Kumparan Logo
Konten Media Partner

Isolasi Mandiri Berapa Hari? Berikut Jawaban dan Cara Melakukannya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Isolasi mandiri adalah cara yang dilakukan untuk untuk mencegah penyebaran. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Isolasi mandiri adalah cara yang dilakukan untuk untuk mencegah penyebaran. Foto: Pexels.com

Daftar isi

Isolasi mandiri adalah salah satu langkah yang perlu diterapkan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Isolasi mandiri berapa hari tergantung pada kondisi dan gejala yang dialami oleh seseorang.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, dalam situasi pandemi dan jumlah pasien Covid-19 yang terus meningkat, rumah sakit sulit untuk menampung seluruh pasien yang dinyatakan positif, baik dengan gejala maupun tanpa gejala.

Pasien positif Covid-19 dengan gejala biasanya membutuhkan perawatan medis yang dibantu oleh tenaga medis yang ada di rumah sakit, sedangkan pasien positif Covid-19 tanpa gejala disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Isolasi mandiri merupakan jenis isolasi dilakukan di tempat sendiri, seperti rumah, kost, apartemen atau villa. Isolasi mandiri pada pasien Covid-19 diterapkan untuk mencegah penularan infeksi Covid-19 pada orang lain.

Gejala Umum Covid-19

Sebelum mengetahui bagaimana cara melakukan isolasi mandiri, ketahui gejala umum Covid-19 untuk menerapkan cara yang tepat untuk menangani gejala Covid-19 di rumah.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, berikut adalah gejala umum dari Covid-19:

  • Mudah lelah dan tubuh terasa lemah

  • Nyeri otot

  • Demam yang lebih dari 37,8 derajat celsius

  • Batuk kering

  • Sesak napas

Gejala lain perlu dilaporkan ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis yang tepat, yaitu hidung tersumbat, sakit tenggorokan, kehilangan fungsi indra pengecap dan penciuman, masalah pada pencernaan, seperti diare atau mual.

Jika pasien mengalami sesak napas yang mempengaruhi cara berbicara dan berjalan, nyeri dada yang berkelanjutan, bibir menjadi membiru, dan tidak responsif, terlebih setelah melakukan kontak dengan seseorang yang positif Covid-19.

Segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk melakukan tes Covid-19 dan mendapatkan penanganan medis yang tepat. Isolasi mandiri juga diperuntukkan bagi orang dengan ciri-ciri berikut:

  • Memiliki hasil tes antigen positif dan memiliki tiga gejala Covid-19 yang ringan.

  • Melakukan tes antigen atau swab, tetapi pernah melakukan erat dengan orang yang positif Covid-19.

  • Hasil tes antigen positif Covid-19 sesuai dengan kontak erat dengan pasien Covid-19, seperti, kontak fisik, merawat pasien COvid-19 atau kontak orang dengan gejala Covid-19 yang tidak menaati protokol kesehatan.

  • Hasil tes antigen positif Covid-19 dan melakukan kontak dengan dua orang bergejala Covid-19.

Isolasi Mandiri Berapa Hari?

Isolasi mandiri berapa hari? Isoman biasanya dilaksanakan selama 10-14 hari. Foto: Pexels.com

Lama isolasi mandiri biasanya berbeda-beda pada setiap orang, hal ini tergantung pada hasil pemeriksaan oleh tenaga medis dan perkembangan gejala yang dirasakan oleh pasien.

Mengutip dari laman situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, aturan isolasi mandiri pada pasien Covid-19 dilakukan selama 10 hari sejak munculnya gejala dan ditambah 3 hari jika pasien sudah bebas gejala demam dan gangguan pada saluran pernapasan.

Jika gejala bertahan lebih dari 10 hari, isolasi perlu dilanjutkan hingga gejala hilang kemudian ditambahkan dengan 3 hari bebas gejala.

Cara Isolasi Mandiri di Rumah

Salah satu cara isolasi mandiri di rumah adalah tetap terjaga. Foto: Pexels.com

Ada beberapa pilihan penanganan Covid-19 difokuskan untuk mengatasi infeksi virus dan merawat gejala yang ditimbulkan oleh Covid-19. Mengutip dari jurnal Factors Associated with Adherence to Self-Isolation and Lockdown Measures in the UK oleh LE. Smith, dkk, berikut adalah perawatan yang dapat dilakukan selama isolasi mandiri di rumah.

