Gagal Ginjal Akut pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
·waktu baca 8 menit

Gagal ginjal akut pada anak adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Pasalnya, kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.
Gagal ginjal akut adalah jenis penyakit yang terjadi ketika ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya, yakni memisahkan zat sisa dan racun dari darah dan mengalirkannya melalui urine. Gagal ginjal akut ini tergolong kondisi kritis yang membutuhkan penanganan darurat.
Gagal ginjal akut bisa berkembang dengan cepat dalam waktu beberapa jam ataupun beberapa hari. Hal tersebut tentunya bisa berakibat fatal pada penderitanya.
Sebagian pasien gagal ginjal akut akan tidak akan merasakan gejalanya, sebagian juga bisa merasakan gejala berupa penurunan produksi urin, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, mual, hingga sesak napas.
Gagal ginjal akut diobati dengan cara mengatasi gangguan kesehatan yang mendasarinya, termasuk pemberian cairan, terapi obat-obatan, dan prosedur medis tertentu.
Artikel ini secara khusus akan membahas mengenai gagal ginjal akut pada anak. Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Gagal Ginjal Akut?
Gagal ginjal akut adalah penyakit yang terjadi ketika organ ginjal berhenti berfungsi secara tiba. Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi dan gangguan kesehatan lainnya.
Gagal ginjal akut bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja dari segala usia. Ini bukan termasuk penyakit turunan, tetapi beberapa jenis penyakit keturunan bisa menyebabkan gagal ginjal akut.
Pada anak, gagal ginjal akut biasanya disebabkan oleh cacat bawaan lahir, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa gangguan gagal ginjal akut pada anak ini disebabkan oleh beberapa faktor lainnya.
Gagal ginjal akut mengharuskan pasiennya mendapat penanganan medis darurat serta rawat inap. Meskipun demikian, gagal ginjal akut bisa diobati dan sebagian besar kasus gagal ginjal akut pada anak bisa disembuhkan secara total.
Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak
Gagal ginjal akut pada anak akan menimbulkan sejumlah gejala. Gejala gagal ginjal akut bisa datang secara tiba-tiba dan berlangsung selama berjam-jam atau berhari-hari.
Pada umumnya, gejala gagal ginjal akut pada anak bisa berbeda-beda. Hal ini bergantung pada kondisi dan penyakit yang mendasarinya.
Namun, terdapat beberapa gejala umum dari gagal ginjal akut. Mengutip dari laman Boston Children's Hospitals, berikut gejala umum dari gagal ginjal akut pada anak:
Produksi urine menurun
Terjadi retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan
Penurunan energi yang menyebabkan tubuh lemas
Kulit tampak pucat yang dipicu oleh kondisi anemia
Di samping itu, terdapat gejala tambahan lainnya yang bisa menyertai anak yang menderita gagal ginjal akut, yakni:
Nafsu makan menurun
Mual dan muntah yang parah
Sakit kepala
Infeksi saluran kemih
Tidak mampu dalam menahan urine (inkontinensia)
Demam
Muncul ruam pada sebagian permukaan kulit
Diare yang disertai dengan darah
Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak
Gagal ginjal akut sebagian besar disebabkan oleh gangguan aliran darah ke ginjal, penyakit yang menyerang organ ginjal, hingga penyumbatan pada saluran urine.
Pada anak, terdapat beberapa kondisi lainnya yang bisa menyebabkan gagal ginjal akut. Mengutip dari laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease US, berikut beberapa faktor penyebab gagal ginjal akut pada anak.
1. Cacat Lahir
Cacat lahir adalah gangguan kesehatan yang terjadi saat anak masih berkembang di dalam rahim ibu. Jenis cacat lahir yang bisa mempengaruhi organ ginjal anak adalah:
Agenesis ginjal, yakni kondisi ketika anak lahir dengan satu ginjal.
Displasia ginjal, yaitu kondisi ketika anak lahir dengan dua ginjal, tetapi salah satu ginjalnya tidak berfungsi.
Ginjal ektopik, yaitu kondisi ketika ginjal berada pada posisi abnormal, bisa di atas, di bawah, maupun sisi berlawanan dari posisi normal ginjal.
