Ciri-Ciri Raja Singa Berdasarkan Tahapan Setelah Infeksi
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Raja singa atau sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi. Ciri-ciri raja singa biasanya berbeda-beda tergantung pada tahapan infeksinya.
Setelah terjadinya infeksi oleh bakteri, ada empat tahapan raja singa yang akan dialami oleh setiap penderitanya. Setiap tahapan memiliki gejala yang berbeda.
Lantas, apa saja ciri-ciri raja singa pada setiap tahapan sifilis? Simak ciri-ciri raja singa di bawah ini.
Ciri-Ciri Raja Singa
Raja singa atau sifilis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang menular melalui aktivitas seksual. Pada awalnya, infeksi bakteri tidak menimbulkan sejumlah gejala tertentu.
Namun, seiring berjalannya waktu, sifilis atau raja singa bisa menyebabkan sejumlah gejala ataupun ciri-ciri raja singa. Mengutip jurnal Syphilis oleh Patrick French, berikut ciri-ciri raja singa berdasarkan tahapan setelah infeksinya.
Ciri-Ciri Raja Singa pada Tahap Sifilis Primer
Sifilis primer merupakan tahapan sifilis yang terjadi pada saat 3-4 minggu setelah terjadinya infeksi. Pada tahapan ini, penyakit sifilis ditandai dengan munculnya luka yang melepuh.
Luka ini cenderung tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi sangat menular. Penderita sifilis pada tahapan primer biasanya tidak menyadari luka tersebut.
Luka ini bisa muncul di bagian tubuh manapun yang menjadi tempat bakteri penyebab sifilis masuk ke dalam tubuh, seperti di dalam atau sekitar mulut, area kelamin, ataupun rektum.
Di samping itu, pada beberapa kasus sifilis juga menyebabkan rasa nyeri yang muncul sekitar 3 minggu setelah infeksi. Rasa nyeri tersebut bisa bertahan 2-6 minggu sejak munculnya gejala tersebut. Pada kasus yang jarang, sifilis primer menyebabkan penderitanya mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.
Ciri-Ciri Raja Singa pada Tahap Sifilis Sekunder
Setelah tahapan sifilis primer, penyakit sifilis bisa berkembang menjadi sifilis sekunder yang terjadi pada 6-12 minggu setelah infeksi. Pada tahapan ini, penyakit sifilis bisa mengakibatkan ruam dan sakit tenggorokan.
Ruam yang muncul biasanya tidak menyebabkan rasa gatal dan banyak ditemukan pada telapak tangan maupun telapak kaki. Di samping itu, terdapat ciri-ciri raja singa yang dirasakan pada tahapan sekunder, di antaranya:
Sakit kepala
Pembengkakan kelenjar getah bening
Mudah lelah dan lemas
Demam
Penurunan berat badan
Rambut rontok
Nyeri pada otot dan sendi.
Ciri-Ciri Raja Singa pada Tahap Sifilis Laten
Berbeda dengan tahapan sebelumnya, tahap sifilis tidak menimbulkan sejumlah gejala. Ciri-ciri raja singa atau sifilis yang muncul pada tahapan primer dan sekunder akan hilang.
Meskipun tidak ada gejala yang muncul pada tahapan ini, bakteri penyebab sifilis masih berada dalam tubuh. Tahapan ini bisa berlangsung selama kurang lebih 2 tahun sebelum akhirnya berkembang menjadi sifilis tersier.
Ciri-Ciri Raja Singa pada Tahap Sifilis Tersier
Tahap akhir dari penyakit raja singa atau sifilis adalah sifilis tersier. Sifilis tersier dapat terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal terjadi.
Pada tahapan ini, penderita akan merasakan sejumlah gangguan kesehatan yang dapat mengancam jiwa, di antaranya:
Kebutaan dan gangguan penglihatan
Kehilangan kemampuan mendengar
Terdapat gangguan pada kesehatan mental
Mudah lupa dan kehilangan memori
Jaringan lunak dan tulang akan hancur
Gangguan neurologis, seperti stroke atau meningitis
Penyakit jantung
Infeksi pada sistem saraf pusat, seperti otak maupun sumsum tulang belakang
Bahaya Penyakit Raja Singa
Sebagian besar kasus sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri yang menular melalui aktivitas seksual. Infeksi pada tahapan pertama dan kedua menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit, kelenjar getah bening, dan lain-lain.
Bakteri penyebab sifilis kemudian akan tidak aktif dalam tubuh selama bertahun-tahun dan menjadi aktif kembali pada tahapan tersier.
Tanpa penanganan dan pengobatan, sifilis dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ vital, seperti jantung, otak, dan organ lainnya. Kondisi ini juga sangat mengancam jiwa dan dapat ditularkan oleh ibu ke anak-anak yang belum lahir.
Penyakit raja singa atau sifilis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi. Mengutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention US, berikut komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh penyakit sifilis:
Munculnya gummas ataupun benjolan kecil yang tumbuh di sekitar kulit, tulang, atau organ yang dapat menghancurkan jaringan yang ada di sekitarnya
Masalah sistem saraf yang menyebabkan penderita mudah sakit kepala, kerusakan otak, kelumpuhan, dan kehilangan kemampuan pendengaran maupun penglihatan
Masalah jantung yang dapat merusak katup jantung atau menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah
HIV/AIDS. Penderita raja singa memiliki risiko terserang penyakit HIV/AIDS
Pengobatan Penyakit Raja Singa
Penanganan penyakit raja singa biasanya disesuaikan dengan tahapannya. Pada tahapan primer dan sekunder, penyakit ini mudah diobati dengan pemberian obat suntik penisilin.
Penisilin merupakan salah satu antibiotik yang banyak digunakan dan terbukti efektif dalam menyembuhkan penyakit raja singa. Jika pasien memiliki alergi terhadap kandungan penisilin, dokter mungkin akan mengobati antibiotik lainnya, seperti doksisiklin atau ceftriaxone.
Hindari aktivitas seksual selama pengobatan hingga infeksi benar-benar hilang. Selain itu, perawatan gejala penyakit raja singa mungkin akan diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa nama medis dari penyakit raja singa?

Apa nama medis dari penyakit raja singa?
Nama medis dari penyakit raja singa adalah sifilis.
Apa penyebab penyakit sifilis?

Apa penyebab penyakit sifilis?
Sifilis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum.
Apa itu penisilin?

Apa itu penisilin?
Penisilin merupakan salah satu antibiotik yang banyak digunakan dan terbukti efektif dalam menyembuhkan penyakit raja singa.
