Kenali Jenis Obat Batuk yang Mengandung Etilen Glikol dan Bahayanya
ยทwaktu baca 4 menit

Obat batuk yang mengandung etilen glikol adalah jenis obat yang dikaitkan dengan meningkatnya kasus gagal ginjal akut pada anak di berbagai macam negara, termasuk Indonesia.
Etilen glikol sendiri merupakan senyawa yang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatans erat poliester dan untuk formulasi antibeku. Etilen glikol memiliki rasa yang manis, tetapi bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar.
Beberapa jenis obat sirup mengandung etilen glikol yang menimbulkan efek samping yang membahayakan pada anaknya, termasuk obat sirup untuk mengobati batuk. Lantas, apa saja obat batuk yang mengandung etilen glikol? Berikut jawabannya.
Apa Itu Etilen Glikol?
Mengutip dari laman National Center of Biotechnology Information US, etilen glikol adalah senyawa turunan alkohol yang banyak dimanfaatkan sebagai antibeku di bidang otomotif.
Tak hanya itu, senyawa etilen glikol juga digunakan dalam produksi tinta, stempel, pulpen, pelarut, cat, plastik, hingga kosmetik.
Etilen glikol merupakan cairan bening atau tidak berwarna dengan tekstur kental seperti sirup. Etilen glikol memiliki rasa yang manis yang bisa menjadi senyawa beracun dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.
Obat Batuk yang Mengandung Etilen Glikol
Senyawa etilen glikol baru-baru ini banyak ditemukan dalam berbagai jenis obat sirup, termasuk obat sirup untuk mengobati batuk. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, ada dua jenis obat batuk yang mengandung etilen glikol.
1. Flurin DMP Sirup
Flurin DMP sirup adalah jenis obat batuk yang masuk dalam daftar obat batuk yang mengandung etilen glikol. Obat ini mengandung parasetamol, klorfeniramin, dan pseudoefedrin HCl.
Flurin DMP banyak dimanfaatkan untuk mengobati flu dan batuk serta gejala yang menyertainya, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin.
Obat ini bisa dikonsumsi oleh anak-anak di atas 2 tahun serta orang dewasa dengan aturan pakai dan dosis yang berbeda. Efek samping dari obat ini adalah:
Mengantuk
Gangguan pencernaan
Gangguan psikomotor
Takikardia, yakni kondisi ketika detak jantung bekerja di atas normal saat beristirahat
Retensi urin
Aritmia
Mulut kering
Kerusakan fungsi hati (jika digunakan dalam dosis besar dan jangka panjang)
2. UNIBEBI Cough Syrup
UNIBEBI Cough Syrup adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, serta batuk berdahak.
Obat ini mengandung parasetamol untuk menurunkan demam, chlorpheniramine maleate (CTM) untuk mengobati alergi (rhinitis dan urtikaria), dan guaifenesin untuk mengobati batuk.
Obat batuk ini dirancang khusus untuk anak-anak. Adapun dosis dan aturan pakai obat ini adalah sebagai berikut:
< 1 tahun : 3 x sehari 2.5ml, setelah makan
1-4 tahun : 3 x sehari 5ml, setelah makan
8-12 tahun : 3 x sehari 10ml, setelah makan
Penggunaan obat ini perlu diperhatikan pada penderita gangguan fungsi hati serta penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi
Etilen Glikol Apakah Berbahaya?
Menghirup uap dari etilen glikol tidak membahayakan, tetapi kesehatan tubuh akan terancam bila etilen glikol dikonsumsi. Etilen glikol termasuk jenis senyawa yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan karena bisa menyebabkan seseorang pingsan, gagal ginjal yang fatal, koma, bahkan kematian.
Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention, berikut dampak konsumsi etilen glikol secara berlebihan:
Efek ringan tahap 1: pada tahap ini, mengonsumsi etilen glikol bisa menyebabkan kurangnya tingkat kesadaran, pusing, sakit kepala, kesulitan dalam berbicara, kantuk, tidak mampu mengkoordinasikan gerakan tubuh, gelisah, mata bergerak dengan sendirinya, hingga mual dan muntah.
Efek ringan tahap 2: mengonsumsi etilen glikol mengakibatkan detak jantung tidak normal atau tidak teratur, meningkatkan tekanan darah, dan terjadi penumpukan racun dalam aliran darah, hingga hiperventilasi
Efek ringan tahap 3: pada tahapan ini, konsumsi etilen glikol dapat menimbulkan efek yang tidak biasa, seperti keracunan, depresi sistem saraf pusat, gangguan pernapasan dan lain-lain
Efek parah tahap 1: pada tahapan ini, etilen glikol bisa menimbulkan efek yang parah, yakni penurunan respons dan refleks tubuh, kejang-kejang, pingsan atau kehilangan kesadaran, dan koma
Efek parah tahap 2: pada tahapan ini, konsumsi etilen glikol akan menyebabkan terjadinya asidosis metabolik atau gangguan keseimbangan zat kimia dalam darah, gangguan pernapasan, kerusakan organ jantung, penumpukan cairan dalam paru-paru, kerusakan paru-paru, kegagalan organ multisistem, dan kematian.
Efek parah tahap 3: mengonsumsi etilen glikol dapat menyebabkan berkurangnya ekskresi urine hingga tubuh sulit memproduksi dan mengeluarkan urine, gagal ginjal akut, asidosis metabolik, hingga kematian
Itulah efek samping mengonsumsi etilen glikol secara berlebihan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa etilen glikol sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Oleh karena itu, setiap orang perlu menghindari konsumsi obat batuk yang mengandung etilen glikol atau jenis obat dengan etilen glikol lainnya karena dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan, termasuk gagal ginjal akut.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi etilen glikol?

Apa fungsi etilen glikol?
Etilen glikol banyak dimanfaatkan dalam sebagai antibeku di bidang otomotif, produksi tinta, stempel, pulpen, pelarut, cat, plastik, hingga kosmetik.
Apa itu UNIBEBI Cough Syrup?

Apa itu UNIBEBI Cough Syrup?
UNIBEBI Cough Syrup adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, serta batuk berdahak.
Apa bahaya konsumsi etilen glikol berlebihan?

Apa bahaya konsumsi etilen glikol berlebihan?
Konsumsi etilen glikol bisa menyebabkan seseorang pingsan, gagal ginjal yang fatal, koma, bahkan kematian.