2. Penyakit Turunan
Penyakit turunan adalah jenis penyakit yang ditularkan dari orang tua ke anak melalui gen. Salah satu contoh penyakit turunan yang bisa mempengaruhi organ ginjal adalah penyakit ginjal polikistik, yakni gangguan ginjal yang ditumbuhi oleh kista atau jaringan abnormal yang membuat ginjal menjadi lebih besar dari waktu ke waktu.
Selain penyakit ginjal polikistik, penyakit turunan lainnya yang bisa menyebabkan gangguan ginjal adalah sindrom Alport, yakni gangguan akibat mutasi pada gen yang membentuk glomerulus dan menyebabkan jaringan parut pada ginjal.
3. Infeksi
Infeksi bisa menjadi gangguan yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak. Ada dua jenis penyakit yang bisa menyerang organ ginjal akibat infeksi, yakni:
Sindrom uremik hemolitik adalah penyakit langka yang disebabkan oleh bakteri Escherichia. Sindrom ini mulai berkembang ketika bakteri tersebut bersarang pada saluran pencernaan kemudian masuk ke aliran darah dan mampu merusak bagian ginjal tertentu.
Glomerulonefritis akut pasca streptokokus (GNAPS) adalah jenis penyakit yang terjadi setelah radang tenggorokan atau infeksi kulit oleh bakteri Streptococcus yang secara tidak langsung bisa mempengaruhi glomerulus pada ginjal.
4. Sindrom Nefrotik
Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala yang mengindikasikan kerusakan pada organ ginjal. Sindrom nefrotik dapat mencakup:
Albuminuria, yakni ketika kadar albumin dalam darah terlalu tinggi.
Hiperlipidemia, yakni kadar lemak dan kolesterol dalam darah melebihi angka normal.
Edema yang terjadi akibat retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan pada kaki, tangan, dan wajah.
Hipoalbuminemia, yakni rendahnya kadar albumin dalam darah.
5. Penyakit Sistemik
Penyakit sistemik adalah jenis penyakit yang mempengaruhi sistem metabolisme dalam tubuh. Berikut beberapa jenis penyakit sistemik yang bisa menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak:
Lupus nefritis, yakni peradangan pada organ ginjal yang disebabkan oleh penyakit autoimun.
Diabetes, yakni penyakit yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah yang bisa menyerang ginjal serta mempengaruhi kecepatan aliran darah ke ginjal.
6. Trauma
Trauma akibat luka bakar, dehidrasi, perdarahan, cedera, atau operasi bisa menyebabkan tekanan darah sangat rendah. Hal ini bisa mengurangi aliran darah ke ginjal yang bisa menyebabkan gagal ginjal akut.
7. Penyumbatan atau Refluks Urine
Ketika terjadi penyumbatan pada saluran kemih, urine dapat kembali ke ginjal dan menyebabkan kerusakan. Refluks atau kondisi naiknya kembali urine ke ginjal juga bisa terjadi akibat katup antara kandung kemih dan ureter tidak menutup dengan sempurna.
Cara Penanganan Gagal Ginjal Akut pada Anak
Gagal ginjal akut pada umumnya ditangani dengan mengobati gangguan penyakit yang menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak.
Pengobatan gagal ginjal akut pada anak juga ditentukan berdasarkan usia anak, jenis penyakit yang diderita, toleransi anak terhadap obat-obatan atau terapi yang diberikan, dan lain-lain.
Secara umum, ada beberapa jenis pengobatan gagal ginjal akut yang biasa dilakukan untuk mengurangi gejala serta membantu fungsi kerja ginjal. Mengutip dari jurnal Prevention and Management of Acute Kidney Injury oleh John Harty, dkk, berikut beberapa pilihan pengobatan gagal ginjal akut.
1. Terapi Obat-obatan
Anak dengan gangguan ginjal bisa menyebabkan darah tinggi. Tenaga medis mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah. Selain itu, penderita gagal ginjal mungkin akan diberikan obat yang dapat merangsang produksi urin.
Berikut beberapa jenis obat yang dapat diberikan kepada penderita gagal ginjal akut:
Inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), yaitu jenis obat yang membantu mengendurkan pembuluh darah dan memudahkan jantung memompa darah.
Angiotensin receptor blocker (ARBs), yakni jenis obat yang menurunkan tekanan darah dengan cara merilekskan pembuluh darah yang dapat membantu fungsi kerja jantung.
Obat diuretik, yakni jenis obat yang meningkatkan produksi urine.
