Ketahui Ciri-Ciri Lambung Stres dan Cara Mengatasinya
ยทwaktu baca 6 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Perut yang gugup adalah salah satu contoh fenomena emosi yang bisa mempengaruhi kesehatan. Ciri-ciri lambung stres atau perut yang gugup yang paling utama adalah adanya gangguan pencernaan yang tidak diakibatkan oleh kondisi dalam perut, seperti perubahan emosi, termasuk stres dan cemas.
Perawatan lambung stres atau perut yang gugup biasanya dilakukan dengan cara mengurangi tingkat stres, kecemasan, dan ketegangan. Artikel ini akan menjelaskan mengenai ciri-ciri lambung stres, penyebab, dan cara mengatasi lambung yang stres.
Ciri-Ciri Lambung Stres
Dikutip dari jurnal Stress and the Gut: Pashipatology dan Treatment oleh Peter C Konturek, dkk., rasa stres memiliki hubungan yang positif yang dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan, khususnya usus. Selain itu, stres juga bisa mengakibatkan munculnya gejala penyakit pada lambung.
Berikut ini adalah ciri-ciri lambung stres yang mungkin dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan pencernaan akibat kecemasan:
Kesemutan pada bagian perut
Sesak, bergolak, kram pada bagian perut perut
Merasa gugup atau cemas
Gemetar, menggigil, dan otot-otot berkedut
Perut sering terasa kembung
Timbulnya sakit perut, mual, atau muntah
Mengalami gangguan pencernaan
Mudah merasa kenyang dengan cepat
Perut terasa kembung dan hangat
Peningkatan buang air kecil dan buang air besar
Gangguan lambung yang diakibatkan oleh stres bisa berkembang menjadi beberapa penyakit dan kondisi, di antaranya adalah:
Kram perut
Perubahan nafsu makan
Diare
Sembelit
Mual dan muntah
Ciri-ciri lambung stres biasanya akan kunjung membaik dengan cara melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup.
Penyebab Lambung Stres
Lambung yang mengalami gangguan akibat stres diakibatkan oleh perubahan hormon. Saluran pencernaan memiliki sistem saraf sendiri yang disebut sistem saraf enterik. Ujung saraf di perut merespons hormon stres yang dilepaskan otak.
Pada kondisi tersebut, lambung bisa menerima hormon stres yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Orang dapat mengalami tingkat stres yang tinggi dengan jadwal yang teratur. Beberapa pemicu terkait stres dari perut saraf meliputi:
Aktivitas yang dapat memicu naiknya tingkat stres, seperti tes atau presentasi
Masalah keuangan
Masalah personal, seperti hubungan, keluarga, perceraian, dan pertemanan
Perubahan kondisi di tempat kerja atau lingkungan rumah
Kematian dari orang yang dicintai
Penyakit kronis
Cara Mengobati Lambung Stres
Lambung stres bisa diatasi dengan melakukan perawatan untuk mengelola stres. Dikutip dari A Review of The W Effectiveness of Stress Management Skills oleh Shahgholi Ghahfarokhi, dkk., berikut langkah-langkah penanganannya.
1. Terapi
Langkah pertama adalah menemui psikiater yang dapat membantu seseorang membuat perubahan untuk mengurangi stres dalam hidupnya.
Tidak ada yang bisa menghilangkan stres, tetapi terapis dapat membantu seseorang mengidentifikasi cara untuk mengatasinya dengan lebih baik.
2. Terapi Obat-Obatan
Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin perlu minum obat untuk mengurangi tingkat kecemasan dan stresnya. Mengobati kecemasan dan depresi juga dapat membantu mengurangi risiko lambung stres.
3. Meditasi
Meditasi merupakan cara yang dilakukan untuk dapat mengurangi kecemasan dan stres dengan meningkatkan fokus dan perhatian seseorang. Bermeditasi melibatkan duduk atau berbaring di ruangan yang tenang dan fokus pada napas.
Beberapa pasien mungkin memilih untuk mengulangi pembawaan ucapan tertentu untuk membantu mereka memfokuskan energi mereka dan menghilangkan stres.
Melakukan meditasi 10-15 menit sehari dapat membantu beberapa individu mengurangi gejala ciri-ciri lambung stres.
4. Mengatur Pola Makan
Mengatur pola makan dapat dilakukan untuk membatasi makanan yang dapat memperburuk ciri-ciri lambung stres.
Mengatur pola makan dapat bervariasi di antara individu, tetapi sebaiknya menghindari penyebab umum lambung stres, seperti produk susu dan minuman berkafein, seperti kopi, coklat, soda, dan teh.
5. Melakukan Kegiatan yang Menghilangkan Stres
Melakukan kegiatan menghilangkan stres, seperti berolahraga, menulis jurnal, membaca, mendengarkan musik, atau berbicara dengan teman, dapat membantu mengurangi stres.
Sebagian orang juga bisa menghilangkan stres secara lebih fleksibel dengan melakukan jadwal hariannya.
6. Konsumsi Obat Alami
Konsumsi obat alami, seperti jahe yang dicampurkan dengan teh bisa dikonsumsi sebagai suplemen yang dapat membantu meringankan gejala gangguan pencernaan yang ringan, termasuk mual.
