Ciri-Ciri Cacar Air, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
·waktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus tersebut dapat menular dengan cepat melalui udara, seperti batuk dan bersin. Adapun beberapa ciri-ciri cacar air yang dialami oleh pengidapnya, yakni bintik-bintik hingga ruam kemerahan yang menyebar di berbagai bagian tubuh.
Dibandingkan orang dewasa, ciri-ciri cacar air pada anak-anak dapat diobati dengan melakukan berbagai perawatan selama 1-2 minggu. Pengobatannya termasuk dengan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dan menghindari makan asin atau pedas.
Ciri-Ciri Cacar Air
Cacar air adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Kondisi ini lebih sering menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Namun, ketika dialami oleh orang dewasa, gejala cacar air yang dialami akan lebih parah.
Ciri-ciri cacar air umumnya muncul pada 10-21 hari usai terpapar virus varicella dan biasanya berlangsung sekitar 5-10 hari. Menyadur laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada anak-anak yang sehat, varicella umumnya ringan, tetapi bisa lebih berisiko jika adanya gangguan sistem imun.
Berikut beberapa tahapan gejala cacar air yang pada umumnya dialami pengidapnya ketika virus varicella mulai hinggap di tubuh.
Nyeri otot atau sendi
Gejala seperti pilek seperti batuk atau pilek
Sakit kepala
Kelelahan atau perasaan tidak nyaman dan merasa tidak sehat (malaise)
Demam yang berlangsung 3-5 hari dan biasanya kurang dari 39 °C.
Kehilangan selera makan
Usai mengalami gejala-gejala yang ada di atas, pengidapnya akan mengalami gejala lanjutan lainnya, seperti:
Ruam gatal akan muncul di wajah, tubuh, atau di dalam mulut dan berkembang menjadi bintik-bintik.
Kemudian, ruam akan berkembang menjadi lepuh yang berisikan cairan, lepuh tersebut membutuhkan waktu 3-5 hari untuk sembuh.
Lepuh akan menjadi luka keropeng yang rontok usai satu minggu.
Untuk memastikan diagnosis cacar air, dokter mungkin akan merekomendasikan sejumlah pemeriksaan kesehatan, seperti:
Tes Tzanck, tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel dari kerokan dasar lesi vesikel yang ada di kulit.
Polymerase Chain Reaction (PCR), pemeriksaan tersebut dilakukan mengambil sampel dari lesi kulit, baik dalam bentuk vesikel hingga krusta.
Direct Fluorescent Antibody Assay (DFA).
Penyebab Cacar Air
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Menurut laman National Health Service, virus tersebut bisa menyebar ketika seseorang yang mengidap cacar air batuk atau bersin. Artinya, virus ini lebih berpotensi tertular melalui droplet di udara.
Ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena cacar air, yaitu:
Belum pernah mengalami cacar air
Belum divaksin cacar
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti pengidap kanker atau seseorang yang menggunakan obat-obat kortikosteroid
Orang yang bekerja di fasilitas umum
Bayi yang terlahir dari ibu yang didiagnosis cacar air 2-5 hari sebelum melahirkan
Cara Mengobati Cacar Air
Usai mengetahui ciri-ciri dan melakukan berbagai macam pemeriksaan, seseorang yang sudah terinfeksi cacar air bisa melakukan berbagai langkah pengobatan. Umumnya, pengobatan dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan virus yang ada dalam tubuh, sehingga dibutuhkan obat-obatan seperti antibiotik.
Tidak hanya mengonsumsi obat-obatan, seseorang yang mengidap cacar air juga perlu memperhatikan makanan, minuman, hingga pakaian yang digunakannya. Supaya lebih jelas, berikut beberapa cara mengobati cacar air, seperti yang dikutip dari laman Cleveland Clinic.
1. Mengonsumsi obat antivirus dan antibiotik
Ketika mengalami cacar air, pengidapnya akan diberikan obat cacar air tertentu, seperti diphenhydramine, loratadine, cetirizine yang bertujuan untuk membantu mengurangi gatal. Nah, untuk mengurangi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan lainnya, pengidap cacar air dapat mengonsumsi paracetamol.
2. Melakukan vaksin cacar air
Sebetulnya, vaksin cacar air direkomendasikan bagi anak-anak maupun orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin cacar air pada bayi diberikan sebanyak 2 dosis. Vaksinasi dapat dimulai sejak usia 12-18 bulan dengan jeda pemberian 6 minggu sampai 3 bulan.
Namun, perlu diketahui bahwa vaksin ini tidak dapat diberikan oleh ibu hamil, orang dengan sistem imun yang lemah, serta orang yang alergi terhadap gelatin dan antibiotik neomycin. Maka itu, disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
3. Melakukan perawatan di rumah
Pengobatan selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menjaga pola makan, gaya hidup, dan rutin untuk beristirahat. Tidak hanya itu, pengidap cacar air juga disarankan untuk memakai pakaian yang lebih longgar, nyaman, dan berbahan lembut.
Usahakan untuk tetap mandi dan menjaga kebersihan diri agar tidak terjadi infeksi bakteri sekunder.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dirasakan penderita cacar air?

Apa yang dirasakan penderita cacar air?
Adapun beberapa ciri-ciri cacar air yang dialami oleh pengidapnya, yakni bintik-bintik hingga ruam kemerahan yang menyebar di berbagai bagian tubuh.
Kenapa orang bisa terkena cacar air?

Kenapa orang bisa terkena cacar air?
Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus tersebut dapat menular dengan cepat melalui udara, seperti batuk, bersin, dan lainnya.
Apakah cacar air bisa sembuh dengan sendirinya?

Apakah cacar air bisa sembuh dengan sendirinya?
Cacar air bisa disembuhkan dengan mengonsumsi obat antivirus, melakukan vaksinasi, dan rutin membersihkan tubuh.