2. Terapi Hormon
Ketika fungsi ginjal menurun, anak-anak mungkin akan menyebabkan anemia dan gangguan pada tumbuh kembangnya. Anemia dapat diobati dengan pemberian hormon erythropoietin yang dapat merangsang sumsum tulang belakang dalam menghasilkan darah.
Pada anak yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat gagal ginjal akut, anak mungkin akan diberikan suplemen makanan atau suntikan hormon untuk membantu pertumbuhan anak.
3. Mengatur Pola Makan
Pola makan dapat mempengaruhi fungsi kerja ginjal. Oleh karena itu, pasien dengan gagal ginjal akut harus memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya. Berikut beberapa pola makan yang harus diterapkan oleh penderita gagal ginjal akut:
Membatasi asupan protein karena konsumsi protein terlalu tinggi dapat menambah beban kerja ginjal dan memicu penurunan fungsi ginjal. Contoh makanan dengan protein adalah telur, susu, keju, ayam, daging merah, ikan, dan lain-lain.
Mencukupi asupan natrium. Tenaga medis mungkin akan membatasi atau menambahkan asupan garam bergantung pada tingkat keparahan gagal ginjal akut, usia, dan lain-lain.
Mencukupi kadar kalium agar tetap normal karena kekurangan atau kelebihan kalium bisa menyebabkan masalah pada jantung.
Membatasi asupan fosfor karena tingginya kadar fosfor dalam tubuh bisa menarik kalsium dari tulang yang bisa membuat tulang pada tubuh anak menjadi lemah.
4. Prosedur Medis
Jika gagal ginjal akut pada anak tidak bisa diobati dengan berbagai macam pengobatan, prosedur medis tertentu mungkin akan diberikan. Ada dua jenis perawatan medis yang mungkin akan dilakukan, yakni dialisis dan transplantasi ginjal.
Metode Dialisis
Dialisis adalah prosedur medis yang dilakukan untuk membantu ginjal dalam menjalankan fungsinya. Caranya adalah dengan memanfaatkan cairan atau mesin tertentu dalam menyaring zat sisa dan racun dalam darah. Dialisis terdiri dari dua jenis, yakni:
Dialisis peritoneal, yakni prosedur medis yang dilakukan dengan pemberian cairan dialisis dalam perut untuk menyerap cairan atau limbah yang berlebihan dalam tubuh.
Hemodialisis atau terapi cuci darah adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memanfaatkan mesin untuk memisahkan zat sisa dari darah.
Transplantasi Ginjal
Transplantasi ginjal adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk menangani kondisi ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Caranya dengan melakukan pembedahan untuk mengganti ginjal yang telah rusak dengan ginjal sehat dari pendonor.
Gagal ginjal akut pada anak adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Jika anak mengalami gejala gagal ginjal akut, segera bawa ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis dengan cepat.
Daftar Rumah Sakit Rujukan Pasien Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Berikut adalah daftar rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan pasien gangguan ginjal untuk anak:
RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
RSUD Soetomo Surabaya
RSUP Kariadi Semarang
RSUP Sardjito Yogyakarta
RSUP Prof Ngoerah Bali
RSUD Adam Malik Medan
RSUD Saiful Anwar Malang
RSUP Hasan Sadikin Bandung
RSAB Harapan Kita Jakarta
RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh
RSUP M Djamil Padang
RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar
RSUP M. Hoesin Palembang
RSUP Kandou Manado
Seluruh RS tersebut ditunjuk karena telah dilengkapi dengan fasilitas dialisis untuk anak-anak di bawah berat badan 30 kg. RS-RS tersebut juga dipastikan memiliki minimal fasilitas ruangan intensif seperti High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi ginjal?

Apa fungsi ginjal?
Ginjal memiliki fungsi untuk memisahkan zat sisa dan racun dari darah dan mengalirkannya melalui urin.
Apa saja jenis cacat lahir yang bisa menyebabkan gagal ginjal akut?

Apa saja jenis cacat lahir yang bisa menyebabkan gagal ginjal akut?
Agenesis ginjal, displasia ginjal, dan ginjal ektopik.
Mengapa penderita gagal ginjal akut harus membatasi asupan protein?

Mengapa penderita gagal ginjal akut harus membatasi asupan protein?
Asupan protein pada penderita gagal ginjal akut perlu dibatasi karena konsumsi protein yang tinggi dapat menambah beban kerja ginjal dan memicu penurunan fungsi ginjal.
