Flu Perut: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Konten Media Partner
7 Oktober 2022 18:12
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apa yang dimaksud dengan flu perut? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa yang dimaksud dengan flu perut? Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Flu perut disebut juga dengan istilah gastroenteritis. Kondisi ini merujuk pada peradangan saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini bisa menyebar melalui rute fekal oral atau ketika virus masuk ke mulut melalui benda, makanan, atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja dengan virus penyebab flu perut. Adapun faktor pemicu dari flu perut, yakni mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Penyakit flu perut bisa menyebabkan beberapa gejala, mulai dari diare, mual, muntah, hingga kram perut. Untuk mengatasinya, flu perut bisa diobati dengan mengonsumsi beberapa obat-obat yang direkomendasikan oleh dokter, seperti obat antidiare, antimual, dan antipiretik.
Ingin tahu lebih jelas tentang flu perut dan bagaimana cara mencegahnya? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Flu Perut

Menyadur laman Mayo Clinic, flu perut adalah kondisi ketika terjadi peradangan pada saluran pencernaan. Dalam istilah medis, flu perut bisa disebut dengan gastroenteritis. Namun, masyarakat awam mengenal kondisi ini dengan sebutan muntaber atau muntah berak.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut karena gejala yang ditimbulkan adalah muntah, mual, hingga diare, hingga cairan tubuh terbuang dan pada akhirnya terjadi dehidrasi. Sebagai informasi, dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan banyak cairan daripada yang dikonsumsi, akibatnya tubuh menjadi lebih lemas.

Penyebab Flu Perut

Penyebab-penyebab flu perut. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab-penyebab flu perut. Foto: Unsplash
Flu perut bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang terdapat pada makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Nantinya, virus tersebut akan menyebar melalui rute fekal oral.
Fecal oral adalah cara penularan virus melalui tangan yang terkontaminasi tinja (feses), kemudian tidak sengaja masuk ke mulut. Menurut laman Cleveland Clinic, berikut beberapa virus yang dapat menyebabkan flu perut.

1. Norovirus

Norovirus adalah kelompok virus yang menyebabkan flu perut. Virus ini mengakibatkan peradangan di lambung dan usus atau gastroenteritis akut. Norovirus dapat ditularkan dari kontak dengan orang yang terinfeksi, menyentuh permukaan yang terkontaminasi, dan mengonsumsi makanan yang sudah terpapar virus.
ADVERTISEMENT

2. Rotavirus

Rotavirus adalah virus yang menyebabkan diare. Dibandingkan orang dewasa, rotavirus lebih sering menyebabkan muntaber pada anak-anak. Virus ini paling sering masuk ke tubuh anak-anak ketika mereka memasukkan jari atau mainan yang sudah terkontaminasi ke dalam mulut.

3. Bakteri

Selain virus-virus yang disebutkan di atas, bakteri juga menjadi penyebab utama dari flu perut. Adapun beberapa bakteri yang menyebabkan flu perut, di antaranya:
  • Yersinia, bakteri yang biasanya ada di dalam daging babi
  • Staphylococcus, bakteri yang ada pada produk susu tanpa menggunakan proses pemanasan, daging, hingga telur mentah
  • Shigella, bakteri yang sering ditemukan di kolam renang ketika anak-anak sedang berenang
  • Campylobacter, bakteri yang ditemukan di dalam daging ayam, burung, hingga bebek mentah
  • E.coli, bakteri yang ditemukan dalam daging sapi mentah hingga salad
ADVERTISEMENT
Selain virus dan bakteri, ada juga faktor risiko yang meningkatkan potensi terpapar flu perut, di antaranya:
  • Orang-orang yang tinggal di daerah dengan sanitasi buruk
  • Anak-anak yang berada di penitipan anak hingga sekolah asrama
  • Orang-orang yang memiliki sistem imun lemah, terutama pengidap HIV/AIDS atau yang sedang menjalani kemoterapi

Gejala Flu Perut

Gejala yang ditimbulkan flu perut biasanya muncul setelah 2 hari. Gejala flu perut ini sendiri tergantung dari kategorinya, ada yang mengalami gejala akut dan kronis. Gejala akut disebabkan oleh infeksi virus, sementara gejala akut kronis disebabkan oleh alergi makanan.
Menyadur laman Very Well Health, berikut beberapa gejala flu perut.
  • Munculnya kram perut secara terus-menerus
  • Demam dan tubuh mulai berkeringat
  • Sulit menahan diri untuk tidak BAB
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kulit yang terasa lebih lembab
  • Sakit kepala hingga demam ringan
ADVERTISEMENT
Gejala-gejala yang disebutkan di atas berpotensi semakin parah apabila tidak diobati dengan tepat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kondisi flu perut ini menyebabkan komplikasi.

Cara Mengobati Flu Perut

Pengobatan flu perut bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang sudah direkomendasikan oleh dokter. Supaya terhindar dari komplikasi dan gejala-gejala yang lebih parah, berikut cara mengobati flu perut, seperti yang dikutip dari laman WebMD.

1. Mengonsumsi obat-obatan

Pengobatan paling umum dari flu perut adalah mengonsumsi obat-obatan. Obat-obatan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah loperamide dan bismuth subsalicylate. Kedua obat ini bertujuan untuk mengobati muntaber akibat dari infeksi virus.
Tidak hanya itu, flu perut juga diobati dengan mengonsumsi antibiotik yang mampu meredakan gejala muntaber, seperti demam dan sakit kepala, seperti ibuprofen dan aspirin.
ADVERTISEMENT

2. Menjaga kadar cairan di dalam tubuh tetap mencukupi

Supaya gejala flu perut tidak berkembang menjadi lebih kronis, penting untuk mempertahankan kadar cairan di dalam tubuh. Dengan begitu, tubuh tidak akan mengalami dehidrasi. Perlu diingat bahwa ada juga minuman yang dapat memperparah kondisi flu perut, seperti kafein dan alkohol.

Cara Mencegah Flu Perut

Flu perut menimbulkan gejala-gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka itu, perlu dilakukan langkah pencegahan agar virus dari flu perut ini tidak hinggap ke dalam tubuh manusia. Menurut laman Healthline, berikut cara mencegah flu perut.
  • Selalu memakai peralatan pribadi, mulai dari handuk, sikat gigi, dan lainnya.
  • Rutin mencuci tangan ketika keluar dari rumah atau sebelum makan
  • Membersihkan barang-barang yang sudah terinfeksi gastroenteritis
  • Hindari mengonsumsi makanan mentah, baik sayuran maupun buah-buahan
  • Kurangi mengonsumsi es batu yang kebersihannya tidak terjamin
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Apa yang dimaksud gastroenteritis?
chevron-down
Gastroenteritis disebabkan oleh apa?
chevron-down
Apa yang dirasakan ketika gastroenteritis?
chevron-down
editor-avatar-0
editor-avatar-1
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020