Ciri-Ciri Digigit Tungau dan Cara Mengatasinya
ยทwaktu baca 4 menit

Tungau adalah serangga yang sangat kecil, berbentuk pipih, dan berwarna coklat. Ketika digigit oleh serangga ini, Anda akan mengalami ciri-ciri digigit tungau, termasuk iritasi, gatal, hingga pembengkakan.
Kondisi ini berpotensi menyerang siapa pun karena keberadaan tungau yang tak dapat diprediksi. Kebanyakan dari serangga ini sering ditemukan di tempat duduk kayu dan kasur.
Keberadaan tungau ini sangat sulit ditemukan karena ukurannya yang hanya 0,5-2,0 millimeter. Itulah yang membuat kebanyakan orang tidak menyadari ketika digigit oleh tungau.
Ciri-Ciri Digigit Tungau
Ketika digigit oleh tungau, seseorang hanya bisa memprediksinya melalui gejala dan ciri-ciri yang dirasakan. Menurut How to Identify and Treat Mite Bites dalam laman Healthline, berikut beberapa ciri-ciri digigit tungau.
Muncul bentol kemerahan kecil pada kulit yang lama-kelamaan menjadi keras dan kelihatan membengkak.
Bentol kemerahan tersebut disertai dengan rasa gatal yang mengganggu.
Kemerahan dan bintik-bintik merah pada kulit seperti ruam juga mungkin terjadi. Bedanya adalah jika ruam terasa perih, sedangkan gigitan tungau menimbulkan sensasi gatal dan juga panas.
Kulit yang terkena gigitan dan kemudian mengalami garukan bertubi-tubi dapat mengalami iritasi yang membuatnya berair dan menjadi semakin gatal.
Pada kulit sensitif, ciri-ciri digigit tungau dapat lebih parah karena mudah berbekas, sehingga dapat mengganggu penampilan seseorang. Tidak hanya itu, bentol, kemerahan, dan bekas iritasi karena garukan akibat tungau berpotensi lebih gelap daripada kulit normal biasanya.
Lebih lanjut, ciri-ciri tungau juga bisa dilihat dari jenis-jenisnya. Sebagai informasi, ada berbagai macam jenis tungau, seperti chiggers, demodex, ek, hingga sarcoptes scabiei. Untuk membedakannya, berikut beberapa ciri-ciri digigit tungau berdasarkan jenis tungau, yaitu:
1. Chiggers
Jenis tungau yang pertama ada chiggers, serangga ini termasuk ke dalam larva dari keluarga tungau trombiculid. Menurut jurnal National Library of Medicine, tungau chiggers jarang melekat pada manusia lebih dari 48 jam. Namun, bekas gigitan dari tungau ini bisa bereaksi selama berminggu-minggu.
2. Demodex
Demodex adalah tungau yang memakan akan sel-sel kulit mati dan minyak di dalam folikel rambut. Adapun 2 jenis tungau demodex, di antaranya demodex folliculorum dan demodex brevis.
Beberapa gejala yang dirasakan, yakni bercak merah, kelopak mata meradang, kulit gatal, hingga noda seperti jerawat.
3. Tungau Ek
Tungau ek bisa disebut juga dengan tungau pohon kayu. Jenis tungau ini dapat menggigit kulit manusia, yang pada akhirnya menyebabkan kelompok benjolan merah kecil di kulit dan disertai rasa gatal yang hebat.
Seseorang yang digigit oleh tungau ek ini biasanya menyebabkan bekas merah gatal di sekitar wajah, leher, dan lengan.
4. Sarcoptes scabiei
Menyadur Centers for Disease Control and Prevention, tungau Sarcoptes scabiei adalah tungau yang biasanya berpindah di antara orang-orang melalui kontak kulit langsung. Gigitan serangga ini bisa menyebabkan ruam kulit merah, benjolan kecil, gatal-gatal, hingga bekas di bawah kulit.
Apakah Gigitan Tungau Berbahaya?
Tungau merupakan serangga yang wajib untuk diwaspadai karena dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada kulit. Walaupun tidak menyebabkan kematian, gigitan tungau ini bisa memicu bahaya lain, di antaranya:
Infeksi kulit akibat bakteri, seperti scabies, ecthyma, hingga selulitis.
Gangguan tidur yang membuat pengidapnya mudah lelah di siang hari dan berakibat pada penurunan produktivitas.
Reaksi alergi yang dapat terjadi mulai dari tingkat reaksi ringan hingga berat.
Memicu timbulnya penyakit asma yang membuat penderitanya sulit untuk bernapas.
Cara Mengatasi Gigitan Tungau
Supaya terhindar dari bahaya-bahaya tungau, ada beberapa cara mengatasi gigitan tungau yang dapat diterapkan secara langsung. Salah satunya adalah menjaga kebersihan rumah untuk mengurangi penyebaran tungau.
Berikut beberapa cara mengatasi gigitan tungau, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today.
1. Membersihkan kamar dengan penyedot debu
Rutin membersihkan kamar dapat meminimalisasi penyebaran tungau yang pada umumnya bersembunyi di sudut-sudut ruangan. Penggunaan penyedot debu dirasa dapat lebih efisien karena bisa dimanfaatkan untuk membersihkan karpet berbulu dan kasur.
2. Kompres kulit dengan air dingin
Kulit yang mengalami infeksi, gatal-gatal, dan ruam kemerahan dapat diredakan dengan mengompresnya menggunakan air dingin atau es batu. Kondisi ini dilakukan untuk mengurangi rasa gatal dan keinginan menggaruk yang dirasakan pengidapnya.
3. Oleskan salep anti gatal
Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi infeksi pada kulit adalah mengoleskan salep khusus. Tujuan dioleskannya salep ini adalah untuk mengurangi rasa gatal atau tidak nyaman, meredakan alergi, seperti bentol dan kemerahan, serta membuat penyembuhan iritasi kulit yang dialami cepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa gigitan tungau berbahaya?

Apa gigitan tungau berbahaya?
Meskipun gigitannya tidak mematikan, tungau merupakan serangga yang wajib untuk diwaspadai karena dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada kulit.
Kalau kena tungau dikasih apa?

Kalau kena tungau dikasih apa?
Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi infeksi pada kulit adalah mengoleskan salep khusus untuk mengurangi rasa gatal dan meredakan alergi.
Seberapa besar ukuran tungau?

Seberapa besar ukuran tungau?
Keberadaan tungau ini semakin tidak bisa diketahui karena ukurannya yang hanya 0,5-2,0 millimeter.
