Gejala Hepatitis Akut, Penyebab, dan Langkah Penanganannya

Konten Media Partner
14 September 2022 11:28
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apa saja gejala hepatitis? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja gejala hepatitis? Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Hepatitis akut adalah kondisi di mana hati mengalami peradangan yang cukup kronis. Umumnya, gejala hepatitis akut ini ditandai dengan urine yang keruh hingga feses yang berwarna pucat. Kendati demikian, gejala-gejala tersebut muncul ketika hepatitis sudah cukup parah, sehingga jarang ada yang menyadari sejak awal kemunculannya.
ADVERTISEMENT
Hepatitis memerlukan perawatan medis yang cukup ketat, seperti terapi dan konsumsi obat-obatan. Selengkapnya, simak informasi berikut ini.

Gejala Hepatitis Akut

Hepatitis akut adalah peradangan pada hati yang terjadi selama kurang dari 6 bulan dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Penyakit ini bisa terjadi di seluruh dunia dan kebanyakan dialami oleh anak-anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun.
Menyadur laman World Health Organization, hepatitis akut dijadikan sebagai KLB (kejadian luar biasa) pada 15 April 2022. Hal tersebut karena adanya peningkatan kasus hepatitis akut di sekitar Inggris, Eropa, Asia, hingga Amerika.
Di Indonesia, dalam kurun waktu 2 minggu hingga 30 April 2022, terdapat tiga dugaan kasus pasien anak hepatitis akut meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Oleh karena itu, virus hepatitis ini perlu diwaspadai karena berpotensi mengancam jiwa para pengidapnya.
Kelelahan menjadi salah satu gejala hepatitis akut. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Kelelahan menjadi salah satu gejala hepatitis akut. Foto: Unsplash
Untuk bisa mewaspadai penyakit ini, masyarakat perlu mengetahui apa saja gejala-gejala dari hepatitis akut. Berikut beberapa gejala hepatitis akut, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today.
ADVERTISEMENT
  • Nafsu makan menurun
  • Rasa tidak nyaman pada perut (nyeri pada hati)
  • Kelelahan
  • Mual
  • Urine yang keruh dan penyakit kuning
  • Nyeri otot dan sendi
  • Penurunan berat badan yang tanpa sebab
  • Feses yang berwarna pucat
  • Demam
  • Ruam kemerahan yang tidak menetap selama periode inkubasi
Gejala-gejala tersebut jika tidak ditangani dengan cepat, bisa saja berpotensi menyebabkan komplikasi atau munculnya gejala lainnya yang lebih parah. Maka itu, segeralah memeriksa kondisi tersebut ke dokter.

Penyebab Hepatitis Akut

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa hepatitis akut disebabkan oleh infeksi virus. Menurut laman Kementerian dan Kesehatan RI, penyakit ini diduga berasal dari Adenovirus, SARS CoV-2, hingga virus ABV, yang menyerang saluran pencernaan dan pernafasan dari pasien yang terserang hepatitis akut.
Selain karena infeksi, penyebab hepatitis akut juga bisa terjadi karena kondisi yang ada di dalam tubuh, seperti mengidap penyakit tertentu atau kebiasaan mengonsumsi minuman yang tidak sehat. Supaya lebih jelas, berikut beberapa penyebab hepatitis akut.
ADVERTISEMENT

1. Infeksi

Infeksi sering kali menjadi awal mula atau penyebab dari berbagai penyakit, termasuk hepatitis. Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya.

2. Penyebab non infeksi

Menyadur Healthline, tidak hanya infeksi yang menjadi penyebab kemunculan hepatitis pada diri seseorang. Ada pula penyebab non infeksi juga memicu seseorang mengalami hepatitis akut ini. Berikut beberapa penyebab hepatitis akut non infeksi.
  • Penyakit autoimun. Penyakit ini terjadi ketika kondisi sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Akibatnya, sistem imun tubuh bisa saja berpotensi menyerang dan menghambat fungsi hati. Tidak hanya itu, kondisi ini juga menyebabkan terjadinya disfungsi saluran empedu, syok, dan lainnya.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol. Kondisi ini tanpa disadari dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan, sekaligus peradangan hati. Akibatnya, terjadilah disfungsi hati dan memicu munculnya hepatitis akut.
ADVERTISEMENT
Selain penyebab-penyebab tersebut, ada juga faktor risiko hepatitis akut yang perlu untuk diperhatikan. Menurut Very Well Health, berikut informasi lengkapnya.
  • Tidak divaksinasi terhadap virus hepatitis, khususnya HAV dan HBV 7
  • Mengidap gangguan autoimun, seperti autoimmune poliendokrinopati candidiasis ectodermal dystrophy (APECE)
  • Mengidap penyakit hati lainnya, seperti hepatitis autoimun, hemochromatosis, penyakit Wilson’s, atau alpha-1 antitrypsin deficiency

Cara Menangani Hepatitis Akut

Walaupun termasuk ke dalam penyakit kronis, hepatitis akut tetap bisa ditangani dengan langkah-langkah yang tepat, salah satunya adalah menjalani rawat inap di rumah sakit. Tujuannya agar pasien mendapatkan pengawasan dan penanganan yang tepat.
Usai mendapatkan perawatan yang cukup intensif, pengidap hepatitis akut disarankan untuk mulai mengatur waktu tidur agar memiliki kualitas yang baik. Jangan lupa agar mengonsumsi asupan cairan untuk tubuh agar tetap terhidrasi.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, ada beberapa resep obat-obatan yang sudah direkomendasikan untuk dikonsumsi para pengidap hepatitis akut. Mengutip laman Healthline, berikut informasinya.
  • Obat antivirus untuk hepatitis B dan C
  • Obat imunosupresan untuk hepatitis akut karena autoimun
  • Obat cholestyramine apabila mengalami gejala hepatitis akut berupa gatal
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Hepatitis akut disebabkan oleh apa?
chevron-down
Apa sih penyakit hepatitis akut?
chevron-down
Apa yang dirasakan penderita hepatitis?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020