Kumparan Logo
Konten Media Partner

Flek Paru-Paru: Penyebab, Gejala, hingga Pencegahannya

Kata Dokter

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Flek paru-paru adalah kondisi yang biasa ditemukan melalui tes CT scan. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Flek paru-paru adalah kondisi yang biasa ditemukan melalui tes CT scan. Foto: Unsplash.com

Daftar isi

Flek paru-paru adalah kondisi ketika dalam paru-paru memiliki bintik-bintik kecil yang bersifat jinak maupun ganas. Kondisi ini dikenal dengan sebutan nodul paru.

Adanya flek pada paru-paru biasanya dapat diidentifikasi melalui hasil CT scan atau rontgen. Ukurannya pada umumnya kurang dan 3 cm dan memiliki bentuk yang tidak beraturan.

Sebagian besar flek paru-paru bersifat jinak. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa flek paru-paru bisa bersifat ganas dan berkembang menjadi kanker paru-paru.

Apa Itu Flek Paru-Paru?

Flek paru-paru atau nodul paru merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada paru-paru. Menurut Søren Hess dalam Contribution of FDG to Modern Medicine, flek ini bisa bersifat nonkanker dan kanker.

Flek yang jinak biasanya tidak akan menyebar ke bagian tubuh lainnya, sedangkan flek yang bersifat kanker cenderung berbahaya dan mudah tumbuh dan menyebar dengan cepat.

Menurut data dari American Thoracic Society., persentase kasus flek paru-paru yang menjadi kanker kurang dari 5%. Flek paru-paru bisa ditimbulkan oleh berbagai macam faktor dan penanganannya ditentukan dari faktor penyebabnya.

Penyebab Flek Paru-Paru

Flek paru-paru bersifat jinak berkembang akibat adanya kondisi yang mengakibatkan peradangan dan jaringan parut pada paru-paru. Kondisi ini kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa faktor, yakni:

  • Iritasi yang disebabkan oleh polutan

  • Infeksi paru-paru, seperti tuberkulosis (TBC) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis

  • Granuloma paru, yaitu kelainan pada jaringan yang disebabkan oleh adanya peradangan pada paru-paru

  • Penyakit tidak menular yang menyebabkan nodul nonkanker, seperti, sarkoidosis DAN rheumatoid arthritis

  • Infeksi jamur, seperti demam lembah yang diakibatkan oleh jamur

  • Neoplasma merupakan pertumbuhan jaringan abnormal yang bisa bersifat jinak atau kanker

  • Tumor kanker, seperti kanker paru-paru, limfoma, atau sarkoma

  • Tumor metastasis yang menyebar dari organ atau jaringan tubuh atau jaringan tubuh lainnya

Dalam jurnal Lung Nodules oleh Konstantinos Loverdos, dkk, flek paru-paru akan mudah menyerang orang dengan kondisi:

  • Perokok aktif, baik saat ini ataupun sebelumnya

  • Faktor usia, seperti semakin tua, semakin mudah terserang flek paru-paru

  • Pernah memiliki kanker

  • Riwayat keluarga yang pernah mengalami flek paru-paru

  • Memiliki penyakit paru-paru lain, seperti penyakit paru obstruktif kroni atau PPOK

  • Terpapar zat kimia, seperti asbes, jelaga, asap diesel, arsenik, kadmium, atau nikel

  • Flek paru-paru memiliki kemungkinan menjadi kanker apabila fleknya berukuran besar, memiliki riwayat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan sistem kekebalan tubuh.

Gejala Flek Paru-Paru

Flek paru-paru akan menimbulkan gejala seperti demam apabila diakibatkan oleh infeksi. Foto: Unsplash.com

Dalam studi Solitary Pulmonary Nodule yang dilakukan oleh Wyker A dan Henderson WW, 95% kasus flek paru-paru tidak menimbulkan gejala. Pertumbuhan flek yang cenderung lambat dan ukurannya yang kecil biasanya tidak mengganggu sistem pernapasan.

