Kumparan Logo
Konten Media Partner

Emfisema: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa yang dimaksud dengan emfisema? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa yang dimaksud dengan emfisema? Foto: Unsplash

Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang biasanya berkembang setelah bertahun-tahun merokok. Penyakit ini termasuk ke dalam kelompok penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Untuk mencegah terjadinya komplikasi, emfisema perlu diatasi dengan obat-obatan, terapi, hingga pembedahan. Obat-obatan yang dikonsumsi, yakni bronkodilator, steroid yang dihirup, dan antibiotik. Supaya memahami lebih jelas tentang emfisema, simak informasi pada artikel ini.

Pengertian Emfisema

Emfisema adalah penyakit yang masuk ke dalam penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sederhananya, emfisema terjadi ketika paru-paru telah mengalami kerusakan hingga pengidapnya mengalami kesulitan dalam bernapas.

Menurut laman American Lung Association, ketika mengalami emfisema, dinding kantong udara atau yang dikenal dengan alveolus mengalami kerusakan. Akibatnya, alveolus sulit untuk berfungsi dengan baik dan menyebabkan penyumbatan serta menjebak udara di dalam paru-paru.

Tidak hanya itu, emfisema juga berpotensi menghancurkan pembuluh darah kecil pada paru-paru yang bertugas membawa gas yang dibutuhkan untuk pernapasan, sehingga darah yang mengalir menuju paru-paru ikut terkena dampaknya.

Penyebab Emfisema

Kebiasaan merokok bisa menyebabkan emfisema. Foto: Unsplash

Ada banyak pemicu yang bisa meningkatkan risiko terkena emfisema, mulai dari kebiasaan merokok yang terlalu sering, terpapar zat yang berbahaya, hingga kondisi cacat antitripsin Alpha-1. Supaya memahami lebih jelas penyebab-penyebab emfisema, berikut penjelasannya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok menjadi penyebab utama dari kemunculan penyakit ini. Kandungan yang ada di dalam rokok terbukti dapat merusak jaringan paru-paru dan mengiritasi saluran udara.

Jaringan yang tidak berfungsi dengan baik tersebut menyebabkan peningkatan produksi lendir, berkurangnya kemampuan membersihkan, dan menyebabkan infeksi. Rokok juga dapat menyebabkan peradangan yang berkepanjangan dan penyempitan saluran udara, sehingga aliran udara pun jadi terhalang.

Menyadur laman National Emphysema Foundation, risiko seseorang yang merokok untuk terkena emfisema enam kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok. Bahkan menurut data yang dimiliki, sekitar 20% hingga 25% perokok akan mengalami PPOK setidaknya satu kali selama hidup mereka.

2. Cacat Antitripsin Alpha-1

Selain merokok, penyebab emfisema yang lainnya adalah cacat antitripsin Alpha-1. Menurut laman Healthline, cacat antitripsin alpha-1 adalah kelainan geneti ketika seseorang memiliki kandungan antitripsin Alpha-1 atau AAT dalam jumlah yang sangat sedikit pada darahnya.

Cacat yang terjadi pada AAT menyebabkan sel kekebalan tubuh menyerang dan merusak jaringan pada paru-paru. Perlu diketahui, sekitar 3-5% dari kasus emfisema disebabkan oleh cacat pada AAT.

3. Paparan zat berbahaya

Paparan zat berbahaya berpotensi menyebabkan emfisema. Bahkan, 20% dari kasus emfisema disebabkan oleh paparan zat berbahaya pada saat pasien tengah bekerja, terlebih debu serta zat dan lumut pada tambang dan pengelasan.

Paparan polusi dan saluran udara yang buruk dapat memicu perkembangan emfisema. Oleh karena itu, orang yang tinggal di kawasan tengah kota dan industri lebih berisiko terpapar emfisema.

Gejala Emfisema

Gejala utama dari emfisema adalah napas pendek atau sesak napas. Gejala ini biasanya muncul usai terpapar zat berbahaya selama bertahun-tahun. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut gejala emfisema yang perlu diketahui.

  • Batuk yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan dalam 1 tahun

  • Produksi lendir yang berlebihan

  • Sulit untuk bernapas bahkan ketika berada di dalam keadaan santai

  • Pembengkakan pada tubuh di bagian bawah

  • Penurunan berat badan yang signifikan

Cara Mengobati Emfisema

Cara mengobati emfisema. Foto: Unsplash

Gejala emfisema memberikan rasa tidak nyaman terlebih untuk beraktivitas. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara mengobati emfisema dengan tepat. Mengutip laman My Cleveland Clinic, berikut informasinya.

1. Mengurangi kebiasaan merokok

Penyebab utama dari emfisema adalah kebiasaan merokok. Agar gejala yang dirasakan tidak semakin buruk, kurangi kebiasaan merokok yang hanya dapat merusak organ paru-paru.

2. Rutin mengonsumsi obat-obatan

Sayangnya, belum ada obat-obatan khusus yang bisa mengatasi emfisema secara tuntas. Namun, obat-obatan, seperti bronkodilator, steroid, dan antibiotik, mampu meredakan rasa nyeri akibat penyakit ini.

3. Melakukan terapi

Selain mengonsumsi obat-obatan, emfisema juga bisa diatasi dengan rutin melakukan terapi oksigen. Terapi ini dilakukan untuk pasien yang sulit bernapas secara normal, sehingga perlu bantuan udara tambahan melalui mesin berupa kateter hidung.

Cara Mencegah Emfisema

Emfisema masuk ke dalam penyakit kronis yang bisa saja membahayakan kondisi tubuh dalam beberapa waktu. Supaya terhindar dari penyakit ini, disarankan untuk mengetahui langkah pencegahan emfisema. Menyadur laman WebMD, berikut informasinya.

  • Jauhi mengonsumsi rokok atau terkena asap rokok

  • Rajin berolahraga dengan teratur

  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi

  • Istirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina tubuh

  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Emfisema disebabkan oleh apa?

chevron-down

Penyebab emfisema ini sebetulnya tidak terlalu banyak, mulai dari kebiasaan merokok yang terlalu sering, terpapar zat yang berbahaya, hingga kondisi cacat antitripsin Alpha-1.

Apa yang dimaksud dengan emfisema?

chevron-down

Emfisema adalah penyakit yang masuk ke dalam penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Apa ciri-ciri penyakit emfisema?

chevron-down

Gejala utama dari emfisema adalah napas pendek atau sesak napas.