Kumparan Logo
Konten Media Partner

Gabapentin: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Gabapentin. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Gabapentin. Foto: Unsplash

Gabapentin obat apa? Gabapentin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi kejang pada penderita epilepsi. Obat ini juga digunakan untuk meredakan nyeri saraf akibat herpes zoster dan sindrom kaki gelisah. Gabapentin dikenal sebagai obat antikonvulsan atau antiepilepsi.

Gabapentin termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga tidak boleh digunakan sembarangan. Penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan dokter.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Gabapentin 300 mg
Harga
Rp70.000 - Rp90.000 per strip (10 kapsul)
Indikasi dan Manfaat
Mencegah dan mengatasi kejang pada penderita epilepsi, serta meredakan nyeri saraf setelah herpes zoster dan sindrom kaki gelisah.
Komposisi
Gabapentin 300 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa (epilepsi): dosis 300 mg pada hari ke-1, lalu 300 mg 2 kali sehari pada hari ke-2, dan 300 mg 3 kali sehari (kira-kira setiap 8 jam) pada hari ke-3. Dosis dapat ditingkatkan sesuai respons.
Efek Samping
Sakit kepala, vertigo, penglihatan kabur, mual, muntah, mulut kering, konstipasi, dan kelelahan.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat, menderita gangguan fungsi hati dan ginjal, gangguan pernapasan berat, serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Gabapentin

Gabapentin adalah obat yang digunakan untuk mengendalikan gejala kejang pada penderita epilepsi. Penggunaan obat ini tidak dapat menyembuhkan epilepsi, tapi secara efektif dapat mengurangi gejala kejang.

Selain itu, Gabapentin juga digunakan untuk mengatasi nyeri terhadap kondisi yang berhubungan dengan sistem saraf, termasuk herpes zoster, neuropati diabetik, neuralgia, dan sindrom kaki gelisah. Obat ini juga dapat diresepkan untuk meredakan nyeri saraf yang terjadi setelah cedera.

Mengutip jurnal Gabapentin: A New Agent for the Management of Epilepsy oleh Carlota O. Andrews dan James H. Fischer, pada epilepsi, Gabapentin diperkirakan mampu menghentikan kejang dengan cara mengurangi aktivitas listrik yang abnormal di otak. Efeknya, obat ini dapat menghambat aktivitas di otak yang berlebihan sehingga dapat meredakan gejala kejang.

Sementara pada nyeri saraf, Gabapentin diperkirakan bekerja dengan cara memblokir sinyal rasa sakit pada sistem saraf di otak yang berjalan turun ke saraf tulang belakang. Efeknya, rasa nyeri akibat kondisi yang berhubungan dengan saraf dapat diredakan.

Kandungan dan Kegunaan Gabapentin

Gabapentin merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktifnya. Obat ini tersedia dengan komposisi 300 mg dan digunakan sebagai pengobatan untuk mengatasi kejang.

Secara umum, kejang adalah kelainan sistem saraf pusat yang terjadi secara mendadak dengan manifestasi klinik kehilangan koordinasi neuromotorik. Kondisi ini terjadi akibat adanya aktivitas listrik yang abnormal pada otak.

Kejang bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari gangguan saraf. Gejala fisik yang muncul dari kondisi ini meliputi gerak menyentak pada salah satu bagian tubuh, gerakan berulang, gangguan sensasi pada mata, telinga, dan hidung, kesulitan berbicara, kesemutan, pusing, serta mual.

Mengutip jurnal Gabapentin Monotherapy for Epilepsy oleh Liliya Eugenevna Ziganshina, dkk., Gabapentin diperkirakan bekerja pada sistem saraf sebagai penghambat arus listrik pada sel saraf di otak dan saraf tulang belakang. Obat ini dapat mengubah aktivitas listrik yang abnormal dalam otak, sehingga mampu mengontrol kejang.

Penggunaan utama Gabapentin dapat menurunkan aktivitas kejang, mengembalikan keseimbangan aktivitas listrik di otak, meredakan nyeri gangguan saraf, dan melemaskan otot akibat kejang.

Anjuran Dosis Gabapentin

Ilustrasi obat Gabapentin harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Foto: Unsplash

Sebagai golongan obat keras, penggunaan obat Gabapentin harus di bawah pengawasan dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Konsumsi Gabapentin harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Jangan menghentikan konsumsi Gabapentin secara tiba-tiba atau menurunkan dosis tanpa adanya instruksi dari dokter.

  • Gabapentin tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Gabapentin dapat menyebabkan ketergantungan sehingga tidak boleh digunakan untuk pengobatan jangka panjang.

  • Risiko ketergantungan obat bisa meningkat apabila dosis ditingkatkan melebihi anjuran atau digunakan dalam jangka waktu lama.

Dokter akan meresepkan obat Gabapentin sesuai dengan kondisi pasien. Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Gabapentin secara umum adalah sebagai berikut.

Dosis Gabapentin untuk Epilepsi

Dewasa (epilepsi): dosis 300 mg pada hari ke-1, lalu 300 mg 2 kali sehari pada hari ke-2, dan 300 mg 3 kali sehari (kira-kira setiap 8 jam) pada hari ke-3. Dosis dapat ditingkatkan sesuai respons.

Dosis Gabapentin untuk Nyeri Neuropati

Dewasa (epilepsi): dosis 300 mg pada hari ke-1, lalu 300 mg 2 kali sehari pada hari ke-2, dan 300 mg 3 kali sehari (kira-kira setiap 8 jam) pada hari ke-3. Dosis dapat ditingkatkan sesuai respons.

Jika ingin mengonsumsi obat Gabapentin, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis yang diresepkan dokter dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti kesulitan berbicara, gangguan keseimbangan, kesadaran menurun, hingga kematian.

Kontraindikasi Gabapentin

Pada dasarnya, jangan mengonsumsi Gabapentin apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat. Konsultasikan kepada dokter soal riwayat penyakit yang dimiliki dan obat-obatan yang dikonsumsi. Selain itu, jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat.

  • Pasien yang memiliki insufisiensi pernapasan berat (paru-paru tidak dapat berfungsi dengan baik).

  • Ibu hamil dan menyusui.

Efek Samping Gabapentin

Sama seperti obat-obatan lainnya, Gabapentin memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Mengutip jurnal Gabapentin: An Update of Its Pharmacological Properties and Therapeutic Use in Epilepsy oleh Azim Honarmand, dkk., beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini antara lain:

  • Sakit kepala

  • Vertigo

  • Penglihatan kabur

  • Mual dan muntah

  • Mulut kering

  • Konstipasi

  • Kelelahan

  • Demam

  • Tekanan darah naik

Pemakaian obat ini dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Dalam beberapa kasus, obat ini dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius, seperti penglihatan ganda, tremor, ruam kulit, kehilangan kesadaran, dan kelainan darah.

Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat Gabapentin?

chevron-down

Gabapentin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi kejang pada penderita epilepsi.

Gabapentin termasuk golongan obat apa?

chevron-down

Gabapentin termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga tidak boleh digunakan sembarangan.

Bagaimana cara kerja obat Gabapentin?

chevron-down

Pada epilepsi, Gabapentin diperkirakan mampu menghentikan kejang dengan cara mengurangi aktivitas listrik yang abnormal di otak sehingga dapat meredakan gejala kejang.