Namun, apabila flek paru-paru disebabkan oleh infeksi, maka penderitanya bisa mengalami beberapa gejala, seperti demam, batuk, dan merasa tidak enak badan.

Apabila flek paru-paru berkembang menjadi kanker paru-paru, maka gejala yang muncul dapat berupa:

  • Sesak napas

  • Mengi atau suara serak

  • Nyeri pada bagian dada dan semakin parah apabila menarik napas dalam-dalam, tertawa, atau batuk

  • Batuk parah dan berdarah

  • Sakit punggung

  • Penurunan berat badan tanpa alasan

  • Badan lemas dan mudah lelah

Diagnosis Flek Paru-Paru

Kebanyakan orang mengetahui bahwa dirinya mengidap flek paru-paru saat melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti CT scan untuk tujuan lainnya.

Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui apakah flek tersebut bersifat jinak atau kanker, seperti:

  • Pemindaian tomografi emisi positron (PET), yakni tes pencitraan ini menggunakan molekul glukosa radioaktif untuk menentukan apakah sel-sel yang membentuk nodul membelah dengan cepat.

  • Biopsi, yakni uji yang dilakukan apabila tes pencitraan kurang meyakinkan. Selama prosedur ini, sampel jaringan diambil dan kemudian diperiksa sel kanker menggunakan mikroskop.

  • Pemeriksaan lebih lanjut dibutuhkan dalam 6 bulan sekali untuk memantau perkembangan dari flek yang berada dalam paru-paru,

Penanganan Flek Paru-Paru

Salah satu cara penanganan flek paru-paru yang terus berkembang adalah bedah toraks. Foto: Unsplash.com

Flek paru-paru kecil dan tidak bersifat kanker biasanya tidak memerlukan perawatan yang khusus. Penderita flek paru-paru mungkin akan diberikan obat antibiotik dan antijamur jika flek paru-paru disebabkan oleh infeksi.

Jika flek terus berkembang dan menyebabkan gangguan pernapasan dan kanker, penderita mungkin memerlukan operasi untuk menanganinya. Prosedur bedah untuk mengangkat flek paru-paru nonkanker dan kanker meliputi:

Bedah toraks berbantuan video (VATS) yang dilakukan dengan cara memasukkan thoracoscopy dan instrumen bedah kecil melalui beberapa sayatan dada kecil. Gambar dari kamera dimanfaatkan untuk menghilangkan flek-flek dalam paru

Torakotomi, yakni jenis prosedur yang dilakukan untuk menghilangkan flek paru-paru melalui sayatan yang lebih besar di antara tulang rusuk dan di bawah tulang belikat.

Pencegahan Flek Paru-Paru

Flek paru-paru dapat dicegah dengan meminimalkan kondisi yang dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik di paru. Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama berkembangnya nodul di paru-paru.

Sekitar 90% kasus kanker paru-paru diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko berkembangnya flek paru-paru menjadi ganas. Selain itu, flek paru-paru juga dapat dicegah dengan menurunkan faktor risikonya, seperti:

  • Menghindari paparan zat kimia berbahaya, seperti asbes, arsenik, atau kromium, di tempat kerja yang dapat menimbulkan flek pada paru-paru.

  • Hindari paparan polusi udara yang berlebihan.

  • Menjaga kebersihan tubuh agar terhindar dari infeksi bakteri, virus, dan jamur, yang dapat mengganggu paru-paru.

  • Rajin berolahraga, mengonsumsi makanan yang sehat, serta perbanyak asupan cairan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa nama bakteri penyebab TBC?

chevron-down

Tuberkulosis (TBC) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

Apa itu granuloma paru?

chevron-down

Granuloma paru adalah kelainan pada jaringan yang disebabkan oleh adanya peradangan pada paru-paru.

Apa yang dimaksud dengan neoplasma?

chevron-down

Neoplasma merupakan pertumbuhan jaringan abnormal yang bisa bersifat jinak atau kanker.