Ciri-Ciri HIV yang Perlu Diwaspadai Berdasarkan Tahapannya

Konten Media Partner
26 Oktober 2022 16:10
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apa saja ciri-ciri HIV? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja ciri-ciri HIV? Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh seseorang dengan menghancurkan sel CD4. Ciri-ciri HIV sendiri sulit untuk dideteksi sedari dini, sebab, kebanyakan kasus HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun.
ADVERTISEMENT
Namun, ada salah satu gejala HIV yang paling sering ditemui, yakni flu ringan pada 2-6 minggu usai terdeteksi. Setelah pengidap HIV mengalami flu yang berkepanjangan, gejala lainnya pun mulai bermunculan selama bertahun-tahun lamanya.
Lantas, berapa lama orang bisa terinfeksi HIV? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Ciri-Ciri HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem imunitas di dalam tubuh dengan merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.
Sebagai informasi, CD4 adalah sel bagian dari sistem imun yang berperan vital untuk menghadang infeksi. Apabila semakin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan melemah, sehingga rentan diserang oleh berbagai penyakit.
HIV sendiri termasuk penyakit seumur hidup. Artinya, penyakit ini akan selalu menetap di dalam tubuh pengidapnya seumur hidup.
ADVERTISEMENT
Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa terdapat lebih dari 50.000 kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kasus HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti lelaki seks lelaki (LSL) atau homoseksual, pengguna NAPZA suntik (penasun), dan pekerja seks.
Bagaimana cara HIV menular? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana cara HIV menular? Foto: Unsplash
Perkembangan HIV ini dipengaruhi oleh penularannya yang terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh pengidapnya, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. Namun, perlu diketahui bahwa HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, dan sentuhan fisik.
Dari semua metode penularan yang disebutkan, hubungan seksual berisiko tinggi menularkan virus HIV. Namun, ada juga pasangan seksual pengidap HIV yang tidak tertular virus, pasangan tersebut bisa disebut dengan pasangan serodiskordant.
ADVERTISEMENT
Ciri-ciri HIV sendiri dapat terlihat dari beberapa tahapan, mulai dari tahap infeksi HIV akut, kronis, hingga AIDS. Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman Centers for Disease Control.

1. Tahap infeksi HIV akut

Pada tahap pertama, seseorang yang terinfeksi HIV akan menunjukkan beberapa gejala. Di tahap infeksi akut ini, daya tahan tubuh mulai membentuk antibodi yang nantinya digunakan untuk melawan virus.
Setelah itu, ada beberapa gejala yang ditimbulkan dalam 2-4 minggu pasca infeksi. Adapun beberapa gejala yang dirasakan pada tahap infeksi akut ini, di antaranya:
  • Munculnya pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Sakit pada kepala, perut, dan tenggorokan
  • Nyeri pada sendi dan otot
  • Mual dan muntah
  • Timbulnya ruam di beberapa area kulit
  • Demam yang disertai dengan menggigil

2. Tahap infeksi HIV kronis

Usai melewati tahap pertama atau infeksi HIV akut, pengidap HIV akan memasuki tahapan baru, yakni tahap infeksi HIV kronis. Pada tahapan kedua ini, gejala HIV yang dirasakan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, mulai dari hitungan tahun bahkan beberapa dekade.
ADVERTISEMENT
Pada tahap ini, virus HIV tetap aktif dan semakin merusak kekebalan tubuh, meskipun perkembangannya terbilang cukup lambat. Adapun beberapa gejala yang dapat terlihat pada tahap infeksi HIV kronis, yakni:
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang semakin membesar
  • Terjadi penurunan berat badan
  • Sering berkeringat di malam hari
  • Mudah merasa kelelahan
  • Mengalami herpes zoster

3. Tahap AIDS

AIDS adalah kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Menyadur laman Mayo Clinic, Acquired berarti didapat, bukan keturunan. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Deficiency berarti kekurangan. Syndrome berarti penyakit dengan kumpulan gejala.
Apabila digabungkan, AIDS menandakan kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir. Di tahapan ini, sistem kekebalan tubuh sudah sepenuhnya mengalami kerusakan dan pengidapnya menjadi lebih rentan terpapar berbagai jenis infeksi.
ADVERTISEMENT
Adapun beberapa gejala yang dirasakan pada tahap AIDS, di antaranya:
  • Timbul bercak putih pada beberapa bagian tubuh, yakni kelamin, anus, dan lidah
  • Intensitas berkeringat di malam hari semakin meningkat
  • Timbul bintik ungu pada kulit yang tidak dapat hilang
  • Terjadi infeksi jamur di tenggorokan, mulut, hingga kelamin
  • Demam berlangsung selama lebih dari 10 hari
  • Tubuh mudah merasa lelah, marah, hingga depresi
  • Tubuh mudah berdarah dan memar

Berapa Lama Orang Bisa Terinfeksi HIV?

Masa jendela HIV berlangsung selama 10 hari hingga 3 bulan sejak paparan awal sampai bisa terdeteksi oleh pemeriksaan HIV. Berapa lama masa infeksi HIV sebetulnya dimulai dari masa inkubasi dalam satu siklus hidup virus yang berlangsung dalam tujuh tahapan, yakni:
  • Pengikatan. Siklus hidup virus HIV diawali dengan masa inkubasi atau saat virus belum secara aktif memperbanyak diri dan merusak sel imun.
  • Penggabungan. Usai menempel pada reseptor sel inangnya, HIV akan meleburkan diri. Selama masa inkubasi virus, selubung virus HIV dan membran sel CD4 mulai bergabung.
  • Penyalinan terbalik. Fase penyalinan terbalik (reverse transcription) masih termasuk ke dalam masa inkubasi virus HIV. Di dalam sel CD4, enzim HIV mulai mengubah materi genetik yang tadinya berbentuk untai tunggal menjadi ganda.
  • Penyatuan. Hal ini ditandai saat DNA HIV menghasilkan enzim yang disebut integrase. Enzim ini menggabungkan DNA virus dan DNA sel CD4 menjadi provirus.
  • Memperbanyak diri. Begitu bersatu dengan DNA sel CD4 dan aktif memperbanyak diri atau replikasi, HIV mulai menggunakan CD4 untuk menghasilkan rantai protein yang panjang.
  • Penggabungan. Lamanya masa infeksi HIV pada fase penggabungan ditentukan saat rantai panjang protein HIV terputus. Rantai yang telah terputus menjadi protein dengan ukuran yang lebih kecil.
  • Bertunas. Virus HIV yang baru dan belum matang menembus sel CD4, lalu menghasilkan enzim protease. Enzim ini memecah rantai panjang dari protein yang membentuk virus yang belum matang.
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Apa itu HIV?
chevron-down
HIV ditularkan melalui apa?
chevron-down
Orang yang terkena HIV seperti apa?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020