anak cacingan?

Apa akibatnya jika anak cacingan?
Jika anak cacingan, ia akan merasakan beberapa gejala, seperti rasa gatal di sekitar anus, gelisah dan tidak nyaman saat tidur, hingga mudah marah.
Bagaimana cara mengobati cacingan pada anak?

Bagaimana cara mengobati cacingan pada anak?
Untuk mengobati cacingan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah mengonsumsi obat cacing.
Apa itu cacingan?

Apa itu cacingan?
Cacingan adalah kondisi di mana tubuh mengalami infeksi parasit cacing.
