Hernia pada Bayi: Jenis, Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Hernia adalah gangguan yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada bayi. Hernia pada bayi, baik ringan maupun parah harus segera diatasi karena bisa menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan mengancam jiwa.
Hernia atau yang dikenal dengan turun berok merupakan penyakit yang ditandai dengan organ atau jaringan dalam perut, seperti usus turun mendesak yang disebabkan oleh lemahnya otot.
Kondisi hernia pada bayi awalnya tidak menimbulkan gejala tertentu, sehingga orang tua tidak mengetahui kondisi hernia pada bayinya. Jika diketahui secara dini, hernia bisa segera diatasi sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Jenis Hernia pada Bayi
Hernia adalah penyakit yang terjadi ketika organ atau jaringan dalam perut mendorong melalui titik lemah di otot perut. Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan lembut atau tonjolan di bawah kulit.
Pada bayi dan anak-anak, ada dua jenis hernia yang sering terjadi. Kedua jenis hernia tersebut adalah:
Hernia inguinalis, yaitu jenis hernia yang muncul pada daerah selangkangan dan sekitarnya.
Hernia umbilikalis, yakni jenis hernia yang ada bagian pusar dan sekitar perut.
Penyebab Hernia pada Bayi
Dikutip dari Hernias: Overview oleh Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG), hernia sebagian besar disebabkan oleh lemahnya otot pada perut dan jaringan ikat pada bagian tersebut.
Pada bayi, lemahnya otot perut dan jaringan ikat bisa disebabkan oleh kondisi bawaan lahir. Sebagian besar hernia juga disebabkan oleh penyakit atau prosedur medis yang bisa melemahkan jaringan otot.
Hernia inguinalis dan umbilikalis terjadi dengan proses yang berbeda. Berikut penjelasannya:
Hernia inguinalis
Selama di dalam kandungan, bayi memiliki saluran yang disebut saluran inguinalis yang memungkinkan testis bergerak dari perut ke skrotum.
Biasanya, saluran inguinalis bayi tertutup sesaat sebelum atau sesudah kelahiran. Namun, dalam beberapa kasus, kanal tidak sepenuhnya menutup yang menyebabkan jaringan dan organ dalam perut turun
Hernia umbilikalis
Pada saat bayi dalam kandungan, terdapat lubang-lubang kecil di bagian perut. Normalnya, lubang-lubang ini akan tertutup setelah lahir. Akan tetapi, pada kasus tertentu, beberapa lubang tidak tertutup yang memungkinkan organ dan jaringan perut mendesak bagian otot perut
Hernia umumnya terjadi pada bayi yang memiliki kondisi sebagai berikut:
Lahir lebih awal dari perkiraan dokter atau prematur
Memiliki orang tua atau saudara kandung yang memiliki riwayat hernia saat masih bayi
Memiliki fibrosis kistik
Memiliki displasia pada pinggul, yaitu suatu kondisi yang muncul setelah bayi lahir
Bayi laki-laki yang memiliki testis yang tidak turun
Memiliki masalah dengan organ kemih atau reproduksi
Gejala Hernia pada Bayi
Hernia umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir karena otot-otot bayi belum kuat dalam menahan organ dan jaringan dalam perut. Namun, tidak menutup kemungkinan hernia terjadi beberapa bulan setelah kelahiran.
Ketika kelainan ini terjadi, bayi akan merasakan sejumlah gejala, seperti munculnya benjolan lunak pada bagian selangkangan atau skrotum untuk hernia inguinalis dan pembengkakan pada bagian pusar perut untuk hernia umbilikalis.
Dalam beberapa kasus, hernia tidak bisa didorong kembali ke perut. Kondisi ini akan memungkinkan organ dan jaringan seperti usus mungkin akan terjebak di bagian otot perut yang lemah. Ketika kondisi ini terjadi, bayi mungkin akan merasakan gejala, seperti:
Perut tampak bundar dan penuh
Sakit perut dan nyeri
Muntah
Rewel
Kemerahan atau perubahan warna di dekat hernia
Demam
Jika organ atau jaringan yang tersangkut tidak diobati, pasokan darah akan terblokir ke bagian usus. Kondisi ini adalah kondisi darurat medis yang perlu mendapatkan penanganan medis dengan cepat.
Penanganan Hernia pada Bayi
Penanganan hernia pada bayi umumnya tergantung pada gejala, jenis hernia, usia, serta kondisi bayi. Hal ini juga tergantung pada seberapa parah kondisinya. Mengutip dari laman Stanford Medicine: Children's Health, berikut cara penanganan hernia pada bayi berdasarkan jenisnya.
Hernia Inguinalis
Cara mengatasi hernia inguinalis adalah melalui prosedur medis. Dalam banyak kasus, operasi dilakukan segera setelah hernia diidentifikasi.
Operasi perlu segera dilakukan karena kondisi ini bisa menghambat suplai darah ke usus dapat terhambat dan menyebabkan kerusakan pada bagian usus.
Selama prosedur bedah dilakukan, bayi akan diberikan anestesi dan membuat sayatan kecil pada bagian hernia. Isi perut yang keluar kemudian akan didorong kembali ke perut.
Selain itu, prosedur ini juga akan menutup saluran inguinalis untuk mencegah munculnya hernia lain. Sayatan tersebut kembali ditutup.
Bayi yang menjalani operasi untuk hernia inguinalis seringkali dapat pulang pada hari yang sama.
Hernia Umbilikalis
Dalam banyak kasus, hernia umbilikalis bisa hilang dengan sendirinya pada saat seorang anak berusia 1 tahun. Pada sebagian kasus juga, hernia bisa hilang dengan sendirinya tanpa operasi saat anak berusia 5 tahun.
Operasi hernia umbilikalis umumnya akan disarankan oleh fasilitas pelayanan kesehatan apabila hernia memiliki kondisi sebagai berikut:
Semakin besar seiring bertambahnya usia
Tidak bisa didorong kembali ke perut
Masih ada setelah usia 5 tahun
Hernia pada bayi perlu segera ditangani, khususnya jenis hernia inguinalis. Jika timbul benjolan hernia pada bagian tubuh bayi, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu hernia?

Apa itu hernia?
Hernia adalah gangguan yang terjadi ketika organ atau jaringan dalam perut mendorong melalui titik lemah di otot perut.
Apa yang dimaksud dengan hernia inguinalis?

Apa yang dimaksud dengan hernia inguinalis?
Hernia inguinalis adalah jenis hernia yang muncul pada daerah selangkangan dan sekitarnya.
Apa gejala umum hernia?

Apa gejala umum hernia?
Gejala umum hernia adalah munculnya benjolan lunak pada bagian selangkangan atau pusar.
