Jenis Cairan Infus, Tujuan Penggunaan, dan Efek Sampingnya
ยทwaktu baca 5 menit

Infus adalah salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memasukkan cairan atau obat ke dalam vena menggunakan infus set. Jenis cairan infus yang diberikan tergantung pada kondisi yang dialami oleh pasien.
Infus atau terapi intravena (terapi IV) dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, khususnya pada orang yang mengalami kondisi kritis atau kehilangan banyak cairan. Tidak hanya cairan infus, dokter juga mungkin akan memasukkan obat melalui infus.
Cairan infus atau intravenous fluid (IV fluids) pada umumnya tersimpan dalam sebuah kantong atau botol yang steril. Cairan ini kemudian akan dialirkan ke dalam pembuluh darah vena melalui selang.
Lantas, apa saja jenis cairan yang diberikan melalui infus? Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai jenis-jenis cairan infus. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Jenis Cairan Infus
Ada berbagai macam cairan infus yang diberikan ke dalam pembuluh darah untuk mengobati kondisi pasien. Mengutip dari jurnal New Trends in the Utilization of Intravenous Fluids oleh Mohammad Tinawi, berikut jenis-jenis cairan infus.
1. Cairan Kristaloid
Cairan kristaloid adalah kelompok cairan infus yang paling umum dan sering digunakan. Cairan ini mengandung molekul-molekul yang mudah larut dari aliran darah ke dalam sel dan jaringan.
Cairan kristaloid pada umumnya dimanfaatkan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit dan pH, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan lain-lain. Cairan kristaloid terdiri dari beberapa jenis, yakni:
Cairan saline atau sodium chloride (NaCl) adalah jenis cairan yang digunakan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit dengan cara mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit dan menghidrasi tubuh. Cairan ini juga mengatur fungsi dan kerja otot jantung, meningkatkan kerja dari sistem saraf, serta mendukung metabolisme dalam tubuh.
Cairan dekstrosa (dextrose) adalah jenis cairan yang biasanya digunakan untuk mengobati kekurangan kadar gula darah (hipoglikemia), kadar hormon insulin terlalu banyak dalam darah (insulin shock), dan menjaga hidrasi tubuh. Cairan ini juga banyak dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi pada pasien yang tidak mampu untuk makan akibat kondisi kesehatan yang dimiliki.
Cairan ringer laktat adalah jenis cairan infus yang terdiri dari air, natrium klorida (garam), natrium laktat, kalium klorida, dan kalsium klorida. Cairan ini banyak digunakan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, khususnya pada penderita anemia dan tekanan darah rendah akibat luka, cedera, atau operasi. Selain itu, cairan ini banyak dimanfaatkan sebagai cairan pemeliharaan kondisi tubuh saat menjalani rawat inap.
Plasma-Lyte A adalah jenis larutan elektrolit yang memiliki manfaat yang sama dengan cairan saline. Namun, kandungan klorida di dalamnya jauh lebih rendah. Cairan ini juga mengandung kalium dan magnesium yang bisa diberikan pada pasien yang kekurangan kalium dan magnesium.
2. Cairan Koloid
Cairan koloid adalah salah satu jenis cairan infus yang juga digunakan dalam perawatan pasien. Berbeda dengan cairan kristaloid, cairan koloid cenderung memiliki molekul yang lebih berat, sehingga cairan ini tidak mudah melewati sel dan banyak berakhir di dalam pembuluh darah saja.
Cairan koloid banyak diberikan pada pasien yang memiliki kondisi yang kritis atau menerima operasi. Cairan ini juga terdiri dari beberapa jenis, yakni:
Albumin, yakni cairan yang diberikan pada pasien yang mempunyai kadar albumin yang rendah. Pada umumnya, cairan ini diberikan pada penderita yang memiliki luka bakar yang berat, penderita sepsis, atau pasien yang menerima transplantasi hati
Gelatin merupakan cairan koloid yang mengandung protein hewani. Cairan gelatin banyak dimanfaatkan untuk menangani kondisi kekurangan sel darah merah (anemia) berat akibat kehilangan darah
Dekstran adalah jenis cairan koloid yang banyak digunakan untuk mengganti darah yang hilang serta meningkatkan volume darah. Dekstran juga digunakan untuk menghindari terjadinya tromboemboli pascaoperasi.
Efek Samping Cairan Infus
Terapi intravena adalah prosedur umum, sederhana, dan tergolong aman dilakukan dalam dunia medis. Terapi ini juga dinilai lebih cepat dibandingkan jenis terapi lainnya.
Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa cairan infus akan menimbulkan efek samping. Berikut beberapa efek samping cairan infus yang mungkin akan terjadi:
Peradangan, khususnya pada pembuluh darah (flebitis) yang disebabkan oleh infeksi atau cedera dari jarum atau cairan yang digunakan. Peradangan pembuluh darah yang sering terjadi bisa menyebabkan munculnya jaringan parut yang menumpuk di sepanjang vena.
Infeksi bisa terjadi jika kulit pasien memiliki bakteri atau jamur. Mikroba yang banyak menyebabkan infeksi pada penerima terapi intravena adalah Staphylococcus dan Candida albicans yang tumbuh dan berkembang di kulit dan berpotensimasuk melalui selang infus. Mikroba juga bisa bisa masuk ke dalam peralatan infus yang terkontaminasi. Hal ini menyebabkan pembengkakan, ruam kulit, demam, dan meningkatkan risiko sepsis yang mengancam jiwa.
Iritasi obat bisa terjadi karena terapi intravena dilakukan dengan pemberian injeksi atau suntikan langsung. Kondisi ini bisa memicu iritasi dan peradangan pada jaringan sekitarnya. Iritasi disebabkan oleh pH obat atau bahan iritasi yang dimiliki obat tidak bisa ditolerir oleh tubuh. Iritasi akan menyebabkan pembengkakan, perubahan warna kulit, dan rasa nyeri di bagian suntikan
Ekstravasasi obat adalah istilah medis ketika obat yang disuntikkan merambat keluar dari pembuluh darah dan meresap ke jaringan di sekitarnya. Ini dapat menyebabkan gejala berupa nyeri, kerusakan jaringan, hingga munculnya jaringan parut.
Infus adalah cara cepat dan terkontrol yang dilakukan dengan memasukkan cairan dan obat yang dibutuhkan oleh tubuh ke aliran darah. Jenis cairan infus yang diberikan harus sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Suntikan infus mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping dan risiko komplikasi. Jika memungkinkan, cobalah untuk mendiskusikan efek samping dan risiko komplikasi dari terapi intravena sebelum menerimanya.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu terapi intravena?

Apa itu terapi intravena?
Terapi intravena adalah jenis terapi yang dilakukan dengan memasukkan cairan atau obat melalui pembuluh darah menggunakan infus set.
Apa manfaat cairan saline?

Apa manfaat cairan saline?
Cairan saline adalah jenis cairan yang digunakan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit.
Apa saja kandungan dalam Ringer laktat?

Apa saja kandungan dalam Ringer laktat?
Ringer laktat terdiri dari air, natrium klorida (garam), natrium laktat, kalium klorida, dan kalsium klorida.
