Kumparan Logo
Konten Media Partner

Floxifar: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Floxifar. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Floxifar. Foto: Unsplash

Daftar isi

Floxifar Ciprofloxacin HCl obat apa? Floxifar adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran cerna, infeksi saluran napas, hingga infeksi lain di bagian kulit, tulang, sendi, dan jaringan lunak.

Floxifar termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai resep dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Floxifar 500 mg
Harga
Rp6.000 - Rp25.000 per strip (10 kaplet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran napas.
Komposisi
Ciprofloxacin 500 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa (untuk kasus infeksi saluran pernapasan kondisi ringan hingga sedang): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan. Dewasa (untuk kasus infeksi saluran pernapasan kondisi berat): dosis 750 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.
Efek Samping
Sakit kepala, mual, diare, sakit perut, dan nyeri otot.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk ibu hamil dan menyusui dan pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Floxifar

Ilustrasi obat Floxifar. Foto: Pexels

Floxifar adalah obat antibiotik golongan fluorokuinolon. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang serius atau infeksi yang tidak dapat ditangani oleh antibiotik lain.

Beberapa kondisi infeksi bakteri yang dapat diobati dengan Floxifar, meliputi infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, hingga infeksi saluran cerna, kulit, dan jaringan lunak. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi demam tifoid.

Kandungan dan Kegunaan Floxifar

Ilustrasi obat Floxifar yang mengandung ciprofloxacin. Foto: Pexels

Floxifar memiliki kandungan zat aktif ciprofloxacin 500 mg. Menurut National Health Service (NHS), ciprofloxacine merupakan agen antibiotik golongan fluorokuinolon yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tertentu, seperti infeksi saluran kemih, uretritis gonore, dan pneumonia.

Ciproloxacine bekerja dengan cara menghambat enzim topoisomerase IV dan DNA girase yang diperlukan dalam proses sintesis DNA bakteri. Cara kerja tersebut akan menghentikan bakteri untuk memperbanyak diri di dalam tubuh.

Ciproloxacine yang terkandung dalam Floxifar telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran kemih

  • Infeksi menular seksual, seperti gonore

  • Infeksi pada kulit, tulang, sendi, dan jaringan lunak

  • Infeksi saluran cerna

  • Infeksi saluran pernapasan bawah

  • Pneumonia

  • Prostatitis

  • Antraks

  • Demam tifoid

Menurut PubChem, ciproloxacine dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat-obatan lain untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri. Obat ini berperan sebagai antibakteri dan antimikroba.

Anjuran Dosis Floxifar

Ilustrasi konsumsi obat Floxifar sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Floxifar merupakan obat yang tersedia dalam bentuk kaplet, sirup, kapsul, dan suntik. Perbedaan sediaan tersebut memiliki cara penggunaan dan dosis yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi pasien.

Adapun anjuran dosis dan aturan pakai obat Floxifar kaplet secara umum sesuai dengan kondisi pasien adalah sebagai berikut.

Dosis Floxifar Kaplet untuk Infeksi Saluran Pernapasan

  • Dewasa (kondisi ringan hingga sedang): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

  • Dewasa (kondisi berat): dosis 750 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

Dosis Floxifar Kaplet untuk Mencegah Meningitis

  • Dewasa: dosis 500 mg, diminum 1 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

Dosis Floxifar Kaplet untuk Infeksi Kulit, Tulang, Sendi, dan Jaringan Lunak

  • Dewasa (kondisi ringan hingga sedang): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

  • Dewasa (kondisi berat): dosis 750 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

Dosis Floxifar Kaplet untuk Infeksi Saluran Kemih

  • Dewasa (kondisi ringan hingga sedang): dosis 250 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini dapat diminum sesudah makan.

  • Dewasa (kondisi berat): dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari. Obat ini dapat diminum sesudah makan.

Cara Mengonsumsi Floxifar dengan Benar

Ilustrasi konsumsi Floxifar harus dengan segelas air putih. Foto: Pexels

Floxifar termasuk golongan obat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Adapun cara mengonsumsi Floxifar dengan benar, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Floxifar, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Floxifar harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau melebihkan dosis tanpa sepengetahuan dokter.

  • Floxifar dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan terlebih dahulu. Namun, obat ini sebaiknya diminum sesudah makan agar mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

  • Konsumsi Floxifar secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan atau minuman.

  • Konsumsi Floxifar secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Floxifar pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Simpan Floxifar di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Interaksi Floxifar dengan Obat Lain

Ilustrasi penggunaan Floxifar dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan interaksi obat. Foto: Pexels

Kandungan ciprofloxacin dalam Floxifar dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Dikutip dari laman Drug Bank, adapun interaksi Floxifar dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Penggunaan Floxifar bersama dengan obat pengencer darah, seperti warfarin atau acenocoumarol, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

  • Penggunaan Floxifar bersama dengan obat-obatan seperti amiodarone, dofetilide, quinidine, procainamide, atau sotalol dapat meningkatkan risiko aritmia atau gangguan irama jantung.

