Ciri-Ciri Kencing Manis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
·waktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kencing manis bisa disebut juga diabetes melitus. Kondisi ini terjadi ketika kandungan kadar gula yang ada di dalam urine cukup tinggi. Pada beberapa kasus, ciri-ciri kencing manis ditandai dengan tubuh yang sering merasa sangat lelah, kesemutan di tangan dan kaki, hingga intensitas buang air kecil yang lebih sering.
Gejala kencing manis tergantung dari jenis-jenisnya, yaitu diabetes tipe 1, tipe 2, atau gestasional. Untuk mengetahui lebih jelas diagnosisnya, pengidap perlu menjalani beberapa tes kesehatan, seperti tes gula darah, tes hemoglobin (HbA1c), dan lain sebagainya.
Ciri-Ciri Kencing Manis
Kencing manis atau diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Gula akan menyerap sel-sel tubuh untuk kemudian menjadi energi. Untuk membantu penyerapan glukosa, tubuh membutuhkan hormon insulin
Pada orang dengan diabetes, insulin mengalami gangguan, mulai dari kurangnya produksi insulin oleh pankreas, gangguan respons tubuh terhadap insulin, hingga adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja insulin.
Kencing manis dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti yang dikutip dari studi Introduction to Diabetes Melitus, yakni:
Diabetes tipe 1 adalah gangguan autoimun yang menyebabkan kerusakan sel-sel yang memproduksi hormon insulin di dalam pankreas.
Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana kemampuan produksi insulin yang melemah atau berkurangnya kemampuan tubuh dalam merespons insulin.
Diabetes gestasional adalah penyakit kencing manis yang terjadi pada wanita hamil.
Kencing manis pada umumnya menunjukkan gejala yang sama. Lebih jelasnya, berikut beberapa ciri-ciri kencing manis, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today.
1. Sering buang air kecil (poliuria)
Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal yang ada dalam tubuh akan mencoba kelebihan gula dengan menyaringnya keluar dari darah. Kondisi ini menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil, terlebih ketika di malam hari.
2. Mudah lelah (polidipsia)
Selain sering buang air kecil, pengidap kencing manis juga dapat berdampak pada tingkat energi seseorang dan menyebabkan pengidapnya mudah merasa lelah. Kondisi ini terjadi karena kurangnya gula yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
3. Perlambatan penyembuhan luka
Menyadur laman Healthline, kadar gula yang tinggi di dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah tubuh. Oleh karena itu, jika pengidapnya mengalami luka, penyembuhannya akan lebih lama daripada biasanya.
4. Kesemutan, mati rasa, atau nyeri di area tangan dan kaki
Sebagaimana yang sudah disebutkan, diabetes juga menyebabkan terganggunya sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh. Akibat gangguan sirkulasi darah tersebut, pengidap akan menyebabkan nyeri atau sensasi kesemutan hingga mati rasa pada tangan dan kaki.
5. Sering merasa haus (polidipsia)
Bagi pengidap diabetes, glukosa akan menumpuk di dalam darah. Hal ini membuat ginjal harus bekerja dengan ekstra untuk menyaring dan menyerap kelebihan gula sebelum akhirnya dibuang melalui urine.
6. Lapar terus-menerus (polifagia)
Selain rasa haus yang terus-menerus, diabetes juga bisa menyebabkan pengidapnya merasakan sensasi lapar karena hormon insulin yang bertanggung jawab menarik glukosa atau gula ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Penyebab Kencing Manis
Secara umum, penyebab diabetes adalah jumlah kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah ini berasal dari makanan.
Sebetulnya tidak hanya kadar gula darah tinggi yang menjadi penyebab kencing manis, ada juga beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya kencing manis. Mengutip laman Mayo Clinic, berikut informasinya.
Faktor riwayat keluarga, yaitu seseorang akan memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama.
Faktor usia artinya penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4–7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10–14 tahun.
Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.
Cara Mengobati Kencing Manis
Untuk mengobati kencing manis, ada beberapa pengobatan yang perlu dijalani. Pengobatan itu tergantung dari jenis-jenis diabetes apa yang dialami.
Namun pada umumnya, ada beberapa cara mengobati kencing manis yang dapat diterapkan. Menyadur dari laman Cleveland Clinic, berikut beberapa cara mengobati kencing manis.
1. Menerapkan pola makan sehat
Pengidap diabetes atau kencing manis sebaiknya sudah mulai mengatur makanan yang akan dikonsumsi. Dibandingkan mengonsumsi makanan yang memiliki kadar gula darah tinggi, fokuslah untuk mengonsumsi asupan buah, sayuran, hingga protein tanpa lemak.
2. Rutin melakukan aktivitas fisik
Selain mengatur pola makan agar lebih teratur, pengidap diabetes juga perlu melakukan aktivitas fisik atau memperbanyak pergerakan tubuh. Olahraga menjadi satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah dengan mengubahnya menjadi energi.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang menyebabkan penyakit kencing manis?

Apa yang menyebabkan penyakit kencing manis?
Secara umum, penyebab pengidap diabetes adalah jumlah kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah ini sendiri berasal dari makanan yang dimakan oleh pengidapnya.
Apa tanda-tanda gula darah tinggi?

Apa tanda-tanda gula darah tinggi?
Pada beberapa kasus, ciri-ciri kencing manis ditandai dengan tubuh yang sering merasa sangat lelah, kesemutan di tangan dan kaki, hingga intensitas buang air kecil yang lebih sering.
Apa itu kencing manis?

Apa itu kencing manis?
Kencing manis atau diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah.