Minum teh peppermint atau mengoles minyak peppermint yang memiliki sifat aromaterapi juga dapat mengurangi gejala lambung yang stres
Di samping cara-cara di atas, dokter juga merekomendasikan perawatan khusus setelah mengetahui detail riwayat kesehatan seseorang dengan lambung yang stres.
Lambung yang stres dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan gangguan pencernaan yang kronis. Jika seseorang mengalami gejala-gejala ini secara teratur dan berkelanjutan, dokter dapat mendiagnosisnya sebagai irritable bowel syndrome atau sindrom iritasi usus besar.
Mengobati lambung yang stres dapat dilakukan dengan membantu mengurangi lambung stres, meringankan gejalanya, dan meningkatkan kualitas hidup pasiennya.
Baca Juga: 7 Gejala Asam Lambung dan Cara Meredakannya
Gangguan pada Lambung
Ada beberapa kondisi yang dapat mengganggu fungsi normal lambung dan menyebabkan masalah kesehatan. Dikutip dari National Institutes of Health, berikut adalah beberapa gangguan pada lambung yang perlu diwaspadai.
1. Gastritis
Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung akibat kelebihan asam lambung. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), konsumsi alkohol yang berlebihan, atau stres.
Gejala dari gastritis umumnya adalah mual, muntah, perut kembung, sakit, kurang nafsu makan, dan perut terasa terbakar di antara waktu makan atau pada malam hari.
Pengobatan gastritis tergantung pada penyebabnya dan dapat melibatkan penggunaan antibiotik, obat pereda asam lambung, dan perubahan pola makan.
2. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan refluks asam lambung berulang dalam jangka panjang. Refluks asam lambung merupakan kondisi ketika asam lambung mengalir naik kembali menuju kerongkongan.
Gejala umum GERD termasuk heartburn (sensasi terbakar di dada), regurgitasi (munculnya makanan atau cairan asam dari lambung ke mulut), nyeri dada, sulit menelan, dan batuk kronis.
Faktor risiko GERD meliputi obesitas, kehamilan, orang yang merokok, dan mengonsumsi makanan pedas. Kondisi ini umumnya bisa diobati dengan perubahan gaya hidup dan konsumsi obat pereda asam lambung.
3. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada lapisan dalam dinding lambung atau duodenum (bagian atas usus halus). Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori atau penggunaan obat NSAID dalam jangka panjang.
Gejala tukak lambung dapat mencakup nyeri perut, mual, muntah, dan perdarahan gastrointestinal yang serius. Kondisi ini umumnya diatasi dengan penggunaan antibiotik, obat pereda asam lambung, dan perubahan pola makan.
4. Kanker Lambung
Kanker lambung adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam lambung. Menurut National Cancer Institute, faktor risiko kanker ini termasuk infeksi H. pylori, usia, pola makan yang tidak sehat, merokok, penyakit lambung, dan riwayat keluarga dengan kanker lambung.
Gejala kanker lambung umumnya adalah perut kembung, mual, muntah, penurunan berat badan, dan perdarahan gastrointestinal. Pengobatan kanker lambung tergantung pada tingkat keparahan kanker dan dapat melibatkan operasi, kemoterapi, serta radioterapi.
5. Gastroparesis
Gastroparesis adalah kondisi di mana proses pengeluaran makanan dan sisa pencernaan di sepanjang usus berjalan dengan lambat. Hal ini disebabkan oleh gangguan fungsi otot lambung atau gangguan saraf yang mengontrol gerakan lambung.
Pada gastroparesis, saraf yang mengontrol gerakan lambung tidak berfungsi dengan baik, sehingga makanan tidak dapat bergerak normal dari lambung ke usus halus. Akibatnya, makanan bisa tetap berada dalam lambung lebih lama dari biasanya.
Gejala gastroparesis termasuk perut kembung, kurang nafsu makan, mual, muntah, gangguan pencernaan, dan ketidakseimbangan gula darah pada penderita diabetes.
Pengobatan gastroparesis umumnya melibatkan perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, penggunaan obat-obatan, dan dalam beberapa kasus dilakukan tindakan medis sesuai kondisi pasien.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa hubungan sakit perut dan stres?

Apa hubungan sakit perut dan stres?
Saluran pencernaan memiliki sistem saraf sendiri yang disebut sistem saraf enterik. Ujung saraf di perut merespons hormon stres yang dilepaskan otak.
Apa penyebab lambung stres?

Apa penyebab lambung stres?
Lambung yang mengalami gangguan akibat stres diakibatkan oleh perubahan hormon. Lambung bisa menerima hormon stres yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Apa manfaat jahe bagi gangguan pencernaan?

Apa manfaat jahe bagi gangguan pencernaan?
Konsumsi obat alami, seperti jahe yang dicampurkan dengan teh bisa dikonsumsi sebagai suplemen yang dapat membantu meringankan gejala gangguan pencernaan.
