Kenali Apa Itu Gonore, Penyebab, hingga Pencegahannya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa gonore merupakan salah satu penyakit yang kasusnya terus saja meningkat setiap tahunnya. Lantas, apa itu gonore?
Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menular melalui aktivitas seksual.
Artikel ini akan membahas mengenai penyakit gonore, mulai dari gejala, penyebab, hingga penanganannya. Simak penjelasannya di bawah ini.
Gejala Penyakit Gonore
Gejala penyakit gonore biasanya akan muncul dalam kurun waktu 2-30 hari setelah terjadinya infeksi. Gejala yang muncul bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Menurut Charles Springer dan Philip Salen dalam jurnal Gonorrhea, gejala gonore berbeda pada pria maupun wanita. Berikut adalah gejala penyakit gonore pada pria maupun wanita.
Gejala Penyakit Gonore pada Pria
Gejala pertama yang mungkin dirasakan oleh pria adalah munculnya sensasi terbakar dan nyeri saat buang air kecil. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang muncul, yaitu:
Meningkatnya frekuensi buang air kecil
Keluarnya cairan, seperti nanah atau cairan putih yang keluar dari alat kelamin pria
Warna kelamin berubah
Terjadi pembengkakan pada daerah kelamin
Pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian testis
Pendarahan dari bagian kelamin
Rasa sakit dan nyeri saat buang air besar
Gejala Penyakit Gonore pada Wanita
Dibandingkan pria, gonore lebih jarang terjadi pada wanita. Gejala yang dialami bisa beberapa hari setelah terjadinya infeksi.
Gejala gonore pada wanita biasanya sangatlah ringan. Gejalanya juga sangat mirip dengan gejala infeksi jamur pada vagina. Secara umum, berikut adalah gejala gonore yang terjadi pada wanita:
Keputihan berwarna kecoklatan atau kehijauan
Rasa nyeri saat buang air kecil
Meningkatnya frekuensi buang air kecil
Keluarnya bercak darah selama beberapa hari di luar masa menstruasi
Rasa sakit saat berhubungan seksual
Rasa nyeri yang menusuk pada perut bagian bawah
Timbulnya rasa gatal-gatal dan nyeri pada bagian anus
Rasa nyeri saat buang air besar
Penyebab Penyakit Gonore
Dikutip dari jurnal Gonorrhea oleh Jolanta Piszczek, dkk, penyebab penyakit gonore adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebar melalui aktivitas seksual. Gonore dapat menular melalui kontak seksual, seperti hubungan seks vaginal, anal, maupun oral.
Sama halnya dengan bakteri lainnya, bakteri penyebab gonore dapat menular dengan menyentuh daerah yang terinfeksi ataupun terkena cairan yang terkontaminasi dengan bakteri tersebut.
Infeksi bakteri penyebab gonore biasanya terjadi pada bagian tubuh yang hangat dan lembab, seperti uretra, alat kelamin, tenggorokan, mata, anus, dan saluran reproduksi wanita.
Wanita yang menderita penyakit gonore dapat menularkannya kepada janin selama kehamilan. Bakteri penyebab gonore sendiri tidak bisa bertahan lama di luar tubuh sehingga penularan gonore tidak bisa terjadi melalui kontak dengan benda-benda yang digunakan oleh penderita gonore.
Gonore banyak ditemukan pada orang yang memiliki kondisi tertentu. Faktor risiko terkena gonore akan meningkat apabila seseorang:
Berhubungan seks dengan orang baru
Berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi bakteri penyebab gonore
Sering gonta-ganti pasangan seks
Pernah menderita penyakit gonore sebelumnya
Memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya.
Diagnosis Penyakit Gonore
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit gonore, ada sejumlah tes yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit gonore, di antaranya:
Tes urine untuk mendeteksi adanya bakteri penyebab gonore
Uji sampel cairan dengan cara melakukan swab pada bagian tertentu
Uji darah untuk mendeteksi gonore. Namun, tes ini jarang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit gonore.
Cara Mengobati Penyakit Gonore
Sebagian besar kasus gonore dapat disembuhkan. Gonore tidak bisa diobati menggunakan obat yang dijual bebas ataupun pengobatan rumahan.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention US, pengobatan yang efektif untuk mengatasi gonore adalah suntikan intramuskular sebanyak satu kali dari obat antibiotik ceftriaxone. Apabila pemberian suntikan antibiotik tidak membantu, penderita penyakit gonore bisa saja diresepkan obat oral, yaitu doksisiklin dengan dosis dua kali sehari.
Hindari hubungan seksual selama pengobatan dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi lainnya. Antibiotik yang telah diresepkan perlu dihabiskan untuk menghilangkan bakteri penyebab gonore dalam tubuh.
Jika tidak segera diobati, gonore bisa menyebabkan komplikasi yang parah, seperti penyakit radang panggul kronis, kehamilan ektopik, infertilitas, dan beberapa gangguan kesehatan lainnya.
Gonore yang dialami oleh ibu hamil dapat meningkatkan risiko lahir mati pada bayi. Jika infeksi berhasil menular ke bayi, bayi akan mengalami infeksi sendi, gangguan penglihatan, dan infeksi darah yang dapat mengancam jiwa.
Cara Mencegah Penyakit Gonore
Gonore dapat dicegah menggunakan beberapa cara. Berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah gonore:
Hindari kebiasaan seks bebas untuk mencegah terjadinya risiko penularan bakteri penyebab gonore.
Gunakan alat pelindung saat melakukan seks, seperti kondom baik untuk hubungan seks.
Melakukan hubungan seks dengan pasangan yang terbebas dari penyakit menular seksual.
Setia pada satu pasangan untuk hubungan seksual. Hindari kebiasaan gonta-ganti pasangan seks untuk menghindari terjadinya penularan bakteri penyebab gonore.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Berapa lama gejala gonore akan muncul?

Berapa lama gejala gonore akan muncul?
Gejala penyakit gonore biasanya akan muncul dalam kurun waktu 2-30 hari setelah terjadinya infeksi.
Apa itu Neisseria gonorrhoeae?

Apa itu Neisseria gonorrhoeae?
Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri yang menyebabkan penyakit gonore.
Bagaimana penularan bakteri penyebab gonore?

Bagaimana penularan bakteri penyebab gonore?
Bakteri penyebab gonore dapat menular melalui kontak seksual, seperti hubungan seks vaginal, anal, maupun oral.