1. Istirahat yang Cukup

Langkah yang pertama yang perlu dilakukan pada pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah adalah beristirahat dengan cukup. Istirahat dengan cukup diperlukan untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh, sehingga mampu melawan infeksi yang terjadi pada penderita Covid-19.

Istirahat yang cukup juga dilakukan untuk membantu proses penyembuhan gejala yang ditimbulkan, seperti demam, pusing, gangguan pernapasan, dan lain-lain.

2. Mencukupi Kebutuhan Cairan dan Asupan Gizi

Langkah selanjutnya adalah memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi tubuh tercukupi. Dikutip dari jurnal Water and Beverages Intake Among Workers Amid the COVID-19 Pandemic in Indonesia oleh Diana Sunardi, dkk, berikut adalah kebutuhan cairan harian pada pasien Covid-19:

  • Pasien Covid-19 pada umumnya: 1882 ml per hari

  • Pasien Covid-19 yang merupakan pekerja umum: 1,759 ml per hari

  • Pasien Covid-19 yang merupakan tenaga medis: 1,939 ml per hari

Di samping itu, cukupilah kebutuhan nutrisi harian yang dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti karbohidrat yang baik, sayuran-sayuran hijau, buah-buahan, dan sumber protein yang tinggi

3. Menangani Gejala Covid-19

Pada pasien yang melakukan isolasi mandiri, penting untuk menangani gejala Covid-19, seperti demam. Contohnya adalah dengan mengkonsumsi asetaminofen atau parasetamol yang dapat menurunkan demam.

Gunakan pelembab udara juga dapat membantu sebagai penderita Covid-19 apabila pasien mengalami gangguan pada saluran pernapasan, seperti hidung tersumbat.

4. Pemberian Obat Tertentu

Pemberian obat dan suplemen tertentu terbukti dapat meredakan gejala Covid-19. Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut adalah paket obat dan suplemen yang dapat dikonsumsi oleh peserta isolasi mandiri:

  • Paket A untuk peserta isolasi mandiri tanpa gejala: multivitamin C, B, E, Zinc dengan dosis 1x1 sejumlah 10 yang digunakan selama 10 hari.

  • Paket B untuk peserta isolasi mandiri dengan gejala ringan: multivitamin C, B, E, Zinc dengan dosis 1x1 sejumlah 10, paracetamol tab 500 mg sejumlah 10 (dosis hanya jika diperlukan), dan favipiravir 200mg sejumlah 40 kaplet

5. Taati Peraturan Isolasi Mandiri

Langkah yang kelima adalah menaati peraturan yang perlu dilakukan selama isolasi mandiri, seperti:

  • Tetap berada di rumah selama masa isolasi mandiri

  • Menjaga diri dari anggota rumah tangga yang lain. Gunakan kamar terpisah yang jauh dari orang lain dan hewan peliharaan, dan gunakan kamar mandi terpisah jika memungkinkan.

  • Kenakan masker jika perlu berinteraksi dengan seseorang di rumah, atau jika benar-benar harus keluar untuk mengunjungi dokter

  • Pantau gejala, tetapi jangan pergi ke rumah sakit kecuali gejala menjadi parah, atau kecuali dokter memerintahkan pasien untuk melakukannya.

  • Jangan berbagi barang-barang pribadi dengan orang lain, seperti seperti peralatan, cangkir, handuk, atau tempat tidur.

  • Tutupi batuk dan bersin dan biasakan untuk mencuci tangan.

  • Hindari kebiasaan menyentuh mata, mulut, hidung, dan wajah

Sebagian besar orang bisa mengatasi gejala Covid-19 dalam waktu 5-10 hari dengan isolasi mandiri. Jika telah dinyatakan sembuh, cobalah untuk bertahan 3-5 hari untuk melakukan isolasi mandiri, sehingga dapat efektif mencegah penyebaran Covid-19.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu isolasi mandiri?
chevron-down

Isolasi mandiri merupakan jenis isolasi dilakukan di tempat sendiri, seperti rumah, kost, apartemen atau villa.

Apa saja gejala umum Covid-19?
chevron-down

Gejala umum covid-19 adalah mudah lelah dan tubuh terasa lemah, nyeri otot, demam yang lebih dari 37,8 derajat celcius, batuk kering, sesak nafas.

Apa jenis obat demam yang baik untuk penderita Covid-19?
chevron-down

Jenis obat demam yang baik untuk penderita Covid-19 adalah parasetamol.