Herpes Kelamin: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Konten Media Partner
7 Oktober 2022 16:35
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Herpes kelamin adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Herpes kelamin adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Foto: Pexels.com
ADVERTISEMENT
Herpes kelamin atau herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual yang menyebabkan munculnya luka nyeri pada area genital atau alat kelamin. Lukanya bisa berupa lepuhan yang berisi cairan.
ADVERTISEMENT
Herpes kelamin disebabkan oleh infeksi virus yang menular melalui kontak seksual. Beberapa orang menderita herpes kelamin tanpa merasakan gejalanya, sehingga kondisi ini kadang tidak disadari.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga perawatan penyakit herpes kelamin. Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Herpes Kelamin?

Herpes kelamin atau herpes genital merupakan penyakit menular seksual yang umumnya ditandai dengan munculnya luka pada alat kelamin yang disertai dengan rasa nyeri. Disebabkan oleh virus herpes simpleks, gangguan ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.
Setelah terinfeksi, penderita mungkin akan merasakan nyeri, gatal, dan luka kecil pada area kelamin. Lalu, timbul pula benjolan yang berisi cairan.
Setelah infeksi awal terjadi, herpes kelamin bisa tidak aktif dalam tubuh, sehingga gejalanya dapat kambuh selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT

Penyebab Herpes Kelamin

Dikutip dari jurnal Genital Herpes: Insights into Sexually Transmitted Infectious Disease oleh Dinesh Jaishankar da Deepak Shukla, herpes kelamin adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari dua jenis virus. Dua jenis virus yang bisa menyebabkan herpes kelamin adalah sebagai berikut:
  • Herpes simpleks 1 (HSV-1), yaitu jenis virus yang menyebabkan herpes oral, tetapi juga bisa mengakibatkan herpes kelamin pada beberapa kasus
  • Herpes simpleks 2 (HSV-2), yakni jenis virus yang menyebabkan herpes kelamin pada umumnya.
Kedua jenis virus biasanya ditemukan dalam cairan tubuh, seperti ludah, air mani, hingga sekresi vagina. HSV-1 yang merupakan penyebab herpes oral bisa menimbulkan luka dingin yang muncul di area bibir. Pada beberapa kasus, herpes oral bisa menyebar dan menyebabkan herpes kelamin.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, HSV-2 merupakan penyebab utama herpes pada area genital. Virus ini menular melalui kontak seksual, baik vaginal, oral, maupun anal.
Pada beberapa kondisi, seseorang bisa memiliki risiko terinfeksi yang tinggi apabila:
  • Melakukan hubungan seksual vaginal, anal, atau oral tanpa menggunakan pengaman
  • Sering menggonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual
  • Pernah memiliki riwayat infeksi menular seksual yang lain

Gejala Herpes Kelamin

Salah satu gejala yang dirasakan oleh penderita herpes kelamin adalah demam. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu gejala yang dirasakan oleh penderita herpes kelamin adalah demam. Foto: Pexels.com
Gejala infeksi virus herpes akan mulai berkembang setelah 2-12 hari setelah infeksi terjadi. Gejala herpes kelamin yang umum adalah munculnya luka yang melepuh pada bagian alat kelamin, skrotum, hingga bokong atau sekitar anus.
Mengutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention US, luka pada area genital juga akan disertai dengan beberapa gejala lainnya, yaitu:
ADVERTISEMENT
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada bagian tubuh
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri atau sensasi terbakar
  • Munculnya keputihan yang abnormal pada penderita wanita
  • Keluarnya cairan abnormal dari alat kelamin pria
Gejala lanjutannya bisa berupa gejala ringan, seperti nyeri pada bagian kelamin, pergelangan kaki, pinggul, atau bokong.

Cara Merawat Herpes Kelamin

Mengutip dari jurnal Genital Herpes: Diagnosis, Treatment and Prevention oleh A. Sauerbrei, dkk, tidak ada obat khusus untuk mengatasi herpes kelamin. Perawatan yang diberikan adalah pemberian obat antivirus yang dilakukan untuk mengurangi durasi serta tingkat keparahan dari gejalanya.
Pemberian obat antivirus juga bisa menurunkan risiko penularan pada orang lain. Ada tiga obat antivirus yang biasa digunakan untuk mengobati gejala herpes kelamin, yaitu asiklovir, famciclovir, dan valacyclovir.
Herpes kelamin biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi obat antivirus untuk menangani gejalanya. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Herpes kelamin biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi obat antivirus untuk menangani gejalanya. Foto: Pexels.com
Setiap obat memiliki dosis dan aturan pakai yang sesuai dengan jenis perawatan. Ada tiga jenis perawatan yang dilakukan dalam menangani perawatan herpes kelamin, yakni:
ADVERTISEMENT
  • Perawatan awal yang diberikan pada penderita yang memiliki gejala awal herpes kelamin. Dokter biasanya akan memberikan obat antivirus yang perlu dikonsumsi selama 7-10 hari untuk meredakan gejala serta mencegah gejala semakin parah.
  • Perawatan intermiten untuk mencegah datangnya gejala lanjutan. Pada perawatan ini, obat antivirus dianjurkan untuk dikonsumsi selama 2-5 hari setelah munculnya luka dan merasakan gejala lanjutannya datang
  • Perawatan untuk menekan kekambuhan. Perawatan ini diberikan pada orang yang selalu merasakan gejalanya. Pada kasus ini, penderita herpes kelamin mungkin akan dianjurkan untuk meminum obat antivirus setiap hari.
Selain itu, penderita juga perlu melakukan beberapa perawatan di rumah, seperti menggunakan pembersih dengan bahan yang ringan saat mandi, biasakan mandi air hangat. Menjaga bagian kelamin agar tetap bersih dan kering.
ADVERTISEMENT

Cara Mencegah Herpes Kelamin

Herpes kelamin adalah gangguan yang bisa bertahan dalam waktu yang lama. Meskipun gejala yang ditimbulkan tidak parah, penyakit ini tetap perlu dicegah karena bisa mengganggu dan menyebabkan kondisi yang lebih parah pada sebagian kasus.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah herpes kelamin, di antaranya:
  • Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks
  • Setia kepada satu pasangan saja saat berhubungan seksual
  • Mencari tahu riwayat penyakit menular seksual yang mungkin dimiliki oleh pasangan seks
  • Jangan berhubungan seksual dengan seseorang yang memiliki luka di alat kelaminnya
  • Jangan menerima seks oral dari seseorang yang memiliki luka dingin di bibir
  • Hindari kebiasaan douching karena bisa douching bisa menghilangkan bakteri baik pada vagina yang melindungi tubuh dari infeksi
  • Jangan menyalahgunakan alkohol serta narkoba.
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Apa virus penyebab herpes oral?
chevron-down
Kapan gejala herpes kelamin muncul?
chevron-down
Apa jenis obat antivirus untuk penderita herpes kelamin?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020