Flu Singapura: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mencegahnya
ยทwaktu baca 4 menit

Flu Singapura merupakan salah satu jenis infeksi yang diakibatkan oleh virus. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan hand, foot, and mouth disease (HFMD).
Flu Singapura pertama kali ditemukan di Kanada dan Selandia Baru pada tahun 1957. Namun, wabah ini menjadi wabah musiman setiap tahun di Singapura, sehingga disebut sebagai Flu Singapura.
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi anak-anak memiliki faktor risiko yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Anak-anak yang rentan terserang penyakit flu Singapura adalah kelompok anak yang berusia 5-10 tahun.
Penyebab Flu Singapura
Dikutip dari jurnal Hand, Foot, and Mouth Disease, karya Guerra AM, dkk, penyebab utama dari flu Singapura adalah Coxsackievirus A16. Dalam beberapa kasus, flu Singapura juga disebabkan oleh enterovirus lainnya.
Virus penyebab flu Singapura biasanya ditemukan dalam cairan tubuh orang yang telah terinfeksi, seperti ludah, lendir atau dahak, cairan dari luka dan keropeng, kotoran. Virus Coxsackievirus menyebar melalui:
Paparan droplets dari batuk atau bersin.
Kontak fisik yang sangat dekat, seperti berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan lain-lain.
Berbagi penggunaan alat makan atau alat minum.
Kontak dengan kotoran dari orang yang terinfeksi, seperti saat mengganti popok.
Menyentuh permukaan kulit yang terpapar virus.
Gejala Flu Singapura
Ketika terinfeksi, seseorang akan mengalami gejala ringan selamat 7 hingga 10 hari. Secara umum, berikut adalah gejala yang ditimbulkan oleh penyakit flu Singapura.
1. Demam dan Gejala Flu
Saat terinfeksi, penderita flu Singapura akan mengalami gejala-gejala ringan dalam waktu 3-5 hari setelah terinfeksi. Gejalanya dapat mencakup:
Demam
Sakit tenggorokan
Kehilangan nafsu makan dan minum
Merasa tidak enak badan
Flu dan pilek
2. Sariawan
Selain merasakan gejala demam dan flu, penderita flu Singapura juga akan mendapatkan sariawan yang menyakitkan pada bagian mulut. Luka-luka sariawan biasanya dimulai dari bintik-bintik merah kecil pada bagian lidah dan mulut. Sariawan akan menyebabkan sejumlah gejala lainnya, seperti:
Tidak mau makan atau minum karena kesakitan
Produksi air liur lebih banyak dari biasanya
Tidak mau makan makanan pedas dan asam dan hanya ingin minum sesuatu yang dingin
3. Ruam Kulit
Ruam akan muncul pada permukaan kulit setelah virus berhasil menginfeksi. Ruam pada kasus flu Singapura banyak ditemukan pada telapak tangan dan telapak kaki.
Ruam juga bisa muncul pada area lengan, kaki, dan bokong. Kondisi ini diawali dengan munculnya bintik-bintik kemerahan yang biasa kemudian lama-lama mulai membengkak dan berisi cairan.
Cairan yang terdapat dalam luka tersebut bisa mengandung virus penyebab flu Singapura, sehingga penderitanya perlu menghindari kebiasaan menyentuh lukanya serta selalu menjaga kebersihan dari lukanya.
Cara Mengobati Flu Singapura
Hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin khusus untuk mengatasi infeksi flu Singapura. Menurut Guerra AM, dkk, dalam jurnal yang sama, perawatan flu Singapura selama ini dilakukan untuk meredakan gejalanya.
Berikut langkah-langkah yang dapat meredakan gejala dari flu Singapura:
Mengonsumsi obat pereda nyeri dan demam, seperti NSAID (ibuprofen, dll) atau asetaminofen. Hindari penggunaan aspirin yang dapat menyebabkan penyakit serius pada anak-anak.
Konsumsi camilan dingin, seperti es loli, yoghurt, smoothie untuk meredakan sakit tenggorokan. Hindari konsumsi jus dan soda yang asam karena dapat mengiritasi sariawan.
Gunakan lotion dan salep untuk meredakan gatal-gatal pada ruam, seperti calamine dan lain-lain.
Hindari memecahkan dan menggaruk ruam pada kulit hingga luka karena dapat menularkan virus kepada bagian tubuh lain atau orang lain.
Rajin membersihkan bagian ruam kulit yang sudah sembuh untuk mencegah terjadinya penularan.
Saat mengidap penyakit flu Singapura, penderitanya dianjurkan untuk tetap mengonsumsi cairan dalam jumlah yang banyak untuk menghindari dehidrasi. Hal ini penting untuk dilakukan meskipun sulit untuk menelan cairan akibat sariawan.
Selain dehidrasi, komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit flu Singapura adalah meningitis virus, ensefalitis, miokarditis, hingga kelumpuhan.
Cara Mencegah Flu Singapura
Flu Singapura dapat dicegah dengan cara menghindari penyebab penularan virus flu Singapura dan menjaga kebersihan agar tidak terserang virus. Berikut langkah-langkah pencegahannya:
Rajin mencuci tangan dengan bersih dan menyeluruh
Menutup mulut dan hidung ketika bersin dan batuk menggunakan tisu atau lengan baju
Gunakan desinfektan untuk membersihkan permukaan barang-barang yang digunakan
Hindari kontak fisik dengan seseorang yang menderita flu Singapura
Hindari berbagi penggunaan barang pribadi, khususnya dengan penderita flu Singapura
Itulah cara pencegahan flu Singapura. Flu Singapura umumnya terjadi pada anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa virusnya dapat menginfeksi orang dewasa.
Flu Singapura berbeda dengan penyakit herpangina sebab pada herpangina, tidak ada gejala ruam dan gatal-gatal pada bagian kaki dan tangan. Penyakit ini juga berbeda dengan cacar air, tetapi ruam pada cacar air biasanya tersebar ke seluruh tubuh, sedangkan ruam pada flu Singapura banyak ditemukan pada bagian tangan dan kaki saja.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa nama lain dari flu Singapura?

Apa nama lain dari flu Singapura?
Dalam istilah medis, flu Singapura dikenal dengan sebutan hand, foot, and mouth disease (HFMD).
Apa virus penyebab flu Singapura?

Apa virus penyebab flu Singapura?
Coxsackievirus A16 dan jenis enterovirus lainnya.
Apa perbedaan herpangina dan flu Singapura?

Apa perbedaan herpangina dan flu Singapura?
Pada herpangina, tidak ada gejala ruam dan gatal-gatal pada bagian kaki dan tangan, sedangkan pada flu Singapura, ruam merupakan salah satu gejala utamanya.
