Kumparan Logo
Konten Media Partner

Keputihan Saat Hamil, Apakah Normal? Ini Penjelasannya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keputihan saat hamil perlu diperhatikan dengan baik oleh ibu hamil untuk mengidentifikasi adanya gangguan kesehatan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Keputihan saat hamil perlu diperhatikan dengan baik oleh ibu hamil untuk mengidentifikasi adanya gangguan kesehatan. Foto: Pexels.com

Daftar isi

Keputihan adalah kondisi yang biasanya terjadi pada siklus menstruasi dan kehamilan. Keputihan saat hamil umumnya akan meningkat dan dapat bervariasi dari sisi tekstur, frekuensi, hingga ketebalannya.

Keputihan saat hamil adalah salah satu gejala yang dialami oleh ibu hamil. Saat hamil, keputihan akan mengalami peningkatan dan akan terus berlanjut selama kehamilan.

Selain peningkatan frekuensi dan jumlahnya, keputihan saat hamil juga bisa mengalami perubahan pada warnanya. Beberapa perubahan warna tergolong normal, sedangkan yang lain mungkin mengindikasikan adanya infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.

Penyebab Keputihan Saat Hamil

Pada trimester pertama, ibu hamil mungkin akan mengeluarkan lebih banyak dari biasanya. Menurut Fosca TMMV, dkk dalam Pathological Vaginal Discharge Among Pregnant Women, keputihan bahkan mulai muncul 2 minggu setelah pembuahan berhasil.

Selama kehamilan, serviks atau leher rahim serta vagina menjadi lebih lunak. Keputihan akan meningkat untuk mencegah infeksi yang berpindah dari vagina ke dalam rahim.

Di samping itu, keputihan saat hamil yang meningkat juga disebabkan oleh adanya perubahan hormon progesteron yang membuat tubuh mengeluarkan keputihan lebih banyak dari biasanya.

Jenis Keputihan Saat Hamil

Ada berbagai macam keputihan yang bisa keluar saat hamil. Berdasarkan jenis warnanya, berikut adalah jenis-jenis keputihan berdasarkan warna dan teksturnya, yang keluar selama kehamilan.

1. Keputihan Bening

Keputihan bening atau leukorea adalah keputihan yang normal dan sehat, apalagi jika tidak disertai dengan bau yang menyengat. Namun, keputihan bening juga bisa menjadi masalah apabila kuantitas dan konsistensinya sangat tinggi.

2. Keputihan Putih Kental

Keputihan yang berwarna putih seperti susu dan bertekstur kental umumnya menandakan terjadinya infeksi jamur. Infeksi jamur umum terjadi pada wanita karena adanya ketidakseimbangan jumlah jamur pada vagina.

Saat hormon mengalami perubahan, tingkat pH vagina akan naik-turun. Ketika itu terjadi, vagina akan semakin rentan terhadap infeksi jamur. Sebagian besar infeksi jamur selama kehamilan cenderung datang selama trimester kedua dengan gejala:

  • Keluarnya cairan putih tebal menyerupai keju cottage

  • Keputihan berbau seperti ragi yang kuat menyerupai bir atau roti

  • Nyeri atau terbakar di dalam dan di sekitar vagina

  • Gatal di sekitar vagina

3. Keputihan Abu-Abu

Keputihan berwarna abu-abu, terutama jika memiliki bau amis mengindikasikan adanya vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh adanya gangguan pada keseimbangan jumlah bakteri alami pada vagina.

Meskipun hal ini biasa terjadi pada wanita, vaginosis bakterialis perlu diatasi dengan segera selama kehamilan karena kondisi ini bisa meningkatkan risiko persalinan prematur dan masalah lainnya.

4. Keputihan Merah Muda atau Coklat

Keputihan yang berwarna merah mudah merupakan keputihan normal yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pendarahan implantasi, dan lain-lain. Foto: Pexels.com

Dalam beberapa kasus, ibu hamil mungkin akan mengeluarkan keputihan berwarna coklat atau merah muda. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Pendarahan implantasi yang terjadi sangat awal dalam kehamilan. Pendarahan implantasi terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim (endometrium).

  • Hubungan seksual atau pemeriksaan vagina. Faktor ini bisa menyebabkan keputihan berwarna coklat atau merah muda karena serviks dan vagina mudah teriritasi selama kehamilan karena peningkatan aliran darah di bagian tersebut tersebut.

  • Pendarahan ringan yang terjadi akibat sumbatan lendir pada dinding serviks perlahan rusak yang menyebabkan keputihan akan tampak coklat ataupun merah mudah. Kondisi ini umumnya terjadi ketika persalinan semakin dekat.

Ciri-Ciri Keputihan Abnormal Saat Hamil

Ibu hamil perlu mewaspadai saat keputihan yang keluar adalah keputihan yang abnormal. Ciri-ciri keputihan abnormal adalah sebagai berikut:

  • Berwarna hijau dan kuning yang menandakan terjadinya infeksi menular seksual yang menyebabkan penyakit gonore, klamidia, dan lain-lain.

  • Berwarna merah dan menggumpal yang bisa menjadi pertanda terjadinya keguguran atau kehamilan ektopik.

  • Berwarna abu-abu yang menandakan adanya infeksi bakteri pada vagina.

  • Keputihan berbau busuk dan amis yang sangat kuat dan menusuk.

  • Vagina memerah, gatal, dan mengalami pembengkakan.

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Keputihan saat hamil yang membuat tidak nyaman dapat dikontrol dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Foto: Pexels.com

Keputihan adalah hal yang normal terjadi pada saat kehamilan. Keputihan diproduksi oleh tubuh untuk menjaga kesehatan organ intim dari infeksi.

Namun, jumlah dan konsistensi keputihan yang tinggi cenderung mengganggu dan membuat ibu hamil tidak nyaman. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kondisi tersebut, di antaranya:

  1. Menjaga kebersihan vagina dengan mandi dan mengganti pakaian dalam setiap hari untuk mencegah terjadinya penumpukan bakteri serta mencegah infeksi.

  2. Kenakan pakaian katun yang longgar untuk membantu bagian vagina "bernapas" dan mudah menyerap keringat, sehingga bisa menghindari terjadinya infeksi.

  3. Hindari penggunaan produk pada vagina, seperti sabun khusus kecuali dianjurkan oleh dokter. Produk-produk tersebut bisa saja mengiritasi bagian vagina dan menyebabkan peradangan.

  4. Konsumsi makanan yang sehat dengan mengontrol gula, minyak, dan garam untuk menghindari keluarnya cairan yang abnormal.

  5. Jika keputihan menandakan infeksi, ibu hamil perlu mengonsumsi obat antibiotik, antijamur, dan lain-lain sesuai resep dokter untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

Keputihan saat hamil adalah kondisi yang normal terjadi dan baik bagi tubuh. Namun, jika keputihan yang keluar memiliki ciri-ciri keputihan abnormal, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa manfaat keputihan saat hamil?

chevron-down

Keputihan diproduksi oleh tubuh untuk menjaga kesehatan organ intim dari infeksi.

Bagaimana pendarahan implantasi terjadi?

chevron-down

Pendarahan implantasi terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim.

Apa makna keputihan berwarna kuning atau hijau?

chevron-down

Berwarna hijau dan kuning yang menandakan terjadinya infeksi menular seksual.