  • Penggunaan Floxifar bersama dengan obat-obatan seperti duloxetine, fezolinetant, pirfenidone, atau tasimelteon dapat memperlambat metabolisme obat-obatan tersebut dalam tubuh.

  • Penggunaan Floxifar bersama dengan obat tizanidine dapat meningkatkan risiko hipotensi (tekanan darah rendah).

  • Penggunaan Floxifar bersama dengan obat probenecid dapat meningkatkan kadar ciprofloxacin dalam darah.

  • Penggunaan Floxifar bersama dengan obat-obatan seperti acalabrutinib, acarbose, atau acetaminophen dapat meningkatkan risiko efek samping.

  • Penggunaan Floxifar bersama dengan obat-obatan seperti theophylline, clozapine, atau ropinirole dapat memengaruhi kadar obat-obatan tersebut dalam darah.

Perlu diingat, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Floxifar. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Floxifar dengan obat-obatan lain.

Cara Penyimpanan Floxifar

Ilustrasi Floxifar harus disimpan di dalam wadah dan ditempatkan di area yang sejuk dan kering. Foto: Pexels

Simpan Floxifar pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan Floxifar sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Floxifar

Ilustrasi konsumsi Floxifar harus sesuai anjuran dokter. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Floxifar, konsultasikan dengan dokter tentang riwayat penyakit yang dimiliki dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Alergi terhadap kandungan ciprofloxacin dan turunan antibiotik flurokuinolon lainnya.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita penyakit berikut:

  • Gangguan saraf pusat

  • Gangguan fungsi ginjal

  • Penyakit diabetes

  • Penyakit jantung

  • Gangguan sendi

  • Gangguan pendarahan atau pembekuan darah

Peringatan Kehamilan

Floxifar mengandung zat aktif ciprofloxacin yang termasuk dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi Floxifar saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui

Floxifar dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping Floxifar

Ilustrasi salah satu efek samping Floxifar adalah sakit kepala. Foto: Pexels

Berdasarkan jurnal Interplay of the Quality of Ciprofloxacin and Antibiotic Resistance in Developing Countries oleh Deepali Sharma, beberapa efek samping yang bisa muncul setelah mengonsumsi obat dengan kandungan ciprofloxacin, di antaranya:

  • Sakit kepala

  • Mual dan muntah

  • Diare atau sembelit

  • Sakit perut

  • Nyeri otot dan sendi

Selain efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Reaksi alergi, meliputi ruam merah pada kulit, pembengkakan pada bibir atau kelopak mata, sesak napas, dan gatal-gatal.

  • Hematuria atau kondisi ketika adanya darah di dalam urine.

  • Diare parah lebih dari 3 hari yang disertai darah atau lendir.

  • Kelelahan yang tidak biasa.

  • Bagian putih mata atau kulit menguning.

  • Insomnia atau kesulitan tidur.

  • Memar atau perubahan warna pada kulit.

  • Perdarahan yang tidak biasa pada hidung, mulut, atau alat kelamin.

  • Demam, pembengkakan pada gusi, dan nyeri saat menelan.

Jika merasakan efek samping di atas, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.

Baca Juga: 6 Golongan Antibiotik: Penisilin hingga Tetrasiklin

Penyakit Terkait dengan Obat Floxifar

Ilustrasi seseorang yang mengalami sinusitis bisa diobati dengan Floxifar. Foto: Pexels

Floxifar merupakan antibiotik kuinolon yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan obat Floxifar.

1. Gonore

Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari alat kelamin, dan peradangan pada organ reproduksi.

Floxifar dapat diresepkan untuk mengobati infeksi bakteri penyebab gonore dan meredakan gejala yang ditimbulkan.

2. Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Floxifar bisa menjadi pilihan pengobatan untuk mengatasi infeksi tersebut dan membantu meredakan gejalanya, seperti batuk, sesak napas, dan demam.

3. Cystitis

Cystitis adalah peradangan pada kandung kemih yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami nyeri saat buang air kecil. Floxifar dapat digunakan untuk mengobati infeksi dan meredakan gejalanya.

4. Sinusitis

Pada beberapa kasus, Floxifar mungkin diperlukan untuk mengobati sinusitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Sinusitis adalah peradangan pada saluran sinus di rongga hidung yang umumnya ditandai dengan sejumlah gejala, seperti hidung tersumbat, pilek, dan nyeri di area wajah.

4. Tonsilitis

Tonsilitis adalah peradangan pada amandel yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri Streptokokus. Gejalanya meliputi sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan pembengkakan pada amandel. Floxifar dapat membantu mengatasi infeksi bakteri dan meredakan gejalanya.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan floxifar?
chevron-down

Floxifar digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran napas.

Floxifar termasuk golongan obat apa?
chevron-down

Floxifar termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai resep dokter.

Apa kandungan obat Floxifar?
chevron-down

Floxifar mengandung Ciprofloxacin 500 mg.